Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Mitologi
Penulis : Roland Barthes
Tebal : xvi + 244 hlm
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Penerbit : Kreasi Wacana
Deskripsi :
Di dalam sinetron-sinetron, tokoh berkacamata diasosiasikan dengan orang yang jenius tapi lugu, lebih banyak hidup dengan buku tapi sering kerepotan menjalani pergaulan di dunia nyata sehari-hari, mampu menjawab soal ujian dengan baik tapi gugup setengah mati ketika dibawa ke tempat hiburan malam. Di sini kacamata menandakan kelebihan.
Namun jika dipikir-pikir benar arti dasar dari kacamata, sebetulnya benda ini lebih berkaitan dengan cacat indera penglihatan yang tidak cuma disebabkan keseringan membaca buku. Di sini kacamata adalah tanda dari kekurangan.
Sebagai sebuah tanda (sign) di semesta bahasa, pengertian kacamata adalah alat bantu bagi orang yang penglihatannya sudah cacat. Sebagai sebuah penandaan (signification) di semesta mitos, pengertian itu dibelokkan dan dinaturalkan menjadi lambang kecerdasan. Mitos memaksa orang untuk menerima makna kacamata yang sudah dibelokkan ini sebagai sesuatu yang memang seharusnya begitu. Manakala kacamata diterima sebagai sesuatu yang hanya menandakan kejeniusan, saat itulah kacamata telah dimitoskan.
Di atas adalah salah satu ilustrasi dari tiga cara membaca mitos yang dikemukakan Roland Barthes di buku ini. Lebih sekadar memaparkan cara-cara membaca mitos secara semiologis, dia juga mendedahkan contoh-contoh mitos yang bertebaran di tengah kehidupan modern abad 20. Bertolak dari kasus-kasus faktual dan diakhiridengan penjelasan teoritis dalam melihat mitos, Roland Barthes secara padat dan singkat menyatakan mitos sebagai sebuah tipe wicara, dan oleh karena itu mitos sebenarnya adalah salah satu dari sekian banyak cara menyampaikan pesan.
Karya ini terjadi buku standar studi semiologi karena dia tidak berpretensi menentukan mana mitos yang “baik dan benar” dan mana yang tidak, akan tetapi menjelaskan bagaimana cara kerja mitos itu sendiri sebagai sesuatu yang netral. Dan yang lebih penting lagi, dia menjelaskan apa saja yang dapat jadi mitos dan kenapa.
Tags: kreasi wacana, sosial politik
Mitologi
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.415 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Abdul Arif Tebal : 150 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi :
Rp 34.000 Rp 40.000Penulis : Richard Jenkins Tebal : vi + 298 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Kreasi Wacana Deskripsi : Biasa jadi terdapat sedikit keragaman akan arti penting kontribusi Bourdieu dalam sosiologi dan antropologi sosial. Dengan meninggalkan Althuser. Barthes dan Foucoult, melebihi figure lain semisal Boudon Touraine, dia tampil untuk menunjukkan nilai dan… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Tulus Warsito dan Wahyuni Kartikasari Tebal : xv + 242 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Buku ini memaparkan cukup banyak mengenai bidang yang amat menarik dari hubungan internasional pada masa pasca Perang Dingin. Penggunaan konsep-konsep politik internasional yang lebih solid, dan contoh-contoh yang lebih tepat, serta ditopang oleh… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Jurgen Habermas Tebal : xxx + 290 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Kreasi Wacana Deskripsi : Untuk bisa mengikuti argumen-argumen yang disajikan di buku Konstelasi Paska-Bangsa ini tidak mensyaratkan kita punya keahlian khusus di dalam teori-teori Habermas. Fakta dalam buku ini tentunya dapat menjelaskan fokus utama Habermas selama ini… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Ferdhi F. Putra Tebal : xii + 210 hlm Ukuran : 13 x 19 cm Penerbit : EA Books Deskripsi : Sebelum dikenal sebagai gerakan politik, anarkisme lebih dulu dikenal sebagai gerakan moral, bahkan hingga hari ini. Para anarkis adalah orang-orang yang menjadikan nurani dan kebebasan mutlak sebagai pijakannya. Mereka tidak menoleransi gerakan… selengkapnya
Rp 66.300 Rp 78.000“Tidak banyak orang yang bisa saya ajak bicara tentang visi dan misi organisasi ini. Ada semacam kendala buat mereka bicara perkara visi dan misi itu. Mereka lebih tertarik bicara perkara yang praktis-praktis saja, seperti target kerja individu dan sebagainya. Akibatnya, saya mengalami kesulitan untuk menempatkan diri saya dalam organisasi ini.” Itu keluhan yang pernah diungkapkan… selengkapnya
Rp 70.550 Rp 83.000Penulis : Zainuddin Maliki Tebal : 329 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Buku sosiologi politik ini merupakan rangkaian kajian kritis tentang isu-isu penting yang berkaitan dengan kekuasaan atau power, relasi ‘state’ dan ‘civil society’, demokrasi dan formasi masyarakat klasik maupun kontemporer, elite dan kajian klas, serta kajian… selengkapnya
Rp 68.850 Rp 81.000Penulis : Sahat Aditua Fandhitya Silalahi, dkk Tebal : xii + 110 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Buku ini mengusung satu tema tentang pembangunan daerah kepulauan yang strategi dalam pengambilan kebijakan harus menghadapi karakter dan tantangan tersendiri sebagai konsekuensi provinsi berbentuk kepulauan. Di sisi lain, provinsi kepulauan memiliki… selengkapnya
Rp 60.000 Rp 75.000Penulis : Hasanatul Jannah Tebal : 344 hlm Ukuran : Penerbit : IRCiSoD Deskripsi : Bagi masyarakat Madura, nyai tidak hanya menjadi simbol keilmuan dan keagamaan, tetapi juga sebagai simbol perlawanan atas berbagai ketidakadilan. Meskipun ketokohannya kerap dianggap tidak sentral di dalam masyarakat patriarki di Madura, ternyata para nyai memiliki peran yang signifikan, yang berhasil… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Penulis : Longgina Novadona Bayo, Purwo Santoso (Editor) Tebal : viii + 452 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Democracy is frequently considered a single (and thus uniform) national programme. However, political structures and opportunities differ clearly in various contexts, and as such they have their own influences… selengkapnya
Rp 96.000 Rp 120.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.