● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Membongkar Kekerasan Seksual di Pendidikan Tinggi: Pemikiran Awal
Rp 112.000 Rp 140.000| ISBN | 978-623-321-177-2 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sosial |
Membongkar Kekerasan Seksual di Pendidikan Tinggi: Pemikiran Awal
Penulis : Khaerul Umam Noer, Titiek Kartika H, dkk. (Editor)
Tebal : xvi + 298 hlm
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Penerbit : Obor Indonesia
Deskripsi :
Angka kekerasan seksual di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Catatan Tahunan Komnas Perempuan (2021) mencatat, dalam kurun waktu 12 tahun, kekerasan seksual meningkat sebanyak 792%. Kekerasan seksual dapat terjadi di berbagai tempat, salah satunya Perguruan Tinggi. Kekerasan seksual dapat terjadi di mana saja. baik pada ruang privat maupun publik. Kekerasan seksual yang terjadi di kampus bentuknya beragam, meliputi perilaku fisik maupun non-fisik (termasuk juga pelecehan seksual luar dan dalam jaringan), korbannya tidak hanya perempuan, namun juga laki-laki maupun orang dengan disabilitas. Dengan demikian, dalam rangka menciptakan kehidupan PT yang aman bagi sivitas untuk melaksanakan kegiatannya, perlu ada tindakan untuk menciptakan ruang yang aman tersebut.
Terciptanya kondisi aman tidak hanya ditentukan oleh persoalan fasilitas, namun juga kondisi di mana sivitas merasa terlindungi pada saat melakukan kegiatan belajar mengajar maupun ekstrakurikuler. Salah satunya adalah jaminan rasa aman tidak mengalami kekerasan seksual (Noer 2019, Nurtjahyo dan Saraswati, 2019). Jaminan rasa aman itu perlu berbentuk semacam peraturan khusus di PT, yang berbeda dari peraturan administratif lainnya.
Meski statistik mengenai angka kasus kekerasan seksual di PT tidak tersedia, namun pemberitaan di media massa menunjukkan bahwa kasus kekerasan seksual di PT di Indonesia masih terus bermunculan. Berdasarkan survei terhadap 76 pengelola PT di Indonesia, 75% responden menyatakan di kampusnya terjadi kasus kekerasan seksual (Jewkes, Sen and Garcia-Moreno, 2020). Hasil survei tersebut mengkonfirmasi pengamatan dan pemberitaan-pemberitaan tentang adanya kasus kekerasan seksual di PT. Kasus-kasus kekerasan seksual sangat sulit untuk diketahui dan diungkap.
Keberadaan aturan dan kebijakan terkait kekerasan seksual di PT semakin krusial, sebab angka kekerasan seksual di PT semakin meningkat setiap tahunnya. Laporan dari Tirto, Vice Indonesia dan the Jakarta Post misalnya, mencatat 174 laporan kekerasan seksual yang tersebar di 79 PT di Indonesia, dari total tersebut, tercatat 172 laporan oleh mahasiswa, 1 laporan oleh dosen, dan 1 laporan oleh staf (Tirto, 2020). Laporan ini tentu hanya puncak gunung es, sebab berdasarkan data Kemendikbud, terdapat 4550 PT dengan lebih dari 8 juta mahasiswa, artinya potensi tindak kekerasan seksual lebih tinggi dari laporan yang tersedia.
Kondisi ini bukannya tidak disadari oleh pemerintah. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi telah mengeluarkan Peraturan Menteri 30/2021 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di PT. Titik masalahnya terletak pada asumsi bahwa semua PT memiliki sumber daya dan dinamika sosio-kultural yang sama. Hal ini menjadi titik krusial, sebab tidak semua PT memiliki sumber daya, kompetensi, kapabilitas, dan komitmen yang sama untuk mengimplementasikan Permen tersebut.
Buku ini pada dasarnya adalah upaya advokasi bahwa kampus harus bebas dari kekerasan seksual. Dengan berbagi pengalaman, perspektif, dan praktik baik dari berbagai kampus, buku ini diharapkan mampu menyumbangkan gagasan dan menambah bahan bakar baru dalam upaya kolaboratif memberantas kekerasan seksual di pendidikan tinggi di Indonesia
Tags: obor indonesia, sosial
Membongkar Kekerasan Seksual di Pendidikan Tinggi: Pemikiran Awal
| Berat | 350 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 701 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
“Tak banyak akademisi yang pandai menulis esai. Dari yang tak banyak itu, lebih sedikit lagi yang sempat menulis esai. Lebih-lebih jika ia telah menduduki jabatan: dekan, rektor atau dirjen misal. Mujiburrahman adalah pengecualian. Di sela kesibukannya sebagai rektor, ia masih sempat dan rutin menulis esai. Esai penting karena bisa menjadi jembatan untuk menemui masyarakat kebanyakan…. selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Penulis : Nur Sayyid Santoso Kristeva Tebal : xiv + 474 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Pustaka Pelajar Deskripsi : Buku ini didedikasikan untuk semua intelektual progresif dan martin revolusi sosial. Untuk para aktivis yang telah menumbalkan diri pada realitas sosial. Untuk membangkitkan semangat perlawanan, membela rakyat yang terhisap dan tertindas…. selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Penulis : Bagong Suyanto dan Rahma Sugihartati Tebal : x + 70 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Graha Ilmu Deskripsi : Buku ini telah berhasil memotret situasi problematik yang dihadapi kaum perempuan dalam upaya pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga nelayan tradisional miskin, terutama pada saat mereka berusaha pengembangan diversifikasi usaha keluarga… selengkapnya
Rp 83.130 Rp 97.800Penulis : Dewi Candarningrum dkk. Tebal : 546 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : Cantrik Pustaka Deskripsi : Antroposen adalah konsep yang sangat integratif. Ini menyatukan pemikiran manusia tentang aspek spesifik dari gangguan sistem Bumi—seperti perubahan & krisis iklim atau hilangnya keanekaragaman hayati atau pengasaman laut—yang berfokus pada saling ketergantungan manusia. Hal… selengkapnya
Rp 136.000 Rp 160.000Satu di antara problem sosial keagamaan di Indonesia 1 yang masih terus bergejolak adalah menyoal kelompok-kelompok minoritas, termasuk Ahmadiyah. Keberadaan Jemaat Ahmadiyah sampai saat ini—secara politis dan sosiologis—masih dihantam pro dan kontra di kalangan masyarakat. Secara politis dan kekuasaan, mereka berada dalam bayang-bayang otoritas struktur kebijakan dan aturan yang mendiskreditkan dan di sisi sosiologis, sebagai… selengkapnya
Rp 80.750 Rp 95.000Penulis : Lucia Ratih Kusumadewi (Editor) Tebal : x + 92 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Pengelolaan pendidikan di Indonesia hari ini, cenderung mengedepankan urusan-urusan trivial dan melupakan masalah fundamental dalam pendidikan. Selain terjebak dalam pemaknaan pendidikan modern-populis yang sempit dan kurang mengakar pada filosofi pendidikan yang kuat,… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 50.000Penulis : Azhar N. Ahdiyat, Elin Herlina, Jerry D. Raharjaan, Rika Nugraha, Sigit Setya K., Yulyanto Tebal : x + 408 hlm Ukuran : 17,5 x 25 cm Penerbit : Deepublish Deskripsi : Pemikiran ilmiah lintas era yang tertuang pada buku ini merupakan implementasi dari penelusuran para penulis tentang berbagai hal yang berkenaan dengan bidang… selengkapnya
Rp 272.000 Rp 320.000Penulis : Pierre Wilbert Orelus Tebal : xxxviii + 350 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Pustaka Pelajar Deskripsi : Cara orang-orang di kelas menengah atas memahami keadilan sosial berbeda dari cara orang-orang dari kelompok-kelompoj yang sepanjang sejarah tertindas. Bagi kelompok-kelompok ini, keadilan sosial sebagai praksis tidak mencerminkan cara-cara yang menindas karena… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Atik Rochaeni Tebal : 248 hlm Ukuran : 17,5 x 25 cm Penerbit : Manggu Deskripsi : Pembangunan yang tidak berorientasi pada kesejahteraan publik akan kehilangan legitimasi sosial dan bisa memicu krisis sosial-politik. Oleh karena itu, kesejahteraan publik harus menjadi poros utama dari setiap kebijakan pembangunan, dalam kerangka negara hukum yang demokratis… selengkapnya
Rp 78.200 Rp 92.000Buku pengantar perspektif kepemudaan ini merupakan inisiatif awal dalam membangun tradisi kajian kepemudaan yang kredibel dan terhubung dengan komunitas pengkaji kaum muda (youth studies scholars) dalam level global. Buku pengantar ini menawarkan tiga perspektif utama dalam membaca mengenai kaum muda, antara lain: transisi, budaya kaum muda dan generasi sosial sekaligus mengajak pembaca untuk melihat aplikasinya… selengkapnya
Rp 52.000 Rp 60.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.