● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Sepasang Mata Kelabu dan Burung-Burung yang Mati
Rp 42.500 Rp 50.000| ISBN | 978-602-391-799-0 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Novel |
Sepasang Mata Kelabu dan Burung-Burung yang Mati
Penulis : Anton Kurnia
Tebal : 168 hlm
Ukuran : cm
Penerbit : Diva Press
Deskripsi :
“Saya memang tidak terlalu suka bergaul dengan orang. Saya lebih suka bergaul dengan tanaman karena lebih sabar daripada orang. Lagi pula mereka tidak pernah usil. ltulah sebabnya saya menaruh dua pot bunga berisi tanaman suplir di beranda rumah kontrakan saya dan merasa senang karena bisa menanami halaman belakang rumah itu dengan bunga-bunga: mawar putih dan melati.
Menurut sebuah buku yang pernah saya baca, mawar adalah simbol cinta yang suci. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan cinta yang suci itu, tak jelas benar bagi saya. Tapi sungguh, kuntum-kuntum mawar putih yang sedang merekah memang sedap dipandang. Apalagi apabila kuntum-kuntum bunga itu baru saja disirami dan tetes-tetes air tampak bergulir membasahi kelopaknya. Sering kali pada saat-saat seperti itu, saya teringat kepada Tuhan. Dan saya merasa bahagia.”
Selain cerpen-cerpen bertema cinta yang gelisah dan kesunyian manusia, sebagian cerpen dalam buku ini menyiratkan rasa simpati pengarangnya terhadap mereka yang menjadi korban dalam sejumlah peristiwa kelam di berbagai belahan bumi, dari Aceh sampai Argentina: orang hilang, pembantaian yang dilupakan, perkosaan atas nama perang.
“Waktu menjadi jumpalitan dalam cerpen Anton Kurnia… Namun demikian, jumpalitan sang waktu hanya terjadi dalam benak… Ini sangat menarik.”—Bakdi Soemanto, kritikus sastra dan guru besar sastra Universitas Gadjah Mada; Jurnal Cerpen Indonesia, No. 2, 2002
Tags: diva press, novel
Sepasang Mata Kelabu dan Burung-Burung yang Mati
| Berat | 200 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.220 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Pulau Run adalah sebuah pulau kecil yang terpencil, sepi, dan terabaikan di tengah ribuan pulau-pulau Indonesia lainnya. Namun, siapa sangka bahwa ternyata pulau ini pernah ditukar dengan Manhattan, sebuah pulau yang terletak di sebelah selatan ujung Sungai Hudson, satu dari lima kota bagian yang membentuk Kota New York. Pada awal abad ke-17 M, panen rempah-rempah… selengkapnya
Rp 110.500 Rp 130.000Penulis : Mochtar Lubis Tebal : Ukuran : 13,5 x 18 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Kemerdekaan bangsa Indonesia adalah kemerdekaan yang direbut kembali dari tangan penjajah dengan tebusan darah pejuang-pejuang rakyat Indonesia. Sepanjang sejarah bangsa kita, rakyat Indonesia tidak putus-putusnya berdoa dan berkorban untuk mempertahankan kemerdekaan mereka, terhadap serbuan kaum penjajah. Novel… selengkapnya
Rp 56.000 Rp 70.000Kisah ini terjadi ribuan tahun silam di Lembah Sungai Indus. Orang-orang di kurun itu menyebutnya Meluha. Penduduknya berumur sangat panjang berkat ramuan misterius bernama Somras, yang dicipta dari pohon Sanjiwani dan tirta suci Saraswati. Negeri yang dihuni Wangsa Surya ini menghadapi ancaman hebat ketika sungai utama mereka mengering perlahan-lahan. Mereka pun dirundung serangan para pengacau… selengkapnya
Rp 70.400 Rp 88.000Penulis : Dul Abdul Rahman Tebal : 333 hlm Ukuran : 13 x 19 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Radith adalah seorang pemuda beretnis Bugis-Jawa yang menjalin hubungan dengan Vhinne, perempuan beretnis Tionghoa. Hubungan mereka mengalami banyak hambatan, Radith diharapkan oleh keluarga besarnya untuk menikah dengan keluarga sendiri. Sementara Vhinne yang seorang perempuan Tionghoa… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Novel ‘Kekalahan Keempat’ ini berjalan dengan cerita yang berlangsung dalam kurun setengah hari saja. Persisnya 12 jam, dari sekitar pukul 09.00 sampai kurang lebih pukul 21.00. Namun selama 12 jam ini, kisah melebar dan memanjang melintas ruang dan waktu. Mulai dari peristiwa Gestapu (pra dan pascaperistiwa kelam 1965), konflik Pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Penulis : Maya Lestari GF Tebal : 170 hlm Ukuran : Penerbit : Laksana Deskripsi : Gil, suatu hari ia menemukan buku puisi yang ditulis oleh seorang laki-laki bernama Eros. Setiap kali membaca puisi-puisi itu, ia diserang deja vu aneh. Di luar dugaannya, beberapa hari setelah menemukan buku puisi itu, ia bertemu dengan Eros, sang… selengkapnya
Rp 49.300 Rp 58.000Don Quijote, karya fiksi klasik ini diperkirakan telah terjual 500 juta eksemplar dan telah diterjemahkan ke berbagai ratusan bahasa di dunia. Di Indonesia, Yayasan Pustaka Obor Indonesia mendapat kehormatan untuk menerbitkan novel yang pada tahun 2002 terpilih sebagai “buku yang paling berarti sepanjang masa” dalam sebuah jajak pendapat yang diorganisasi para editor Norwegian Book Clubs… selengkapnya
Rp 128.000 Rp 160.000Tokoh aku bercerita kepada Sarah tentang Hiroko, sahabat perempuannya yang gemar menyimak kabar bunuh diri, membaca karya dari penulis yang mati butuh diri, dan punya ketertarikan terhadap bunuh diri itu sendiri. Tokoh aku lama tidak mendapat kabar dari Hiroko, dan ia memandang bahwa ketiadaan kabar itu adalah kabar baik, artinya semua masih berjalan seperti sedia… selengkapnya
Rp 49.300 Rp 58.000Penuli : Adi Zamzam Tebal : 136 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Basabasi Deskripsi : Bungo si anak Rimba memilih untuk tidak ikut mlangun. Dia tetap tinggal di pemukiman terakhirnya sementara sanak keluarganya bergerak menuju tanah baru. Bungo telah percaya bahwa dunia lebih luas dari sebatas hutan dan perempuan bisa punya… selengkapnya
Rp 49.300 Rp 58.000Penulis : Nikotopia Tebal : 253 hlm Ukuran : 13,5 x 20 cm Penerbit : Exchange Deskripsi : Bukalah matamu, wahai mata biru yang bernafsu. Ingatkah kau siapa diri kita sebenarnya? Ingatkah kau pada bara api di kedalaman diri? Bara yang sanggup membakar apa saja. Rasakanlah dengan jiwamu, wahai mata biru yang bernafsu. Rasakanlah cintaku,… selengkapnya
Rp 52.000 Rp 65.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.