Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami

Pemasaran
● online
Pemasaran
● online
Halo, perkenalkan saya Pemasaran
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
  • Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
  • Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
  • Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
  • Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Beranda » Agama » Memahami Cita-Cita Teks Agama
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

Memahami Cita-Cita Teks Agama

Rp 63.750 Rp 75.000
Hemat Rp 11.250
ISBN978-623-8108-59-6
Stok Tersedia
Kategori Agama

Penulis     : Husein Muhammad

Tebal         : 244 hlm

Ukuran     : 13 x 20 cm

Penerbit   : Ircisod

 

Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Memahami Cita-Cita Teks Agama

Problem mendasar dari munculnya aliran-aliran dalam Islam adalah problem dalam memahami cita-cita teks agama. Dasar dari semua aliran itu sama, yakni al-Qur’an dan hadits. Namun, pemahaman mereka terhadap dua teks itu berbeda-beda, bergantung pada metode dan pendekatan yang dipakai, agar kesimpulan yang didapatkan lebih mendekati kebenaran dan relatif sejalan dengan yang dimaksud oleh kedua teks tersebut.
Memahami teks tidaklah sekadar menafsirkannya, melainkan lebih dalam dan luas lagi, yakni melalui apa yang disebut sebagai “takwil”. Al-Qur’an menyebut kata ini (“takwil”) sebanyak 18 kali, sementara kata “tafsir” hanya satu kali. Nabi Muhammad Saw. juga sering menggunakan “takwil” untuk mendoakan sahabat-sahabat beliau.
Hal itu menunjukkan dengan jelas betapa “takwil” merupakan teori atau pendekatan yang memperoleh apresiasi tinggi dari Tuhan maupun Nabi Saw., dan menjadi cara generasi awal Islam dalam memahami teks keagamaan. Dengan takwil, pemahaman terhadap cita-cita teks lebih bersifat progresif daripada konservatif, dan lebih kontekstual daripada sekadar tekstual.
Sayangnya, takwil telah distigma sesat dan menyesatkan karena kata “takwil” telah demikian dipahami sebagai “hermeneutika” yang Barat sentris. Padahal, hermeneutika sendiri sebenarnya “Islami” karena berasal dari Hermes, yakni Nabi Idris As.

Tags: ,

Memahami Cita-Cita Teks Agama

Berat 260 gram
Kondisi Baru
Dilihat 356 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: