Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Konsep Pembangunan Peradaban Manusia Masa Depan: D....
- Pengantar Perawatan Paliatif....
- Islamisasi Banjarmasin (Abad XV-XIX)....
- Gerbang Bandar....
- Metode Penelitian Evaluasi (Pendekatan Kuantitatif....
- B (Kumpulan Cerpen)....
- Mewujudkan Loyalitas Pelanggan Hotel dan Keunggula....
- Bahaya Kekurangan Vitamin D, Terutama Pada Wanita ....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Tak Lagi Hilang Dalam Data: Inisiatif Inklusi Perempuan Disabilitas di Kawasan Merapi
Rp 110.500 Rp 130.000| ISBN | 978-623-139-103-2 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sosial |
Tak Lagi Hilang Dalam Data: Inisiatif Inklusi Perempuan Disabilitas di Kawasan Merapi
Penulis : Kania Bening Rahmayna
Tebal : xx + 276 hlm
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Penerbit : Cantrik Pustaka
Deskripsi :
“Dasar hukum inklusi di Indonesia sudah kuat, namun tantangan utama terletak pada perspektif pemangku kebijakan yang belum memahami isu disabilitas secara tepat. Akibatnya, fasilitas dan program sering sekadar formalitas dan tidak mengikuti prinsip universal design. Rotasi kepemimpinan membuat proses edukasi harus diulang, sementara data gender masih belum menjadi basis dalam perencanaan inklusi.”
— Fatimah Asri Mutmainah (Teh Acil, Komisi Nasional Disabilitas)
“Pengelolaan data inklusi terhambat oleh tumpang-tindih data antar-instansi yang tidak sinkron dan terbatasnya akses publik. Data sering disimpan segelintir orang dan belum dimanfaatkan optimal untuk respons cepat. Buku ini menekankan perlunya harmonisasi kebijakan data dan perlindungan penggunaan data yang transparan.”
— Meilinarti (Penulis Mendengar Suara Penyintas dan Data Driven Inclusion Project Manager Plan Indonesia 2023)
“Stigma dan isolasi masih menjadi hambatan besar bagi partisipasi penyandang disabilitas dalam bencana. Di wilayah yang belum tersentuh komunitas, banyak yang terkurung di rumah dan tak terlibat dalam mitigasi maupun pemulihan. Penguatan komunitas dan jejaring diperlukan agar partisipasi menjadi bermakna.”
— Astuti Parengkuh (Penerima SK Timur Award 2022 & Aktivis di SOLIDER Media Disabilitas)
“Inklusi membutuhkan advokasi berbasis data, penguatan kapasitas, dan kolaborasi dengan pemerintah. Klaten menjadi pionir Unit Layanan Disabilitas (ULD) dan Rencana Aksi Daerah (RAD) Disabilitas, namun tantangan ketersediaan dan pengelolaan data tetap besar. Pendataan inklusif menjadi fondasi kerja PPDK bersama mitra seperti PLAN.”
— Qoriek Asmarawi (Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Klaten)
“Kerangka hukum inklusi sudah tersedia, tetapi implementasinya lemah akibat perspektif yang keliru dan minimnya partisipasi bermakna. Ketidaksetaraan data berujung pada program yang eksklusif, termasuk sekolah ‘inklusif’ yang tidak inklusif. Ruang publik harus bebas hambatan, bukan memaksa disabilitas menyesuaikan diri. Perbaikan perspektif dan data menjadi sangat mendesak.”
— Edy Supriyanto (Direktur SEHATI, Sukoharjo)
“Dalam bencana, kebutuhan utama penyandang disabilitas adalah informasi yang jelas dan akses evakuasi yang aman. Alat bantu, relawan terlatih, dan komunikasi yang tepat menjadi penentu keselamatan. Kisah-kisah ini penting untuk dipahami dalam upaya PRB inklusif.”
— Nanik Sri Wiji Sawitri (Perempuan Disabilitas Klaten)
“Isu gender dalam kebencanaan sering direduksi menjadi hitungan jumlah perempuan, bukan pemenuhan hak mereka: keamanan, sanitasi layak, dan kebutuhan spesifik. Penganggaran pun belum berpihak, sehingga implementasi jadi jauh dari prinsip HAM. Perspektif gender yang tepat adalah fondasi PRB yang adil.”
— Zipora Purwanti (Sasana Inklusi & Gerakan Advokasi Disabilitas/SIGAB Indonesia)
“PPDK hadir untuk menyatukan organisasi disabilitas dan memperkuat advokasi berbasis data dalam Pengurangan Risiko Bencana (PRB). Kolaborasi dengan BPBD dan PLAN menegaskan pentingnya sistem data inklusif. Tantangan utama mencakup akses wilayah, keterbukaan partisipan, dan penguatan SDM.”
