Beranda » Bahasa dan Sastra » Novel » Sepasang Mata Kelabu dan Burung-Burung yang Mati

Sepasang Mata Kelabu dan Burung-Burung yang Mati

DISKON 15% ISBN: 978-602-391-799-0 Stok: Tersedia
Berat 200 gram
Kondisi Baru
Kategori Novel
Dilihat 175 kali
Diskusi Belum ada komentar
Bagikan

Sepasang Mata Kelabu dan Burung-Burung yang Mati

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja Anda
Lanjut Belanja
Keranjangku
Rp 42.500 Rp 50.000
Hemat Rp 7.500
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Pesan Langsung
Sepasang Mata Kelabu dan Burung-Burung yang Mati
Rp 42.500 Rp 50.000
Tersedia / 978-602-391-799-0
Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Detail Buku Sepasang Mata Kelabu dan Burung-Burung yang Mati

Penulis     : Anton Kurnia

Tebal         : 168 hlm

Ukuran     : cm

Penerbit   : Diva Press

Deskripsi :

“Saya memang tidak terlalu suka bergaul dengan orang. Saya lebih suka bergaul dengan tanaman karena lebih sabar daripada orang. Lagi pula mereka tidak pernah usil. ltulah sebabnya saya menaruh dua pot bunga berisi tanaman suplir di beranda rumah kontrakan saya dan merasa senang karena bisa menanami halaman belakang rumah itu dengan bunga-bunga: mawar putih dan melati.

Menurut sebuah buku yang pernah saya baca, mawar adalah simbol cinta yang suci. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan cinta yang suci itu, tak jelas benar bagi saya. Tapi sungguh, kuntum-kuntum mawar putih yang sedang merekah memang sedap dipandang. Apalagi apabila kuntum-kuntum bunga itu baru saja disirami dan tetes-tetes air tampak bergulir membasahi kelopaknya. Sering kali pada saat-saat seperti itu, saya teringat kepada Tuhan. Dan saya merasa bahagia.”

Selain cerpen-cerpen bertema cinta yang gelisah dan kesunyian manusia, sebagian cerpen dalam buku ini menyiratkan rasa simpati pengarangnya terhadap mereka yang menjadi korban dalam sejumlah peristiwa kelam di berbagai belahan bumi, dari Aceh sampai Argentina: orang hilang, pembantaian yang dilupakan, perkosaan atas nama perang.

“Waktu menjadi jumpalitan dalam cerpen Anton Kurnia… Namun demikian, jumpalitan sang waktu hanya terjadi dalam benak… Ini sangat menarik.”—Bakdi Soemanto, kritikus sastra dan guru besar sastra Universitas Gadjah Mada; Jurnal Cerpen Indonesia, No. 2, 2002

Tags: ,

Produk Terkait
Diskusi Produk (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat:

Jl. Kasongan (Agen Wahana Timur Balai Desa Bangunjiwo) Gendeng RT 15, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, DIY 55184

Kurir

Pembayaran

Chat via Whatsapp
Pustaka Kita
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Pustaka Kita
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja