Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami

Pemasaran
● online
Pemasaran
● online
Halo, perkenalkan saya Pemasaran
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
  • Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
  • Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
  • Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
  • Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Beranda » Agama » Menusantarakan Islam
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

Menusantarakan Islam

Rp 76.500 Rp 90.000
Hemat Rp 13.500
ISBN978-623-8108-55-8
Stok Tersedia
Kategori Agama

Penulis     : Aksin Wijaya

Tebal         : 318 hlm

Ukuran     : 14 x 20 cm

Penerbit   : Ircisod

 

Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Menusantarakan Islam

Sepanjang karier intelektualnya, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tidak pernah menulis satu buku utuh yang secara khusus diperuntukkan sebagai eksposisi atas pemikiran-pemikiran genuine-nya. Karya-karyanya, yang hampir seluruhnya berupa artikel, pun tidak memiliki pretensi ambisius untuk membangun sebuah sistem teori. Sebagai guru bangsa, Gus Dur hanya bergulat dengan seabrek problematika umat dan berupaya membimbing mereka agar tetap berada di rel yang benar, dan khusus untuk model keberagamaan umat Islam Indonesia, ia namai rel itu sebagai “Islam pribumi”. Hasil pemikirannya ini telah menjadi salah satu cabang dari disiplin ilmu Islamic studies, yakni “Islam dan budaya lokal”, yang diajarkan di kampus-kampus Islam dalam negeri, dan lebih dari itu, Abdurrahman Wahid Studies didirikan setidaknya di beberapa kampus di Amerika Serikat dan Australia sebagai program studi bidang minat.

“Islam pribumi” itulah yang dikaji secara mendalam di dalam buku Menusantarakan Islam ini. Dengan keterampilannya membongkar satu artikel ke artikel lainnya karya Gus Dur, dalam satu tarikan napas, Aksin Wijaya memformulasikan secara ciamik pemikiran Gus Dur dengan bahasa yang lugas dan mudah dicerna. Lebih dari itu, Aksin Wijaya bahkan mengembangkan “Islam pribumi” Gus Dur dengan memberikan tekanan kontekstualisasi teoretis sedemikian rupa sehingga dapat dioperasionalkan dalam lingkungan keberislaman kita saat ini. Dengan kontekstualisasi itu, “Islam pribumi” Gus Dur mendapatkan wajah kontemporernya. Aksin Wijaya menamai pengembangan teoretiknya, yang ia anggap sebagai wajah baru Islam Nusantara, dengan nomenklatur “Islam antroposentris-transformatif”, yakni Islam yang otonom dari budaya Arab; otonom dari aliran, organisasi, dan lembaga keagamaan; Islam yang lebih membumi, lebih membela manusia, yakni Islam yang hanya punya satu tujuan utama: menyebarkan pesan damai.

Tags: ,

Menusantarakan Islam

Berat 300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 279 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: