Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS
● online
CS
● online
Halo, perkenalkan saya CS
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon mulai 10%;
  • Buku dijamin ASLI;
  • Tidak Menjual buku bajakan;
  • Pengiriman ke seluruh Indonesia;
  • Pengiriman ke luar negeri sila WA kami;
  • Pembayaran: Transfer (BCA, Mandiri, BRI, BNI), Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay)
Beranda » Sosial Politik » Etnis Cina Indonesia dalam Politik
click image to preview activate zoom
Diskon
20%

Etnis Cina Indonesia dalam Politik

Rp 96.000 Rp 120.000
Hemat Rp 24.000
ISBN978-979-461-817-2
Stok Tersedia
Kategori Sosial Politik
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Etnis Cina Indonesia dalam Politik

Penulis     : M.D. La Ode

Tebal         : xxiv + 406 hlm

Ukuran     : 16 x 24 cm

Penerbit   : Obor Indonesia dan LIPI

Deskripsi:

Selama era Orde Baru keterlibatan kelompok Etnis Cina Indonesia (ECI) dalam politik dibatasi. Namun sejak awal era Reformasi 1998, kelompok ECI bebas untuk terlibat dalam politik sebagai pengurus parpol, anggota legislatif, dan kepala daerah. Ternyata mereka langsung  berhasil siginifikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebab, dampak, dan respons kelompok etnis Melayu dan etnis Dayak serta pejabat Pemda atas keterlibatan kelompok ECI dalam politik di era Reformasi.

Kerangka teoretis yang digunakan terdiri dari teori utama yakni teori kekuasaan dari Charles Andrain dan Max Weber, teori integrasi dari Weiner dan Burhan Magenda, serta teori kelompok etnis dari Eriksen. Teori-teori  tersebut turut didukung oleh teori konflik dari Maswadi Rauf dan Lipset.

Ada sejumlah temuan menarik. Pertama, perubahan sistem politik era Orba ke era Reformasi menjadi faktor penyebab utama keterlibatan ECI dalam politik. Kedua, membawa dampak signifikan atas perubahan politik internal ECI dari  titik nol kekuasaan di era Orba, mencapai puncak kekuasaan politik di era Reformasi.  Akibatnya etnis Melayu dan etnis Dayak terganggu kemapanan politiknya. Ketiga, respons beragam dari etnis Melayu, etnis Dayak, dan pejabat pemerintah daerah setempat  yakni sebagai pulihnya hak politik ECI; dulu menguasai ekonomi sekarang menguasai politik juga; hati-hati terhadap ECI; menolak; mendukung; moderat; waspada atas keterlibatan ECI dalam politik.

Implikasi teoretis menunjukkan bahwa lima sumber kekuasaan dari Andrain yakni fisik, ekonomi, normatif, personal, dan ahli, Weber prestise kekuasaan  dapat menjelaskan fenomena keterlibatan ECI dalam politik. Teori kelompok etnis dari Eriksen tentang common of cultural, linguistic, religious, and behavioural, dan teori konflik dari Maswadi Rauf, “konflik lisan” dan “konflik fisik” serta Lipset konflik dan stabilitas demokrasi dapat turut menjelaskan konflik antaretnis Melayu, Dayak, dan ECI. Teori integrasi dari Weiner “mengacu pada proses menjadi unit teritorial tunggal membentuk identitas nasional” dan Burhan Magenda tentang proses “nation building”, “state building”, dan “national character building”, dapat menjelaskan integrasi antara kelompok etnis Melayu, etnis Dayak, dan ECI.

 

Tags: ,

Etnis Cina Indonesia dalam Politik

Berat 500 gram
Kondisi Baru
Dilihat 1.005 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Buku Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: