Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Dari Filsafat Ilmu ke Penelitian Ilmiah
Rp 117.130 Rp 137.800| ISBN | 978-602-262-905-4 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Filsafat |
Penulis : Hamim Sudarsono
Tebal : xii + 178 hlm
Ukuran : 17 x 24 cm
Penerbit : Graha Ilmu
Dari Filsafat Ilmu ke Penelitian Ilmiah
Ilmu pengetahuan atau ilmu (sains) mempunyai pengaruh yang luar biasa terhadap peradaban umat manusia, terutama terhadap intelektualitas manusia. Sains berperan besar dalam menghapus kepercayaan-kepercayaan tradisional dengan mengadopsi pengetahuan yang diperoleh melalui metode ilmiah. Dengan metode ini, secara bertahap manusia menguak berbagai misteri alam raya. Ilmu mempunyai akar dan berkembang dari filsafat yang merupakan induk dari ilmu, mater scientiarum. Oleh karena itu, kajian ilmu secara umum juga memerlukan pembahasan ihwal filsafat. Ilmu dan filsafat saling terkait, baik secara substansial maupun historis. Sub-bidang filsafat yang berkaitan dengan landasan, metode, dan implikasi ilmu disebut filsafat ilmu. Pertanyaan-pertanyaan utama dalam filsafat ilmu pada umumnya berkaitan dengan kriteria ilmu, keandalan teori-teori ilmiah, etika ilmiah, tujuan akhir ilmu, dsb.
Buku sederhana ini mengajak pembaca, khususnya para mahasiswa yang sedang mengikuti perkuliahan filsafat ilmu/metode ilmiah, untuk memahami ihwal dan seluk-beluk filsafat ilmu dan metode ilmiah. Pemahaman atas kedua bidang ini diharapkan mampu memberikan landasan yang baik untuk mencintai ilmu pengetahuan. Dari sikap ini dapat diharapkan akan tumbuh para calon ilmuwan yang kelak akan mendedikasikan hidupnya untuk pengembangan ilmu yang bermanfaat.
Tags: filsafat, graha ilmu
Dari Filsafat Ilmu ke Penelitian Ilmiah
| Berat | 200 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.597 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Friedrich Nietzche (1844 – 1900) adalah filsuf modern yang paling disalahmengerti dan digambarkan dengan keliru. Ungkapannya “Tuhan Telah Mati”, kekerasan hatinya bahwa makna kehidupan harus dicari dalam kerangka-kerangka manusiawi sepenuhnya, doktrinnya tentang manusia-unggul, dan kehendak untuk kuasa, semua diambil alih dan diputarbalikkan. Diputarbalikkan antara lain oleh para intelektual NAZI. Zarathustra adalah satu pengembaraan spiritual menjelajahi… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Penulis : Jacques Derrida Tebal : 148 hlm Ukuran : 13 x 20 cm Penerbit : Basabasi Deskripsi : Apa jadinya jika seorang filsuf masyhur yang disebut-sebut sebagai salah satu tokoh utama postrukturalisme dan posmodernisme membahas tiga filsuf lain yang tak kalah masyhur dan banyak mempengaruhi para pemikir di zaman mereka dan bahkan generasi filsuf… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Sejarah ilmu kalam pada mulanya adalah sejarah tentang perkembangan pemikiran dan penalaran. Lalu, seiring berjalannya waktu, sejarah ilmu kalam penuh dengan intrik dan kritik, sanggahan, bahkan perang pemikiran yang menjurus pada “saling mengafirkan” antara satu mazhab dengan mazhab lainnya. Buku Al-Kasf ‘an Manahij al-Adillah fi Aqa’id Millah ini berbicara tentang kritik Ibnu Rusyd terhadap ilmu… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Penulis : Simone Weil Tebal : 196 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Basabasi Deskripsi : Pemikir yang luar biasa, Simone Weil, adalah salah satu tokoh intelektual dan spiritual terkemuka di abad ke-20. Esais legendaris, filsuf, dan aktivis gerakan perlawanan di Prancis ini tulisan-tulisannya abadi meski masa hayatnya begitu singkat. Sebagian besar… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Buku ini hadir justru dari sebuah ketidakmungkinan, sebuah batas, yang, seperti garis tepi, adalah akhir bagi satu ranah, tetapi sekaligus awal bagi ranah yang lain, yaitu ketidakmungkinan ontologi untuk berbicara tentang Wujud. Ranah ontologi, dalam pengertian tradisionalnya, selalu berbatas dengan logos, dengan bahasa, dengan kata. Menyadari keberbatasan itu—sebagaimana juga Martin Heidegger pernah memaklumatkannya dengan satu… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Sepertinya, setiap zaman selalu melahirkan tokoh-tokohnya sendiri. Tidak terkecuali pada awal abad ke-20; sebuah masa transisi di mana pergerakan nasional tumbuh subur di tanah jajahan Hindia Belanda, yakni Indonesia. Era itu menandai kegelisahan sebuah “bangsa jajahan” untuk mencari identitas baru dalam haru-biru gejolak masa transisi yang pelik sekaligus menyakitkan. Salah satu tokoh terkenal pada masa… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Salah satu pendiri filsafat Barat, Plato (sekitar 427-347 SM), lahir dalam keluarga bangsawan Athena selama periode kerusuhan sosial dan politik setelah pecahnya Perang Peloponnesos (431-404 SM). Sebagai pemuda, Plato sendiri memiliki aspirasi politik, tetapi harapannya untuk reformasi ditantang ketika, pada tahun 399 SM, Socrates, pemikir dan guru filsafat terkemuka pada masa itu, dijatuhi hukuman mati… selengkapnya
Rp 80.750 Rp 95.000Penulis : Ilyas Supena Tebal : 246 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Semua ulama sepakat bahwa Alquran dan sunah merupakan sumber pengetahuan terpenting dalam Islam, namun mereka tidak sependapat mengenai cara memperlakukan Alquran dan sunah. Di sinilah kemudian muncul problem metodologi penafsiran dan pemahaman keduanya. Setidaknya terdapat dua… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Seyyed Hossein Nasr Tebal : 276 hlm Ukuran : cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Seyyed Hossein Nasr merupakan salah seorang tokoh dan “orang pertama” yang paling otoritatif dalam membicarakan kajian-kajian Timur, utamanya disiplin filsafat dan mistisisme Islam. Oleh karenanya, kita patut bersyukur bahwa Ach. Maimun Syamsuddin telah meluangkan waktu untuk menerjemahkan salah… selengkapnya
Rp 57.800 Rp 68.000Bagi orang Jawa, laku tirakat (prihatin) ternyata tidak boleh dikerjakan secara asal-asalan, insidental, sejam dua jam, atau sehari dua hari, tetapi mesti dikerjakan sepanjang hidup. Bisa dikatakan, manusia Jawa semasa hidupnya harus pandai-pandai mengolah cita-citanya berlandaskan laku prihatin yang tidak pernah berhenti. Mengapa? Sebab, hal yang didambakan oleh manusia Jawa sejatinya ialah sukses dunia dan… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.