● online
- Bukan Perempuan Biasa
- Qawaid Fiqhiyah Muamalah Kaidah-Kaidah Fikih Hukum
- Bagaimana Si Miskin Sakit
- Menuju Kekuatan Utama Dunia: Sekilas Politik Luar
- Jump: Berani Melakukan Apa yang Anda Takuti
- Manajemen Pendidikan Teori dan Praktik
- Jurus Ampuh menjadi Konten Krator di Youtube, Inst
- Sufisme Al-Ghazali: Biografi, Perjalanan Ruhani, d
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Khamriyat; Puisi Anggur Terbaik dari Era Abbasiyah
Rp 59.500 Rp 70.000| ISBN | 978-623-189-457-1 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Puisi |
Penulis : Abu Nawas
Tebal : 208 hlm
Ukuran : 14 x 20 cm
Penerbit : Diva Press
Khamriyat; Puisi Anggur Terbaik dari Era Abbasiyah
Buku ini sungguh merupakan karya penting tentang salah seorang penyair besar dalam tradisi intelektual muslim. Bagian Pengantar Penerjemah: Jalan Kepenyairan Abu Nuwas laksana lampu senter yang menerangi lorong-lorong gelap berbagai kesalahpahaman yang selama ini terjadi. Dari sana, kita beroleh anggur puisi yang dituangkan sang penyair: segar, inspiratif, dan tentu saja menceburkan kita pada lautan pemikiran tasawuf yang begitu filosofis.
Maman S. Mahayana, Kritikus Sastra
Khamriyat menyediakan akses langka bagi pembaca Indonesia untuk mereguk puisi Abu Nuwas yang merayakan minuman anggur. Ditulis di lingkungan yang mengharamkan miras, puisi anggur Abu Nuwas menyiratkan kepelikan dan kerawanan yang selalu membayangi hubungan antara seni dan agama sejak dahulu sampai sekarang. Khalayak sastra Indonesia dapat memetik inspirasi berharga darinya.
Arif Bagus Prasetyo, Penerjemah dan Kritikus Sastra
Bagi saya, puisi-puisi Abu Nuwas dalam buku ini sangat mencengangkan sekaligus mencerahkan batin dan pikiran. Terbayang bagaimana penyair serius menulis puisi-puisinya dengan sepenuh hati, tergambar pula bagaimana puisi-puisi yang jujur ditulis dengan penuh gairah dan empati.
Acep Zamzam Noor, Penyair
Tags: diva press, puisi
Khamriyat; Puisi Anggur Terbaik dari Era Abbasiyah
| Berat | 210 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 266 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Melalui puisi-puisi yang pendek, IR Zamzami seperti hendak menyuarakan suara terdalam hati seorang pencinta kepada Insan Mulia, Rasulullah saw, dengan cara yang langsung menghunjam. Tidak mendayu untuk merayu, tidak bersuji untuk memuji, alih-alih ia bergerak cepat demi langkah cergas. Pilihan demikian dipertahankan pada hampir semua karyanya di dalam buku ini. Akan tetapi, pendek atau panjang… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Puisi-puisi di dalam buku ini dihimpun dari proses penciptaan yang panjang, yaitu selama 31 tahun (1993-2024). Hal itu tertera berdasarkan datum yang disemat pada setiap akhir baris masing-masing puisi. Maka, adalah wajar jika citarasa dan gaya puisi-puisinya relatif berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Adapun tali pengikatnya adalah kenabian, yaitu puisi-puisi yang bertema nabawi…. selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Terpilihnya karya A Muttaqin (Mengerjakan Cinta) adalah atas pertimbangan; ia menggunakan metafora-metafora yang baru, banyak memuji tapi tidak menghapus jejak kesejarahan Nabi saw., bahkan menggambarkan fragmen sejarah tersebut dalam ungkapan yang berbeda dengan referensi yang pernah saya baca, seperti keunikan cara si penyair dalam menggambarkan runtuhnya Kisra dan Persia. Ia juga menggambar syamail muhammadiyah sesuai… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Engko Pasek Tamblingan, jani jan pejah engko, mai engko nunas Wisnu engko (Kalian Pasek Tamblingan, jika kalian mati/sakit, kemarilah untuk memohon air kehidupan). (Babad Kandan Sanghyang Merta Jati lembar ke-83a) Muman mingil kai bekhel smetwat Yus yata timtom fofuso Nu manggi uwel nekwaukhu Semfat yemse takhul yen Nasa aya khwas [Jalan ke tanah leluhurku tidak… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Mulut dan jariku memainkan suling Tapi kalah pada rohku yang melengking Ketika mataku melihat Merapi Ditandingi bayang-bayang yang menjulangi langit yang tinggi Tapi di tengah kenyataan ini Aku makin kecil makin bebal Seharkat sebutir debu yang melekat telapak sandal Mengaji Bukit Mengeja Danau merupakan buah dari program Rumah Puisi untuk mengundang sastrawan tamu. Karya ini… selengkapnya
Rp 49.300 Rp 58.000Penulis : Aan Herdiana Tebal : x + 130 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Textium Deskripsi : Naskah buku ini merupakan hasil penelitian saya terhadap teks sastra, khususnya tentang buku puisi WS Rendra yang berjudul Potret Pembangunan dalam Puisi, yang kemudian saya publikasikan di beberapa jurnal ilmiah, dan menjadi bahan perkuliahan…. selengkapnya
Rp 83.980 Rp 98.800Penulis : Aristoteles Tebal : 172 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Basabasi Deskripsi : Puitika adalah risalah pendek tentang estetika (biasa dianggap sebagai satu paket dengan Politik dan Retorika) dan merupakan satu karya babon dalam kritik sastra. Dalam Puitika, Aristoteles menyajikan pikiran-pikirannya dengan bahasa yang sederhana sehingga pembaca dapat dengan jernih… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Penulis : Maizar Karim Tebal : xii + 224 hlm Ukuran : 17,5 x 25 cm Penerbit : Histokultura Deskripsi : Syair merupakan satu-satunya bentuk puisi naratif Melayu yang berupa naskah. Sudah cukup lama genre ini diabaikan oleh dunia pengetahuan, padahal karya ini sangat kuat kedudukannya dalam khazanah sastra Melayu. Baru sejak tahun 1960-an, masalah… selengkapnya
Rp 97.580 Rp 114.800Penulis : Iman Budhi Santosa Tebal : x + 116 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Interlude Deskripsi: Kita diajak untuk kembali menengok kampung halaman si penyair, yakni Jawa. Dengan indah dan mat kita bisa membaca puisi-puisi yang jernih khas Iman Budhi Santosa. Mulai dari dunia wayang, wong cilik hingga dunia sang… selengkapnya
Rp 32.300 Rp 38.000Penulis : Daruz Armedian Tebal : 76 hlm Ukuran : Penerbit : Diva Press Dalam buku ini, saya ingin mendokumentasikan sebuah kota yang dulu pernah berjaya di masa lalu, pada zaman kerajaan, lalu kejayaan itu runtuh ketika orang-orang Alas Angin atau Eropa datang ke Nusantara. Meski tidak lengkap, setidaknya ada secuil yang bisa saya catat… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.