Beranda » Agama » Menolak Mazhab Wahabi

Menolak Mazhab Wahabi

DISKON 15% ISBN: 978-623-7327-33-2 Stok: Tersedia
Berat 300 gram
Kondisi Baru
Kategori Agama
Dilihat 1.006 kali
Diskusi Belum ada komentar
Bagikan

Menolak Mazhab Wahabi

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja Anda
Lanjut Belanja
Keranjangku
Rp 50.575 Rp 59.500
Hemat Rp 8.925
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Menolak Mazhab Wahabi
Rp 50.575 Rp 59.500
Tersedia / 978-623-7327-33-2
Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Detail Buku Menolak Mazhab Wahabi

Penulis     : Sayid Ahmad bin Zaini Dahlan

Tebal         : 236 hlm

Ukuran     : 14 x 21 cm

Penerbit   : Turos Pustaka

Deskripsi :

Penulis buku ini, Sayid Ahmad bin Zaini Dahlan (1816-1886 M), adalah ulama alim yang namanya tak asing bagi umat Islam dunia, termasuk di Indonesia. Sosoknya terkenal dan terpandang, karena sebagian besar sanad keilmuan ulama-ulama kita tersambung langsung ke beliau. Mereka yang pernah menimba ilmu dan menjadi murid beliau, antara lain: Imam Nawawi al-Bantani, K.H. Saleh Darat (Guru dari K.H. Hasyim Asya’ari, K.H. Achmad Dahlan, dll.), Syeikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi, Sayyid Utsman Betawi, Syeikh Abdul Hamid Kudus, Kyai Muhammad Khalil al-Maduri,  Tuan Kisa’i al-Minangkabawi (kakeknya Buya Hamka), dan lain-lain.

Lahir di Makkah 1816 M, beliau adalah keturunan langsung Nabi Muhammad dari jalur Sayyidina Hasan bin Ali RA.  Beliau juga imam sekaligus mufti terakhir kota Mekkah dan Madinah pada zaman Kesultanan Turki Ustmani.

Buku ini merupakan respons ilmiah beliau yang melawan gerakan Wahabi pada awal-awal kemunculannya. Sebuah risalah klasik yang secara komprehensif memaparkan ajaran Ahlus Sunnah wal Jammah sekaligus membantah pandangan-pandangan keliru kaum Wahabi terkait persoalan-persoalan yang selama ini dipakai untuk menyerang umat Islam lainnya. Mulai dari tema  istighatsah, tawasul, tabaruk, maulid Nabi, ziarah makam Nabi, syafaat, persoalan takfir (pengkafiran sesama muslim) dan persoalan-persoalan lainnya.

Bisa dikatakan, buku ini merupakan sumbangsih yang sangat berharga dari Sayid Ahmad bin Zaini Dahlan, selain tentu saja buku-buku beliau lainnya, yang bisa menjadi  rujukan terlengkap umat Islam dalam mendiskusikan kontroversi pemikiran gerakan Wahabi dalam bingkai akademik dan suasana damai yang bisa saling menghargai. Selamat membaca!

Siapa Penulis Buku ini?

  • Syekh Ahmad bin Zaini Dahlan
  • Keturunan Syekh Abdul Qadir al-Jailani
  • Mufti Mazhab Syafi’i dan Syaikh al-Haram (Ulama tertinggi di Masjidil Haram)
  • Menguasai empat mazhab secara sempurna
  • Guru: Zaini Dahlan, Syekh Utsman bin Hasan ad-Dimyathi al-Azhari, Syekh Muhammad bin Husain al-habasyi (mufti Mekkah), Habib Umar bin Abdullah al-Jufri
  • Murid: Syekh Nawawi al-bantani, Kiai Muhammad bin Abdullah as-Suhaimi, Kiai Muhammad Saleh Darat, Sayyid utsman bin Yahya al-Batawi

Buku ini menjelaskan mengenai:

  • Ziarah makam nabi
  • Tawasul
  • Istighatsah
  • Peringatan Maulid Nabi dan Pengagungan
  • Benda-benda di Seputar Ka’bah
  • Menghadap ke Makam Rasul ketika Berdoa
  • Syafaat
  • Penjelasan mengenai karya-karya Ibnu Arabi
  • Matan Kitab Syajarah al-Kawn (teks asli Bahasa Arab)

Kelebihan Buku:

  • Diterjemahkan secara profesional
  • Membahas secara tuntas tentang Wahabisme
  • Ditulis oleh ulama Islam tepercaya

Quotes:

  • Dalam hadis sahih yang telah disepakati kebenarannya (muttataq ‘alaih), terdapat perintah untuk melakukan ziarah kubur. Dan tentu saja, kubur atau makan nabi kita Muhammad saw. lebih utama, lebih layak, lebih berhak, dan lebih mulia untuk diziarahi, bahkan tidak bisa dibandingkan dengan makam orang lain.
  • Tawasul dengan perantara Nabi Muhammad saw. sebelum beliau diciptakan, atau ketika beliau masih hidup, atau setelah beliau meninggal, itu diperbolehkan. Dan dibolehkan pula bertarasul dengan orang-orang pilihan selain Nabi, sebagaimana dicontohkan oleh Umar ketika ber-istisqa dengan perantara Abbas.
  • Barang siapa melecehkan derajat kemuliaan Rasulullah Saw., sejatinya dia telah berbuat maksiat atau bahakan kafir. Sebaliknya, barang siapa mengagungkan Rasulullah dengan berbagai bentuk pengagungan, seraya tidak menyifati beliau dengan salah satu sifat ketuhanan, maka dia telah melakukan kebenaran.
  • Dalam kitab al-Musnad miliknya, Imam Abu Hanifah meriwayatkan dari Ibnu Umar ra., ia berkata, “Termasuk bagian dari sunah adalah menghadap ke arah makam Nabi yang mulia dan membelakangi kiblat.”
  • Rasulullah menjawab, “Tidak. Sesungguhnya aku meminum air itu karena ingin mendapatkan keberkahan dari umat Islam dan dari apa yang disentuh oleh tangan-tangan mereka.” Jika Rasulullah saja mengatakan demikian, lantas bagaimana dengan orang lain menurut Anda.

 

DAFTAR ISI

  • Mukadimah
  • Biografi Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan
  • Kelahiran dan Garis Keturunan
  • Menuntut Ilmu
  • Guru-Guru
  • Murid-Murid
  • Metode Pengajaran
  • Karya-Karya
  • Wafat
  • Kilas Balik Kesesatan Wahabi
  • Kebrutalan
  • Ciri-Ciri
  • Ziarah Makam Nabi
  • Tawasul
  • Istighatsah
  • Peringatan Maulid Nabi dan Pengagungan Benda-Benda di Seputar Ka’bah
  • Menghadap ke Makam Rasul Ketika Berdoa
  • Syafaat
  • Menyebut Nama Orang yang Sudah Mati Ketika Berdoa
  • Mengafirkan Umat Islam
  • Mencari Keberkahan dari Bekas Orang Saleh
  • Kisah dan Hikmah

Glosarium

 

Tags: ,

Buku Terkait
Diskusi Produk (0)

Silakan tulis komentar Anda

Alamat:

Jl. Kasongan (Agen Wahana Timur Balai Desa Bangunjiwo) Gendeng RT 15, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, DIY 55184

Kurir

Pembayaran

Chat via Whatsapp
Pustaka Kita
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Pustaka Kita
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja