Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Daratan dan Kepulauan Riau dalam Catatan Arkeologi....
- Korespondensi Niaga Bahasa Indonesia....
- 26 Minuman Tradisional Khas Yogyakarta dari Bir Ja....
- Lelaku dan Tirakat Orang Jawa....
- Bagaimana Cara Mengatakan “Tidak”?....
- Sejarah Islam Klasik....
- Eksistensialisme dan Humanisme....
- Titik Akanan....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Fenomenologi Seni: Menyoroti Fenomena Sosial dalam Seni Pertunjukan
Rp 144.330 Rp 169.800| ISBN | 978-623-97657-8-1 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Filsafat |
Penulis : Sutiyono
Tebal : xii + 236 hlm
Ukuran : 17 x 24 cm
Penerbit : Arttex
Fenomenologi Seni: Menyoroti Fenomena Sosial dalam Seni Pertunjukan
Fenomenologi merupakan sebuah aliran filsafat dan sekaligus sebagai metode berpikir. Jadi yang dimaksud dengan metode fenomenologi ini adalah metode yang dipergunakan untuk menangkap fenomena yang tampak di depan mata. Ketika sebuah fenomena nampak, yang pertama-tama orang tersebut harus memusatkan perhatiannya terhadap fenomena itu, tanpa ada prasangka sama sekali. Kemudian orang tersebut harus melepaskan dulu teori-teori yang terpasang dalam pikiran, serta membuang prasangka-prasangka. Hal ini ditujukan agar kita dapat mencerna fenomena seperti apa adanya. Memang jelas, bahwa kehadiran fenomenologi dipergunakan untuk mendekati fenomena-fenomena dalam kemurniannya (Waters, 1994: 31). Dengan kata lain, bahwa fenomenologi merupakan sebuah pendekatan yang dipergunakan untuk mengungkap fenomena-fenomena. Suatu fenomena yang tampak terlihat pada dasarnya merupakan refleksi realitas yang tidak berdiri sendiri, sebab yang tampak itu adalah objek yang penuh makna. Dalam hal ini, Fenomenologi seni berupaya untuk memberikan deskripsi tentang pengalaman manusia, mencakup seluruh rentang pengalaman manusia mengenai seni yang mengungkapkan bagaimana fenomena-fenomena itu pada dasarnya merupakan bentukan-bentukan (construkt) manusia, yang pada akhirnya berasal dari dunia akal sehat.
Fenomenologi Seni: Menyoroti Fenomena Sosial dalam Seni Pertunjukan
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 885 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Belajar logika itu penting. Sebab, logika adalah ilmu yang membuat kita mampu berpikir dengan benar, logis, dan sistematis. Dengan logika, kita bisa mengambil keputusan secara tepat dan berargumen secara logis. Dengan logika pula, kita dapat menilai argumentasi orang lain: apakah logis atau tidak logis, apakah benar atau salah. Lantas, kenapa ada orang yang tidak mampu… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Sejarah ilmu kalam pada mulanya adalah sejarah tentang perkembangan pemikiran dan penalaran. Lalu, seiring berjalannya waktu, sejarah ilmu kalam penuh dengan intrik dan kritik, sanggahan, bahkan perang pemikiran yang menjurus pada “saling mengafirkan” antara satu mazhab dengan mazhab lainnya. Buku Al-Kasf ‘an Manahij al-Adillah fi Aqa’id Millah ini berbicara tentang kritik Ibnu Rusyd terhadap ilmu… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Saya pernah membela praktik filsafat di sebuah program radio di mana salah satu tamu undangan lainnya adalah seorang profesional yang selamat dari kamp konsentrasi Nazi. Dia bertanya kepada saya, dengan cukup agresif, apa gunanya filsafat dalam pawai kematian? Jawabannya, tentu saja, tidak banyak—tidak lebih dari sastra, seni, musik, matematika, atau ilmu pengetahuan yang akan berguna… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Penulis : Epictetus Tebal : 446 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Basabasi Deskripsi : Epictetus mengelola sekolah filsafat yang berkembang pesat di Nicopolis pada awal abad kedua Masehi. Diskusi-diskusinya yang penuh semangat dipuji karena kehebatan retorisnya dan ditulis oleh Arrian, muridnya yang paling terkenal. Bersama dengan Enchiridion, panduan ide-ide utamanya, dan… selengkapnya
Rp 106.250 Rp 125.000Al-Munqidz min adh-Dhalal adalah salah satu dari sekian banyak karya Imam al-Ghazali yang terkenal. Ini adalah buku autobiografi, tepatnya autobiografi pemikiran. Lewat buku ini, pembaca diberikan gambaran tentang sejarah pencarian Imam al-Ghazali terhadap kebenaran, juga gambaran lika-liku pencariannya yang heroik. Buku ini ditulis di penghujung hidup Imam al-Ghazali, pasca penulisan Ihya’ ‘Ulumuddin. Dengan gaya penulisan… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Frèdèric Gros Tebal : 284 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Renebook Deskripsi : DAFTAR ISI Jalan Kaki Itu Bukan Olahraga Kebebasan Saya Seorang Pejalan Kaki yang Hebat, Mengapa? (Nietzsche) Luar Pelan Gelora untuk Melarikan Diri (Rimbaud) Kesendirian Kesenyapan Mimpi Terjaga Sang Pejalan Kaki (Rousseau) Keabadian Penaklukan Alam Liar (Thoreau)… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Buku ini berisi pengalaman saya mengajar filsafat secara daring di masa pandemi untuk anak-anak usia 10–15 dan remaja muda usia 13–18 selama dua tahun, tepatnya tahun 2020 hingga 2022. Awalnya, saya ragu apakah bisa menjalankan kelas ini atau tidak. Bagaimanapun, meski sebagian orang mengamini bahwa filsafat adalah pertanyaan khas anak-anak, rasanya tetap sukar jika materi… selengkapnya
Rp 72.250 Rp 85.000Dalam dialog karya Schopenhauer ini, salah satu dari dua tokoh di dalamnya lebih mengedepankan pandangan konservatif dan populer tentang mengapa iman itu penting, memuliakan, dan dibutuhkan dalam masyarakat. Satu tokoh lainnya, yang tampaknya adalah diri Schopenhauer sendiri, menghabiskan waktunya untuk meragukan itu semua. Dalam salah satu argumennya dia berkata, “… pendidikan ada di tangan para… selengkapnya
Rp 49.300 Rp 58.000Penulis : Daniel L. Pals Tebal : 492 hlm Ukuran : 15,5 x 24 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Boleh saja Sigmund Freud menganalogikan pemeluk agama dengan pasien neurotisnya di rumah sakit jiwa, ataupun Karl Marx yang menuduh agama sebagai “candu” yang harus dibasmi agar tercetus revolusi proletar, ataupun Emile Durkheim yang mensubordinasikan agama… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Buku ini merupakan pemaparan panoramik atas kait-kelindan di muka, mulai dari hubungan saling pengaruh antara politik, di satu sisi, dan kekerasan, bahasa, ideologi, informasi, kebenaran, ruang publik, pendidikan, kapitalisme serta hukum, di sisi lain. Kalau dunia politik ibarat gudang tua, maka buku ini merupakan hasil inventarisasi atas barang-barang di dalamnya dan relasinya satu sama lain… selengkapnya
Rp 148.750 Rp 175.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.