Beranda » Bahasa dan Sastra » Novel » Keris Setan Kober (Perang Niskala Tanah Jawa)

Keris Setan Kober (Perang Niskala Tanah Jawa)

DISKON 25% Kode: 978-602-6799-08-1 Stok: Tersedia
Berat 450 gram
Kondisi Baru
Kategori Novel
Dilihat 1.661 kali
Diskusi Belum ada komentar
Bagikan

Keris Setan Kober (Perang Niskala Tanah Jawa)

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja Anda
Lanjut Belanja
Keranjangku
Rp 66.000 Rp 88.000
Hemat Rp 22.000
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Pesan Langsung
Keris Setan Kober (Perang Niskala Tanah Jawa)
Rp 66.000 Rp 88.000
Tersedia / 978-602-6799-08-1
Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Detail Produk Keris Setan Kober (Perang Niskala Tanah Jawa)

Penulis     : Trisasongko Hutomo

Tebal         : 445 hlm

Ukuran     : 14 x 21 cm

Penerbit   : Javanica

Deskripsi :

Banjir darah melanda tanah Jawa pada tahun 1549. Berhasrat menjadi penguasa tunggal Nusantara, Kesultanan Demak mengobarkan perang di mana-mana. Kerajaan-kerajaan pecahan Majapahit satu per satu ditaklukkan. Sunan Kalijaga berupaya membendung perubahan brutal yang merundung negerinya. Dalam keprihatinannya, ia melihat sosok Ratu Adil yang diramalkan Jayabaya pada diri Adipati Pajang Hadiwijaya. Maka, tatkala Arya Penangsang membumihanguskan ibu kota Demak untuk merebut takhta, wali sepuh itu merestui Hadiwijaya memindah kekuasaan ke Pajang. Arya Penangsang kemudian tewas oleh pusakanya sendiri: Keris Setan Kober!

Tak lama berselang, Keris Setan Kober hilang dari penjagaan Sunan Kudus, sosok kuat di belakang Arya Penangsang. Hilangnya pusaka itu memicu kecemasan. Para adipati yang menolak bergabung dengan Pajang, dan menyadari daya niskala keris itu, mencoba bersekutu dengan siapa saja yang berhasil menguasainya. Untuk menandingi perbawa Keris Setan Kober, seorang empu sakti pun bertapa demi menemukan Ndaru Kala Astika, batu meteor yang jatuh ke bumi lima ratus tahun silam.

Sementara itu, putra angkat Sultan Hadiwijaya, Pangeran Loring Pasar, diam-diam juga menghendaki takhta. Untuk mewujudkan ambisinya, ia mencoba bersekutu dengan kerajaan gaib Laut Kidul. Tak ayal, Sultan Hadiwijaya dikepung banyak musuh, baik yang nyata maupun niskala. Genderang perang ditabuh di mana-mana. Banjir darah kembali membayang-bayangi tanah Jawa!

 

Tags: ,

Ditambahkan pada: 28 Oktober 2016
Produk Terkait
Diskusi Produk (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat:

Jl. Kasongan (Agen Wahana Timur Balai Desa Bangunjiwo) Gendeng RT 15, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, DIY 55184

Kurir

Pembayaran

Chat via Whatsapp
Pustaka Kita
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Pustaka Kita
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja