Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Cara Cepat dan Mudah Memahami Pengantar Manajemen
- Every Word You Cannot Say: Tentang Memaafkan dan M
- The Best Bedah Soal Komplet UN+USBN SMP/MTs 2020,
- Sintaksis Bahasa Indonesia
- Perancangan Perkerasan Jalan dan Penyelidikan Tana
- Administrasi Publik: Sustainable Development Goals
- Kitab Halal dan Haram: Menelusuri Jalan Rezeki: da
- Romansa Hutan
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Dari Batuh Jatuh Sampai Pelabuhan Runtuh
Rp 42.500 Rp 50.000| ISBN | 978-623-293-628-7 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Puisi |
Dalam buku ini, saya ingin mendokumentasikan sebuah kota yang dulu pernah berjaya di masa lalu, pada zaman kerajaan, lalu kejayaan itu runtuh ketika orang-orang Alas Angin atau Eropa datang ke Nusantara. Meski tidak lengkap, setidaknya ada secuil yang bisa saya catat melalui media puisi. Mulai dari awal kota itu berdiri dan diberi nama, yang menurut mitosnya berasal dari watu tiban atau batu yang jatuh, sampai dengan masa keruntuhannya, yang ditandai dengan terbengkalainya sebuah pelabuhan.
Dari Batuh Jatuh Sampai Pelabuhan Runtuh
Penulis : Daruz Armedian
Tebal : 76 hlm
Ukuran :
Penerbit : Diva Press
Dalam buku ini, saya ingin mendokumentasikan sebuah kota yang dulu pernah berjaya di masa lalu, pada zaman kerajaan, lalu kejayaan itu runtuh ketika orang-orang Alas Angin atau Eropa datang ke Nusantara. Meski tidak lengkap, setidaknya ada secuil yang bisa saya catat melalui media puisi. Mulai dari awal kota itu berdiri dan diberi nama, yang menurut mitosnya berasal dari watu tiban atau batu yang jatuh, sampai dengan masa keruntuhannya, yang ditandai dengan terbengkalainya sebuah pelabuhan.
Daruz Armedian
Tags: diva press, puisi
Dari Batuh Jatuh Sampai Pelabuhan Runtuh
| Berat | 100 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.303 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Hasan Aspahani Tebal : 58 hlm Ukuran : 13 x 19 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Sajak-sajak di buku ini saya tulis dan saya sebut sebagai sajak Sapardian. Idenya bermula dari sebuah sajak Indonesia yang mungkin telah dimanfaatkan dan menunjukkan daya guna yang paling luas, yaitu “Aku Ingin”. Sajak ini menyadarkan… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Kenangan ketiga sowan kepadamu dengan tubuh Gemetar, kau dengar suara hujan di bahunya Yang basah: kesedihanmu yang dulu, resonan Sekilas seperti kilat dari jendela kereta melaju Meski ini nonsens, tetap saja kau merasa Gembira, terpukau pada kemurnian mata ular itu Yang menghangatkan sesuatu dalam dadamu Semenjak pejam hanyalah dendam yang hitam Dan tak pernah bisa… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Melalui puisi-puisi yang pendek, IR Zamzami seperti hendak menyuarakan suara terdalam hati seorang pencinta kepada Insan Mulia, Rasulullah saw, dengan cara yang langsung menghunjam. Tidak mendayu untuk merayu, tidak bersuji untuk memuji, alih-alih ia bergerak cepat demi langkah cergas. Pilihan demikian dipertahankan pada hampir semua karyanya di dalam buku ini. Akan tetapi, pendek atau panjang… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Ini adalah kisah cinta yang sangat lembut, yang berdetak keras melawan tabu tradisi Timur. Dengan kepekaan yang tinggi, Gibran menggambarkan hasratnya sebagai seorang pemuda untuk Salma Karami, gadis Beirut yang pertama kali mengungkapkan kepadanya rahasia-rahasia cinta. Tapi itu adalah cinta yang ditakdirkan oleh konvensi sosial yang memaksa Salma menikah dengan pria lain. Menggambarkan kebahagiaan dan… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Alex R Nainggolan memiliki kemampuan dalam meromantisasi keadaan dan kecermatan dalam memilih diksi. Sesekali ia berkisah seperti cerpenis, kadang bertutur seperti penghibur. Dan pada saat mendayu dalam merayu, apalagi dibumbui ratapan saat berharap, ia melampaui dua keahliannya yang lain itu. Dengan cara seperti itulah dia menyusun puisi-puisinya ini dan dipersembahkannya kepada Nabi Muhammad saw. Pada… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Buku ini merupakan buku ajar pertama dari Mata Kuliah Apresiasi Puisi. Tujuan penulisan buku ini untuk memberikan penjelasan singkat tentang: (1) hakikat puisi; (2) unsur-unsur puisi; (3) jenis-jenis puisi; (4) apresiasi puisi. Buku ini dimaksudkan untuk membantu Anda memaparkan pengetahuan yang diperlukan untuk memahami cara mengkaji dan menganalisis puisi. Setelah membaca buku ini, Anda diharapkan… selengkapnya
Rp 85.680 Rp 100.800Suatu hari terjadi pertengkaran antara pelayan keluarga Banamali dan Himangshu. Pertengkaran mereka berakar dari masalah parit saluran air yang memisahkan taman Banamali dan rumah Himangshu. Pada salah satu sisi parit tumbuh sebuah pohon limau. Ketika buah limau itu mulai ranum, pelayan keluarga Banamali mencoba memetiknya, sementara pelayan keluarga Himangshu mencegahnya dan mereka mulai bertengkar hebat… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000Penulis : Ahmad Mathar Tebal : 164 hlm Ukuran : cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : – Apakah kau bertanya padaku? Mengapa bulan harus muncul? Mengapa hujan harus turun? Mengapa parfum harus wangi? Apakah kau bertanya padaku? Mengapa takdir itu turun? Aku adalah tumbuhan alami Burung yang bebas Semilir angin yang sejuk Tempat berpulang… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Deddy Arsa Tebal : 80 hlm Ukuran : cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Tapi khatib-khatib di masa ketika pihak pemberontak telah dikalahkan telah dijemput dari rumah istrinya, dinaikkan ke atas truk dan diturunkan di sawah berawa-rawa untuk di benamkan hidup-hidup. Khatib-khatib lain tidaklagi berani berkata apa-apa di atas mimbar, dan shalat… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000datang dari negeri jauh, kau meminta kita berjumpa di tepi mahakam. aku ingin melihat batubara dibawa pergi, katamu. … apa yang paling menyedihkan sejak aku hidup di tempat ini? apa yang paling menyedihkan selain tahu ada yang diambil tetapi kita tidak melihatnya? – Di Tepi Mahakam Dahri Dahlan dalam buku ini seperti hendak berteriak dengan… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.