Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Sejarah Filsafat Timur: Buku Babon Terlengkap Sepa
- Rihlah Ibnu Khaldun
- The Mastery of Destiny; Menjadi Tuan bagi Takdirmu
- Penaklukan Muslim di Mata Bangsa Taklukan
- Pengetahuan Seni Body Painting untuk Rias Fantasi
- Administrasi Negara
- Sherlock Holmes; Misteri di Wisma Wisteria
- Ibnu Sina: Biografi dan Intisari Filsafatnya
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Khamriyat; Puisi Anggur Terbaik dari Era Abbasiyah
Rp 59.500 Rp 70.000| ISBN | 978-623-189-457-1 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Puisi |
Penulis : Abu Nawas
Tebal : 208 hlm
Ukuran : 14 x 20 cm
Penerbit : Diva Press
Khamriyat; Puisi Anggur Terbaik dari Era Abbasiyah
Buku ini sungguh merupakan karya penting tentang salah seorang penyair besar dalam tradisi intelektual muslim. Bagian Pengantar Penerjemah: Jalan Kepenyairan Abu Nuwas laksana lampu senter yang menerangi lorong-lorong gelap berbagai kesalahpahaman yang selama ini terjadi. Dari sana, kita beroleh anggur puisi yang dituangkan sang penyair: segar, inspiratif, dan tentu saja menceburkan kita pada lautan pemikiran tasawuf yang begitu filosofis.
Maman S. Mahayana, Kritikus Sastra
Khamriyat menyediakan akses langka bagi pembaca Indonesia untuk mereguk puisi Abu Nuwas yang merayakan minuman anggur. Ditulis di lingkungan yang mengharamkan miras, puisi anggur Abu Nuwas menyiratkan kepelikan dan kerawanan yang selalu membayangi hubungan antara seni dan agama sejak dahulu sampai sekarang. Khalayak sastra Indonesia dapat memetik inspirasi berharga darinya.
Arif Bagus Prasetyo, Penerjemah dan Kritikus Sastra
Bagi saya, puisi-puisi Abu Nuwas dalam buku ini sangat mencengangkan sekaligus mencerahkan batin dan pikiran. Terbayang bagaimana penyair serius menulis puisi-puisinya dengan sepenuh hati, tergambar pula bagaimana puisi-puisi yang jujur ditulis dengan penuh gairah dan empati.
Acep Zamzam Noor, Penyair
Tags: diva press, puisi
Khamriyat; Puisi Anggur Terbaik dari Era Abbasiyah
| Berat | 210 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 450 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
“Keshar Lal berhasil melepaskan diri dari hukuman mati lalu mengungsi ke Nepal. Aku pergi ke tempat itu. Setelah beberapa bulan hidup di sana, aku mendengar bahwa ia telah lama meninggalkan Nepal dan pergi entah ke mana, tak seorang pun yang mengetahuinya. “Aku berkelana melintasi pegunungan. Ini bukan tanah India. Ini tanah Bhutan dan Lepchas dengan… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000Dapat dikatakan bahwa karya-karya Rumi, juga para sufi yang lain, tidak lain merupakan puisi-puisi abadi dalam pemahamannya yang luas dan mendalam. Kenapa abadi? Karena karya-karya itu sebenarnya merupakan bayang-bayang langsung dari kemahaindahan Tuhan yang abadi, yang tidak mungkin lekang oleh siang, oleh malam dan oleh segala atribut apa pun yang menunjuk kepada kefanaan waktu. Jadi,… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penuli : Isbedi Stiawan Zs Tebal : 96 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Basabasi Deskripsi : belum kau sebut nama kota saat kita bertemu. aku sudah lupa, sebab begitu banyak aku jumpa orangorang di kotakota berbeda. … beri tahu aku nama kota itu dulu aku pernah bertamu lalu kau sambut bibir… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Jalan itu bercabang dua dalam hutan cladrastis di musim gugur, Dan maaf bila tak sanggup kutempuh keduanya Dan sebagai pengelana, cukup lama kuberdiri termenung Dan memandang semampuku ke tempat terjauh Di mana jalan itu meliuk ke bawah semak belukar; Lantas kutempuh salah satunya, meski keduanya tak jauh berbeda Dan satu darinya mungkin justru lebih layak,… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Selama tiga dekade akhir masa hidupnya, Nizar Qabbani begitu intens menulis sajak-sajak politik. Pada periode ini, sajak-sajaknya berhasil mencetak dirinya menjadi “politisi” dalam arti yang lain. Sebagai pribadi yang independen, ia memang tak memiliki afiliasi ke partai politik mana pun. Namun, sebagai seorang “politisi dalam puisi”, ia selalu hadir sebagai oposisi. Lawan-lawan politiknya bukan satu… selengkapnya
Rp 49.300 Rp 58.000Penulis : Rendra Setyadiharja Tebal : viii + 138 hlm Ukuran : 17,5 x 25 cm Penerbit : Textium Deskripsi : “Pantun bukan hanya sekedar karya sastra yang masuk dalam katagori genre puisi lama. Pantun bukan hanya sekedar warisan budaya yang menjadi bahagian dari tradisi dan kehidupan masyarakat, terutama masyarakat rumpun melayu. Pantun adalah hujjah…. selengkapnya
Rp 89.080 Rp 104.800bus antarkota menuju yogya lagu ebiet yang terputar seperti gerimis di kaca jendela dengan pepopohan sepanjang jalan berlari ke arah masa lalu yang sembunyi di punggungku dalam ransel penuh dengan remah masgyul meski tak seberat buku filsafat di wirobrajan lampu lalu lintas menyala merah tapi aku tak mau turun aku belum sampai ke jantungmu hendak… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Penulis : Iman Budhi Santosa Tebal : x + 86 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Interlude Deskripsi : Sinau maca mawi kaca, Sinau maos mawi raos (R.M. Sosrokartono) Agak berbeda dengan kumpulan-kumpulan sebelumnya, antologi puisi “Belajar Membaca Peta Buta” ini sengaja memuat puisi-puisi dari tahun 2013-2017 dengan tema dan judul nyaris… selengkapnya
Rp 39.950 Rp 47.000bulu matamu: padang ilalang Di tengahnya sebuah sendang Kata sebuah dongeng. Dulu ada seorang musafir datang bertapa untuk membuktikan apakah benar wajah bulan bisa disentuh lewat dasar sendang Ia tak percaya, maka ia menyelam Tubuhnya tenggelam dan hilang di arus maha dalam. Arwahnya menjelma pusaran air berwarna hitam Bulu matamu: padang ilalang.
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Kuswaidi Syafi’i Tebal : 124 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Pohon Sidrah? Judul ini tentu menimbulkan pertanyaan karena frasa ini tidak lazim digunakan dalam bahasa keseharian. Teks-teks kreatif memang tidak harus selalu menggunakan bahasa keseharian, tetapi ketika komunikasi estetis menghendaki pencapaian yang sesungguhnya, bahasa puitik tidak pula harus… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.