— Eko Swasto (Ketua Pembina Perkumpulan Penyandang Disabilitas Klaten)
Tags: cantrik pustaka, sosial
Tak Lagi Hilang Dalam Data: Inisiatif Inklusi Perempuan Disabilitas di Kawasan Merapi
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 115 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Widuri Wulandari Tebal : 216 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Manggu Deskripsi : Memahami realitas sosial tidak cukup hanya dengan angka dan statistik. Di balik setiap data, tersimpan makna, pengalaman, dan cerita manusia yang hanya dapat diungkap melalui pendekatan kualitatif. Buku Metode Penelitian Sosial Kualitatif ini hadir untuk membantu… selengkapnya
Rp 62.050 Rp 73.000Metode penelitian merupakan jembatan yang lurus bagi peneliti untuk menemukan kebenaran ilmiah. Kepatuhan pada arahan metode penelitian memudahkan kebenaran itu terungkap secara jelas dan utuh. Oleh karena itu, narasi eksplanatif tentang bagaimana menerapkan metode penelitian harus mudah dipahami oleh peneliti. Kumpulan narasi tersebut disusun dalam suatu dokumen tertulis secara terstruktur, sistematis, dan lengkap dalam bentuk… selengkapnya
Rp 81.600 Rp 96.000Penulis : Suharko Tebal : xvi + 150 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Problem lingkungan hidup kini telah menjadi problem global. Problem tersebut bukan semata problem fisik, tetapi juga menjadi problem sosial yang mengancam kehidupan. Sejak lima dekade terakhir, sosiologi berkontribusi, baik dalam menjelaskan maupun dalam… selengkapnya
Rp 62.900 Rp 74.000Penulis : Muhamad Muiz Raharjo Tebal : hlm Ukuran : 17,5 x 25 cm Penerbit : Manggu Deskripsi : Perencanaan pembangunan nasional, daerah, dan desa merupakan agenda rutin dan wajib yang sudah, sedang dan akan terus dibicarakan dan dilaksanakan di Indonesia. Semua pihak harus turut terlibat dalam proses perencanaan pengembangan. Perencanaan pembangunan desa merupakan bagian… selengkapnya
Rp 114.750 Rp 135.000Penulis : Dahlan Iskan Tebal : xii + 214 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Padahal, sebelum 1978, Tiongkok masih jauh lebih miskin ketimbang Indonesia. Tapi, mengapa setelah 1978 Tiongkok bisa sebegini majunya? Bayangkan, apapun yang ”ter”, kini ada di Tiongkok: yang tercepat memberantas kemiskinan, tercepat pertumbuhan ekonomi,… selengkapnya
Rp 94.400 Rp 118.000Penulis : Henny Warsilah dan Dede Wardiat Tebal : xii + 182 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi: Wilayah perbatasan antar-Negara seharusnya menjadi beranda terdepan dari Negara Indonesia, dan tentunya harus memiliki keunggulan dan daya saing yang mampu meningkatkan keunggulan-keunggulan lokal dan regional sehingga wilayah perbatasan memiliki posisi tawar-menawar… selengkapnya
Rp 56.000 Rp 70.000Penulis : Virly K.A. Tebal : vi +138 hlm Ukuran : 13 x 19 cm Penerbit : EA Books Deskripsi : Buku ini adalah sebentuk keberanian untuk membicarakan sisi pernikahan yang paling banyak dihindari. Ditulis oleh seorang divorcee muda sekaligus single parent yang memutuskan bercerai di usia relatif muda, 25 tahun. Berdasarkan peristiwa hidup yang… selengkapnya
Rp 66.300 Rp 78.000Penulis : Dea Safira Tebal : xiv + 165 hlm Ukuran : 13 x 19 cm Penerbit : EA Books Deskripsi : Buku ini merupakan jawaban kecil dari beberapa kegelisahan perempuan muda atas tubuh mereka, yang bingung kenapa bagian tertentu dapat merasakan kedutan, atau mengapa vaginanya mengeluarkan cairan ketika terstimulasi. Kesannya memang remeh, tetapi pertanyaan-pertanyaan… selengkapnya
Rp 57.800 Rp 68.000Penulis : Budi Wiweko, I Ketut Aria Pria Utama, dkk (Editor) Tebal : xviii + 657 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Frasa “mencerdaskan kehidupan bangsa” sudah tidak asing bagi bangsa Indonesia, karena merupakan bagian dari tujuan kemerdekaan, yang tertuang dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Sepenggal kalimat… selengkapnya
Rp 216.000 Rp 270.000Ekspansi perkebunan kelapa sawit yang sangat pesat di Indonesia telah menimbulkan konflik yang meluas antara masyarakat perdesaan dan perusahaan sawit. Masyarakat di berbagai daerah di Indonesia telah kehilangan lahan yang luas karena ekspansi perusahaan sawit, dan seringkali tidak mendapatkan kompensasi yang memadai. Sebagai reaksi, masyarakat perdesaan melakukan aksi-aksi demonstrasi, lobi-lobi, litigasi di pengadilan serta blokade… selengkapnya
Rp 96.000 Rp 120.000


Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.