● online
- Hermeneutika; Teori Interpretasi dalam Pemikiran S
- Nabi Muhammad Menurut Zoroaster
- Intelijen, Teori Intelijen dan Pembangunan Jaringa
- Memori dan Imajinasi Nusantara
- Baginda Dahlan Abdullah - Bapak Kebangsaan Indones
- Manajemen Pendidikan Teori dan Praktik
- Pengantar Studi Hukum Islam: Prinsip Dasar Memaham
- Teaching Factory
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Max Havelaar
Rp 67.500 Rp 75.000| ISBN | 979-168-088-4 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Novel |
Penulis : Multatuli
Tebal : 396 hlm
Ukuran : 15 x 23 cm
Penerbit : Narasi
Max Havelaar
“Nak, jika mereka memberitahumu bahwa aku adalah bajingan yang tidak memiliki keberanian melakukan keadilan…, bahwa banyak ibu yang meninggal karena kesalahanku…, ketika mereka berkata bahwa ayah melalaikan tugas yang telah mencuri berkah dalam kepalamu…, oh, Max, Max, beritahu mereka betapa menderitanya aku!”
Multatuli
Multatuli merupakan nama samaran dari Eduard Douwes Dekker. Dia adalah anggota Dewan Pengawas Keuangan Pemerintah Belanda yang pertama kali ditempatkan di wilayah Batavia (Hindia-Belanda) pada 1840. Tahun 1842 ia meminta untuk dipindahkan ke Sumatra Barat. Di tahun yang sama pula, ia dipindahkan ke Natal, Sumatra Utara, untuk bertugas sebagai Kontelir. Baru setelah itu, dirinya ditugaskan di wilayah Lebak, Banten.
Selama bertugas sebagai perpanjangan tangan kolonial Belanda, Eduard Douwes Dekker justru menolak tegas model pemerintahan Belanda. Ke-tidakadilan, perampasan, serta penjajahan merupakan titik awal dari kritik dan penolakannya. Seorang Eduard Douwes Dekker jauh lebih memalingkan perhatiannya kepada fenomena kelaparan, penderitaan, serta ketertindasan yang dialami rakyat pribumi di Hindia-Belanda, terutama di wilayah yang pernah menjadi tempatnya bertugas.
Buku ini ditulis Multatuli di sebuah losmen yang disewanya di Belgia, pada musim dingin tahun 1859. Tulisannya merupakan kritik tajam yang telah “membuka”sebagian besar mata publik dunia, tentang betapa perihnya arti dari sebuah penindasan (kolonialisme). Dengan sebuah keyakinan yang ter-manifestasikan dalam ungkapan, “Ya, aku bakal dibaca”, Multatuli berjuang menghadirkan sebuah mahakarya sastra yang patut menjadi pelajaran bagi seluruh bangsa.
Max Havelaar
| Berat | 400 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.449 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Ivan Bunin Tebal : 190 hlm Ukuran : Penerbit : Basabasi Deskripsi : Cinta Mitya adalah novela karya penulis Rusia pemenang Hadiah Nobel, Ivan Bunin, yang ditulis pada tahun 1924. Novela ini pertama kali diterbitkan dalam buku XXIII dan XXIV dari Sovremennye zapiski, sebuah jurnal sastra yang dipelopori oleh para pendukung Partai Sosialis… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Penulis : Khrisna Pabichara Tebal : 209 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Javanica Deskripsi : JENDERAL KAMBING (Kisah Nyata Seorang Penggembala yang Menjadi Pejabat Negara) Namanya Ibrahim. Ia lahir tanpa disaksikan sang ayah yang sedang bertugas jauh. Seolah melengkapi penderitaannya, beberapa saat setelah lahir, ibunya menghembuskan napas yang terakhir. Ayahnya baru… selengkapnya
Rp 47.200 Rp 59.000Penulis : Frida Kurniawati, dkk. Tebal : 151 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Di Sebujit, listrik membanjir hanya dari pukul enam atau tujuh malam selama kurang lebih empat jam. Bahkan, pernah dalam suatu masa ketika kami tinggal di sana, listrik menyala dua atau tiga hari sekali, bukan… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Mochtar Lubis Tebal : xxiv + 198 hlm Ukuran : 11 x 17 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : “Apakah yang terasa jika kita membaca tulisan Mochtar Lubis? Menurut saya: kedekatan, kepedulian tinggi, dan adanya rasa immediacy. Judul-judul cerita yang langsung dan lugas seperti “Perempuan” “Semuanya Bisa Dibeli” “Cerita Sebenarnya Mengapa Haji… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 50.000Penulis : K. Nada Tebal : viii + 344 hlm Ukuran : 13 x 19 cm Penerbit : Andi Deskripsi : Lo nggak pernah sadar selama ini, Kei. Kenapa gue suka natap mata lo dengan sungguh-sungguh? Karena gue pengen cari tahu apakah yang gue rasain juga lo rasain. Apa ini pengakuan cinta? Apa ini termasuk… selengkapnya
Rp 75.650 Rp 89.000Novel ini berlatar di Yogyakarta pada masa awal penjajahan Inggris. Tokoh utama dalam novel ini bernama Willem Kappers, orang berkebangsaan Skotlandia yang mendarat di Indonesia karena sebuah misi: meneliti tentang bronjong atas saran John Casper Leyden. Ia mendarat bukan semata-mata karena itu, tapi lebih dimotivasi karena patah hati oleh keputusan Ailsa (tunangannya) yang memilih ayah Willem (Jeremias… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Penulis : Jules Verne Tebal : vi + 414 hlm Ukuran : 13 x 19 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Dari Penulis Besar Dunia, Jules Verne, Hadir Kini di Indonesia Mikhail Strogoff, Kurir Tsar Sebuah fiksi langka, berjenis spy thriller pertama untuk remaja. Ditulis oleh Jules Verne, pengarang besar dunia yang karya-karyanya banyak yg menjadi… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 90.000Evelyn merupakan gadis indigo yang bisa melihat dan berinteraksi dengan roh penasaran, salah satunya adalah roh Avira yang tiba-tiba meminta tolong padanya. Mulanya, Evelyn berpikir dia hanya sebagai jembatan bagi roh Avira dan seorang lelaki yang masih hidup bernama Raymond. Namun, di kemudian hari Evelyn mendapati kenyataan bahwa justru Avira-lah yang menjadi perantara Evelyn untuk… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Penulis : Arthur Conan Doyle Tebal : 156 hlm Ukuran : Penerbit : Noktah Deskripsi : Sebuah batu delima berharga ditemukan dalam tembolok seekor angsa yang hendak dihidangkan sebagai santapan Natal. Siapa pemiliknya dan bagaimana batu itu bisa sampai ke sana, tidak ada yang tahu. Satu-satunya petunjuk adalah angsa itu milik dari seorang pria yang… selengkapnya
Rp 49.300 Rp 58.000Pada tahun 1926-1927, pemberontakan rakyat terhadap Pemerintah Hindia Belanda rontok di tengah jalan. Tan Malaka, sosok revolusioner yang tak berhasil mencegah pemberontakan prematur tersebut, terlepas dari tangkapan. Bersama dua sahabatnya, Subakat dan Jamaluddin Tamin, ia mendeklarasikan Partai Republik Indonesia di Bangkok, kemudian berpencar, menyelundup ke negeri-negeri koloni di Asia Tenggara dan Tiongkok. Sementara di Tanah… selengkapnya
Rp 78.400 Rp 98.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.