Beranda » Bahasa dan Sastra » Novel » Mahakurawa 1: Cakra Manggilingan

Mahakurawa 1: Cakra Manggilingan

DISKON 25% ISBN: 978-602-6799-46-3 Stok: Tersedia
Berat 500 gram
Kondisi Baru
Kategori Novel
Dilihat 661 kali
Diskusi Belum ada komentar
Bagikan

Mahakurawa 1: Cakra Manggilingan

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja Anda
Lanjut Belanja
Keranjangku
Rp 90.000 Rp 120.000
Hemat Rp 30.000
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Pesan Langsung
Mahakurawa 1: Cakra Manggilingan
Rp 90.000 Rp 120.000
Tersedia / 978-602-6799-46-3
Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Detail Buku Mahakurawa 1: Cakra Manggilingan

Penulis : Anand Neelakantan

Tebal : 502 hlm

Ukuran : 14 x 20 cm

Penerbit : Javanica

Deskripsi :

Mahabharata, epos terbesar sepanjang masa, sering kali dipahami sebagai cerita tentang kebaikan (Pandawa) melawan kejahatan (Kurawa). Tetapi sejarah ditulis oleh pemenang. Bagaimana jika Kurawa menyimpan kisah yang luput dari kita? Di India, terdapat 1.260 versi Mahabharata. Di jagat pewayangan, ceritanya pun sangat beragam. Ada bagian Mahabharata karya Abiyasa yang lama hilang, yang ditulis dari sudut pandang Kurawa. Jaimini, murid Abiyasa, menulis kepahlawanan Duryudana. Hanya satu bagian dari versi tersebut, Aswatama Parwa, yang tersisa. Pada abad 2, pujangga Bhasa menulis Urubangga, yang memuja Duryudana. Pun ada beberapa cerita rakyat di India selatan yang menempatkan Duryudana sebagai pemimpin mulia, yang berani melawan tatanan kasta yang semena-mena.

Inilah Mahakurawa, kisah Mahabharata dari sudut pandang tokoh-tokoh yang dianggap jahat seperti Duryudana, Aswatama, dan Sengkuni, pun yang tertindas dan terlunta seperti Ekalaya, Karna, dan Jara. Mahakurawamempertanyakan apa yang baik dan apa yang jahat dan siapa sejatinya pemenang Bharatayuda. Mahakurawaadalah kisah dari sisi lain: yang kalah, yang terhina, yang terinjak-injak, yang bertempur tanpa berharap campur tangan dewata, yang meyakini bahwa tindakan mereka sesuai dharma! Dan jika Mahabharata pada akhirnya adalah kisah tentang kemenangan dharma atas adharma, kenapa dunia justru memasuki Kaliyuga?

 

“Buku-buku Anand memandang mitologi dari perspektif yang berbeda dan menyajikan poin pembalikan.”

—The Hindu

 

“Anand Neelakantan bukan hanya menyampaikan pikirannya tentang epos seperti Ramayana dan Mahabharata, melainkan juga menuliskannya dari sudut pandang antagonis.”

—The Asian Age

 

“Anand berusaha menerangi sisi kelam sosok-sosok antagonis dalam epos kita seperti Rahwana dan Duryudana.”

—DNA

 

Tags: ,

Produk Terkait
Diskusi Produk (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat:

Jl. Kasongan (Agen Wahana Timur Balai Desa Bangunjiwo) Gendeng RT 15, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, DIY 55184

Kurir

Pembayaran

Chat via Whatsapp
Pustaka Kita
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Pustaka Kita
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja