Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Pembebas dari Kesesatan....
- Komunkasi Fatis di Kalangan Penutur Jati Bahasa In....
- Otomatisasi Tata Kelola Keuangan SMK/MAK Kelas XI....
- Konflik Internal dan Kompleksitas Proxy War di Tim....
- Perbuatan Melawan Hukum Komisaris Terhadap Pemberh....
- Komunitas Tionghoa di Surabaya....
- Gusti Mboten Shareloc....
- Berbahasa Indonesia dengan Logis dan Gembira....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Merebut Kendali Kehidupan: Perjuangan Orang Wambon di Boven Digoel Menghadapi Serbuan Investasi
Rp 108.800 Rp 136.000| ISBN | 978-623-321-187-1 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sosial |
Merebut Kendali Kehidupan: Perjuangan Orang Wambon di Boven Digoel Menghadapi Serbuan Investasi
Penulis : Elvira Rumkabu, DKK
Tebal : xliv + 212 hlm
Ukuran : 14.5 x 21 cm
Penerbit : Obor Indonesia
Deskripsi :
Buku ini memperkaya khasanah pustaka tentang keberadaan Orang Asli Papua di daerah selatan Papua, khususnya Suku Wambon di Kampung Aiwat, yang secara administrasi pemerintahan dan politik berada di daerah ‘frontier’, daerah yang kaya dan menjadi rebutan, sasaran perluasan modal oleh korporasi transnasional maupun kelembagaan ekonomi penduduk migran semenjak zaman kolonial Belanda dan “zaman terang”, yang mengendalikan sistem sosial ekonomi dan memporak-porandakan struktur sosial masyarakat di kampung. Kajian ini menyajikan secara lengkap situasi etnografi dan relasi Suku Wambon dengan tanah dan hutan, situasi yang berubah, disharmoni dan perpecahan antara kelompok masyarakat, kebijakan dan pemaksaan yang mengeksklusi mereka, kontradiktif dengan amanat Undang Undang Otonomi Khusus Papua yang melindungi hak masyarakat adat. Terpapar kontradiksi sosial yang tidak adil membuat kesadaran kritis masyarakat adat di Kampung Aiwat untuk melawan ‘resistensi tiap hari’ dan mengembangkan prakarsa dalam berbagai bentuk aksi dan praktik. Membentuk kelompok usaha, penancapan salib berwarna merah, menolak menghadiri pertemuan negosiasi, berjejaring dengan organisasi masyarakat sipil dan gereja. Pengambil kebijakan negara, korporasi, pengelola program pembangunan, institusi keuangan, lembaga internasional, dan para pihak berkepentingan lainnya, perlu dan penting membaca buku ini, untuk berpikir cerdas dan menghasilkan kebijakan maupun tindakan yang bijaksana dalam memajukan dan memenuhi hak-hak Orang Aiwat, Suku Wambon, dan Orang Asli Papua.
Franky Samperante, Direktur Yayasan Pusaka Bentala Rakyat
Membaca fakta riil dari hasil riset di Boven Digoel ini menyakitkan bagi saya sebagai orang Papua. Namun di satu sisi, data-data ini membantu membongkar narasi palsu pemerintah Indonesia tentang keberhasilan pembangunan yang memanusiakan Orang Papua. Penjarahan kekayaan alam, deforestasi masif, perampasan lahan masyarakat bahkan difasilitasi dan dikawal oleh negara yang berkolaborasi dengan rezim kapital global. Potret ketidakhadiran negara benar-benar tersaji secara gamblang dalam tulisan ini. Terima kasih tak terhingga bagi para penulis yang membantu kami dan seluruh masyarakat Papua dengan menyediakan bukti otentik bahwa masih terjadi penjajahan melalui pembangunan terhadap orang Papua. Penelitian dan hadirnya buku ini adalah bagian dari gerakan penyelamatan kehidupan Orang Papua yang sedang termarginalkan dan menjadi kaum minoritas di atas tanahnya sendiri.
