● online
- Bentanglahan Geografi Yogyakarta dan Sekitarnya....
- Penyakit Tular Rodensia....
- Dasar-dasar Keuangan Syariah....
- Pedoman Lengkap Kesempurnaan Beribadah (Maraqi Al-....
- From Zero to a Pro: Pemrograman C+cd....
- The Power of Overthinking; Seni Mengubah Energi Pi....
- 13 Kisah Horor Di Pesantren....
- Practical Grammar: Grammar Book Special Edition....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Njawani: Bagaimana Keluarga Jawa Menciptakan Anak-Anak yang Patuh
Rp 49.300 Rp 58.000| ISBN | 978-623-96940-5-0 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Budaya |
Dalam keluarga Jawa, orang tua adalah struktur objektif dominan sementara anak dianggap subjek belaka. Anak yang pada awalnya nir-nilai, kosong, kemudian diisi. Anak sama sekali belum memahami dunia, keluarga memahamkannya, jika bukan memaksanya untuk mengerti dunia dari sudut pandang tertentu. Praktik ini kemudian melahirkan “orang Jawa”, agar njawani, yang berarti berpikir dan bertindak secara Jawa.
Njawani: Bagaimana Keluarga Jawa Menciptakan Anak-Anak yang Patuh
Penulis : Reka Sakti
Tebal : x + 140 hlm
Ukuran : 13 x 19 cm
Penerbit : EA Books
Deskripsi :
Dalam keluarga Jawa, orang tua adalah struktur objektif dominan sementara anak dianggap subjek belaka. Anak yang pada awalnya nir-nilai, kosong, kemudian diisi. Anak sama sekali belum memahami dunia, keluarga memahamkannya, jika bukan memaksanya untuk mengerti dunia dari sudut pandang tertentu. Praktik ini kemudian melahirkan “orang Jawa”, agar njawani, yang berarti berpikir dan bertindak secara Jawa.
Melalui anak, keluarga dapat mewariskan “kehidupan” dari generasi sebelumnya. Proses pewarisan tersebut berlangsung dalam jangka waktu yang lama—mulai dari subjek kosong hingga “benar-benar lepas” dari keluarganya. Di situ pula praktik kekuasaan keluarga berlangsung dan berulang, terus menerus mereproduksi subjek-subjek njawani. Sebuah kekuasaan yang memungkinkan orang tua untuk memaksakan kehendak serta membatasi kebebasan anak.
Njawani: Bagaimana Keluarga Jawa Menciptakan Anak-Anak yang Patuh
| Berat | 200 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.389 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Suku Bajo adalah suku bangsa Nusantara yang hidup di laut. Mereka membangun rumah-rumahnya di atas laut. Mereka dikenal orang-orang darat sebagai orang laut. Karena semenjak dahulu orang-orang Bajo kerap mengembara dengan perahu, populasi mereka pun tersebar di banyak perairan Nusantara. Sebagaimana penduduk Jawa mempunyai agama Jawa dan penduduk Sunda mempunyai Sunda Wiwitan, orang-orang Bajo juga… selengkapnya
Rp 59.200 Rp 74.000Kisah-kisah mistik memang telah sangat lekat dengan ritme kehidupan masyarakat Tanah Air, tak terkecuali masyarakat Kalimantan. Di pulau yang dikenal dengan eksotisme hutannya itu, cerita horor bukan lagi sekadar mitos, melainkan telah menjadi legenda. Buku ini merangkum 13 kisah horor yang melegenda di tanah Kalimantan, salah satunya adalah kuyang. Makhluk halus yang paling membuat geger… selengkapnya
Rp 58.225 Rp 68.500Penulis : Devi Riskianingrum Tebal : 185 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi :
Rp 38.250 Rp 45.000Mungkin banyak yang beranggapan bahwa kisah horor hanya berkutat pada tiga tempat saja, yaitu rumah sakit—khususnya kamar mayat, kuburan, dan rumah atau bangunan tua yang lama tak ditinggali. Nyatanya, tempat yang selalu dihiasi aktivitas ibadah seperti pesantren juga tak steril dari cerita mistik. Meski terkesan tak masuk akal, tetapi sesungguhnya ini adalah hal lumrah karena… selengkapnya
Rp 58.225 Rp 68.500Penulis : Syaiful Amri Tebal : xviii + 178 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Putu Wijaya., Sastrawan Indonesia DKJ pernah punya program mensosialisasikan Teater Rakyat ke masyarakat. Lenongpun dibawa keliling. Habis pergelaran seorang anak muda berkomentar. “Lho in ikan niru-niru Lenong Rumpi”. Anekdot yang beneran terjadi itu… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 85.000Penulis : Yasraf Amir Piliang Tebal : 386 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : Cantrik Pustaka Deskripsi : Buku ini dimulai dengan definisi semiotika yang mencengangkan dari Umberto Eco. Secara tandas ia mewedarkan bahwa semiotika pada prinsipnya adalah “sebuah disiplin yang mempelajari segala sesuatu yang dapat digunakan untuk berdusta (lie).” Definisi Eco… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Penulis : Nur Khalik Ridwan Tebal : 332 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Waringin Sungsang sangat dikenal sebagai ngelmu yang berhubungan dengan Sunan Kalijaga. Sayangnya, selama ini, ngelmu ini kerap dinarasikan sebagai ajian-ajian tertentu. Buku ini hadir untuk meluruskan stigma tersebut. Buku ini menjelaskan bahwa ngelmu ini sejatinya… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Penulis : R.M. Soedarsono Tebal : 418 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Buku ini merupakan semacam ensiklopedia mini yang menyajikan secara lengkap perkembangan seni pertunjukan di Indonesia. Untuk itulah perlunya penelusuran sejarahnya sejak masa prasejarah hingga masa kini, karena ada beberapa bentuk seni pertunjukan yang jika dilihat… selengkapnya
Rp 45.900 Rp 54.000Dunia yang berlari telah membawa umat manusia—dalam skala global—ke dalam sebuah ruang-waktu, kesadaran dan pengalaman baru, yang tak terbayangkan sebelumnya. Dunia yang berlari telah menciptakan sebuah “dunia kehidupan” (life world), yang tak terpikirkan sebelumnya. Ia telah mengubah bentuk kehidupan, tempo kehidupan, cara hidup, relasi sosial, pertukaran ekonomi, pertarungan politik, panggung seni, nilai budaya dan makna… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Umumnya sejarawan yang meneliti dan menulis tentang sejarah Bugis mengandalkan sumber-sumber asing, terutamanya sumber Belanda. Penulis buku ini memilih cara lain dengan menggunakan sumber lokal yang disebut lontaraq sebagai sumber utamanya. Perkawinan dan konflik adalah siklus politik yang senantiasa menyertai dinamika sejarah politik orang Bugis di Sulawesi Selatan. Jika perkawinan menjadi petunjuk luasnya jaringan kekerabatan… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.