● online
- Sistem Informasi Geografis....
- 99 Cahaya di Langit Eropa....
- Analisis Wacana; Kajian Teoritis dan Praktis Edisi....
- Sistem Pertanian Terpadu: Pengukuran Potensi Sumbe....
- 21 Aktivitas Pengasah Kecerdasan Anak....
- Penilaian Mutu Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas....
- Mitos-Mitos Legendaris dalam Khazanah Klasik Musli....
- Profesional dan Mapan Lewat Bisnis Recehan....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Mereka Hilang Tak Kembali: Sejarah Kekerasan Orde Baru 1966-1998
Rp 74.800 Rp 88.000| ISBN | 978-623-5280-23-3 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Politik |
Mereka Hilang Tak Kembali: Sejarah Kekerasan Orde Baru 1966-1998
Penulis : Aristayanu Bagus, AS Rimbawana, Deby Hermawan, Putro Wasista
Tebal : xxii + 211 hlm
Ukuran : 13 x 19 cm
Penerbit : EA Books
Deskripsi :
Orde Baru sering dikenang sebagai era stabilitas politik dan pembangunan ekonomi. Namun di balik retorika itu, sejarah mencatat deretan tragedi berdarah yang menelan korban jiwa, menghancurkan kehidupan, dan meninggalkan trauma panjang.
Mereka Hilang Tak Kembali: Sejarah Kekerasan Orde Baru 1966–1998 menyajikan peta kronologis kekerasan negara selama lebih dari tiga dekade rezim Soeharto. Dari pembantaian massal 1965–1966, Malari 1974, Petrus 1980-an, Tanjung Priok 1984, Talangsari 1989, hingga Kudatuli, penculikan aktivis, dan tragedi Mei 1998 — buku ini menunjukkan pola impunitas yang terus berulang.
Ditulis dengan gaya populer-kritis, buku ini menggabungkan riset arsip, laporan Komnas HAM, dan kesaksian korban menjadi narasi yang mudah diikuti pembaca umum. Tidak seberat karya akademis murni, namun tetap menyajikan data kredibel yang menjadikannya rujukan penting.
Lebih dari sekadar catatan sejarah, Mereka Hilang Tak Kembali adalah ajakan untuk menolak lupa. Ia menghadirkan kembali suara korban dan menyuarakan peringatan: kekerasan politik bisa terulang jika ingatan kolektif dihapus.
Mereka Hilang Tak Kembali: Sejarah Kekerasan Orde Baru 1966-1998
| Berat | 250 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 222 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Empat pilar kebangsaan adalah tiang penyangga yang kokoh (soko guru) agar rakyat Indonesia merasa nyaman, aman, tenteram dan sejahtera serta terhindar dari berbagai macam gangguan dan bencana. Suatu Negara akan berjalan dengan baik bila Negara tersebut berprinsip dengan ideologi yang sesuai dengan karakteristik penduduknya. Empat pilar berbangsa dan bernegara mengurai tentang macam-macam ideologi di dunia,… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Penulis : Zainuddin Tebal : 240 hlm Ukuran : 15,8 x 21 cm Penerbit : Manggu Kiai merupakan sosok sentral dan aktor utama perubahan di masyarakat, serta menjadi sosok yang menjadi panutan dan diikuti semua fatwa dan tindak-tanduknya. Praktik politik kiai merupakan realitas sosial dan historis sejak terbukanya kran demokrasi sejak era reformasi. Buku Jejak… selengkapnya
Rp 64.175 Rp 75.500Penulis : Toto Rahardjo dan Oka Karyanto Tebal : xvi + 245 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : EA Books Deskripsi : Buku Demokrasi Para Perampok. Pada saat genting, penguasa yang hampir lengser tidak segan mengerahkan seluruh kekuatan untuk menegaskan dominasinya. Dengan cara ini mereka menciptakan persepsi publik bahwa kepemimpinan mereka masih… selengkapnya
Rp 74.800 Rp 88.000Pengakuan dunia terhadap kekayaan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) Pulau Kalimantan, Indonesia, telah ditunjukkan sejak ratusan tahun oleh banyak ilmuan. Sumber Daya Alam (SDA). Kalimantan tidak hanya kaya KEHATI dan ekosistemnya tetapi juga berbagai jenis tambang, terutama tambang batu bara, minyak bumi dan gas alam. Sumber Daya Atam ini harus dikelola secara efisien dan ramah Lingkungan. Proses… selengkapnya
Rp 57.800 Rp 68.000Penulis : Tgk. Hasanuddin Yusuf Adan Tebal : x + 256 halaman Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Pena Press Deskripsi :
Rp 52.700 Rp 62.000Penulis : Alvi Furwanti Alwie Tebal : Ukuran : 17,5 x 25 cm Penerbit : Manggu Deskripsi : Buku ini membahas mengenai konsep startegi bauran pemasaran politik dan keputusan memlilih. Buku ini juga menerangkan ilmu marketing yang dapat berperan dalam perkembangan kajian ilmu politik sehingga perkembangan teori pada pemasaran politik yaitu pada pembentukan variabel bauran… selengkapnya
Rp 77.350 Rp 91.000Penulis : Wawan Mas’udi dan Cornelis Lay (Editor) Tebal : xii + 270 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Has democracy in Indonesia brought about welfare for its citizens? If yes, how does it work? What types of channels to materialize welfare program for citizens? And how does this… selengkapnya
Rp 120.000 Rp 150.000Penulis : Jafar Suryomenggolo Tebal : 256 hlm Ukuran : 13 x 19 cm Penerbit : EA Books Deskripsi : Di abad ke-21 ini, pemerintah Indonesia punya ambisi untuk menjadi “negara berpendapatan tinggi”. Ambisi tersebut selambat-lambatnya hendak dicapai pada 2045, bertepatan dengan 100 tahun proklamasi kemerdekaan kita sebagai bangsa yang berdaulat. Boleh jadi, hal tersebut… selengkapnya
Rp 74.800 Rp 88.000Penulis : Riant Nugroho Tebal : viii + 192 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Pustaka Pelajar Deskripsi : Buku kecil ini adalah bentuk literasi publik tentang bagaimana pemilu yang berjalan di Indonesia, dan bagaimana seharusnya pemilu untuk Indonesia. Setidaknya ada tiga isu yang diangkat. Pengalaman pemilu, penyelenggara pemilu, dan partai politik…. selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Firmanzah Tebal : 624 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Buku karya Firmanzah, Ph.D ini secara jernih mencoba memahami keterkaiatan antara persaingan, legitimasi kekuasaan, dan praktik marketing politik selama Pemilu 2009. Data dan informasi dikemas dalam bahasa akademis menjadikan buku ini menjadi salah satu referensi penting… selengkapnya
Rp 96.000 Rp 120.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.