Esther Haluk, Aktivis Gerakan Rakyat Demokratik Papua (GARDA-P)
Tags: obor indonesia, sosial
Merebut Kendali Kehidupan: Perjuangan Orang Wambon di Boven Digoel Menghadapi Serbuan Investasi
| Berat | 250 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 683 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Bagong Suyanto dan Rahma Sugihartati Tebal : x + 70 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Graha Ilmu Deskripsi : Buku ini telah berhasil memotret situasi problematik yang dihadapi kaum perempuan dalam upaya pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga nelayan tradisional miskin, terutama pada saat mereka berusaha pengembangan diversifikasi usaha keluarga… selengkapnya
Rp 83.130 Rp 97.800Penulis : Muhammad Muhibbuddin Tebal : 536 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Perempuan pernah dilarang bersekolah, dilarang memilih, dilarang hadir di ruang publik. Sistem patriarki merasuk ke dalam hukum, agama, ilmu pengetahuan, bahkan ke dalam cara masyarakat menentukan siapa yang berhak atas martabat dan kebebasan. Feminisme tumbuh dari… selengkapnya
Rp 127.500 Rp 150.000Penulis : Khudori Tebal : xx + 248 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Bulog dan beras ibarat dua sisi dari sekeping mata uang. Keduanya seolah sejoli yang tak terpisahkan. Sejak berdiri pada 1967 sampai saat ini Bulog tak pernah lepas dari tetek bengek urusan beras. Akan tetapi,… selengkapnya
Rp 76.000 Rp 95.000Lebih dari 40.000 buku terjual, Cultural Studies: Theories and Practice ini telah menjadi panduan yang sangat diperlukan untuk meneliti budaya dalam beberapa generasi mahasiswa. Di sini, segala hal yang ingin Anda ketahui, dengan semua konsep utama, berbagai teori dan pemikir dalam satu sumber yang komprehensif dan mudah diakses. Mengajarkan kepada Anda landasan kajian budaya dari ideologi,… selengkapnya
Rp 238.000 Rp 280.000Penulis : Rahardjo Adisasmita Tebal : xiv + 232 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Expert Deskripsi : Sektor pedesaan memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan perekonomian Indonesia, sekitar 60 persen jumlah penduduk bermukim dan bekerja di pedesaan, yang jumlah keseluruhannya sekitar 70.000 buah desa. Sektor utamanya adalah sektor pertanian, secara… selengkapnya
Rp 123.080 Rp 144.800Penulis : Cahyo Pamungkas (Ed.) Tebal : xiv + 182 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Buku ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pada proses-proses pembangunan perdamaian di Indonesia, terutama melalui kerukunan dan kondisi sosial antar kelompok-kelompok aliran keagamaan. Menguatnya semangat untuk melaksanakan ritual-ritual agama dan meningkatnya penggunaan simbol-simbol… selengkapnya
Rp 56.000 Rp 70.000Penulis : David Goldblatt Tebal : 104 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Di antara teoretikus-teoretikus kontemporer, Gorz telah menarik perhatian besar dari gerakan-gerakan lingkungan di Barat. Ini tidaklah mengejutkan. Gorz memiliki lebih banyak tautan garis silsilah intelektual dari ahli-ahli lingkungan yang cenderung radikal. Gorz berupaya mendiagnosis bidang paralel… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Huub de Jonge Tebal : 264 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Cantrik Pustaka Deskripsi : Sepanjang 150 tahun produksi garam di Madura, khususnya Sumenep, selama itu pula para petaninya berjuang melawan mendapat tempat sentral dalam “perbudakan”-istilah yang dialami mereka selama menjadi buruh garam dari generasi ke generasi. Sempat menjadi… selengkapnya
Rp 93.500 Rp 110.000Penulis : Rahardjo Adisasmita Tebal : xiv + 216 hlm Ukuran : 17 x 24 cm Penerbit : Expert Deskripsi : Pembangunan pedesaan dan perkotaan pada prinsipnya tidak dapat di pisahkan satu sama lainnya, karena keduanya bersifat komplementer, saling membutuhkan dan menunjang. Pembangunan pedesaan sangat luas aspeknya, yang penting dipelajari adalah mengenai tujuan dan strategi… selengkapnya
Rp 117.980 Rp 138.800Buku ini diterbitkan oleh C. Snouck Hurgronje pada tahun 1915. Ia menyelidiki latar belakang, sifat, serta penyelewengan makna jihad yang dideklarasikan oleh Ottoman (Turki Utsmani) dan mendapatkan dukungan penuh dari Jerman pada Perang Dunia I. Ditulis dengan fokus pada kepentingan Belanda di wilayah jajahan Hindia Timur, Hurgronje menyajikan analisis bahwa upaya Jerman dalam memanipulasi dan… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.