● online
- Kewargaan Pascakolonial di Indonesia: Sebuah Sejar
- Work: A Deep History, from the Stone Age to the Ag
- Burmese Day
- Pengantar Sistem Informasi Geografis Berbasis Open
- Matlab Untuk Pembelajaran Dan Riset Sinyal Digital
- Desain Media Interaktif SMK/MAK Kelas XII
- Metodologi Penelitian Kajian Budaya dan Ilmu Sosia
- Manipulasi dan Dehumanisasi Perempuan dalam Iklan
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Tanah yang Terjajah
Rp 49.300 Rp 58.000| ISBN | 978-623-2931-66-4 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Puisi |
Penulis : Nizar Qabbani
Tebal : 160 hlm
Ukuran : 14 x 21 cm
Penerbit : Diva Press
Tanah yang Terjajah
Selama tiga dekade akhir masa hidupnya, Nizar Qabbani begitu intens menulis sajak-sajak politik. Pada periode ini, sajak-sajaknya berhasil mencetak dirinya menjadi “politisi” dalam arti yang lain. Sebagai pribadi yang independen, ia memang tak memiliki afiliasi ke partai politik mana pun. Namun, sebagai seorang “politisi dalam puisi”, ia selalu hadir sebagai oposisi. Lawan-lawan politiknya bukan satu rezim saja, tetapi seluruh penguasa Arab, terutama penguasa yang anti-kritik, membungkam kebebasan, dan tak pernah berupaya sungguh-sungguh untuk terlibat dalam pembebasan saudara-saudara Arab lain yang masih terjajah: Palestina.
Oleh sebab itu, saya pilih dari penggalan judul puisi Nizar “Para Penyair di Tanah yang Terjajah” sebagai judul buku ini.
Tags: diva press, puisi
Tanah yang Terjajah
| Berat | 200 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.690 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Kuswaidi Syafi’i Tebal : 124 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Pohon Sidrah? Judul ini tentu menimbulkan pertanyaan karena frasa ini tidak lazim digunakan dalam bahasa keseharian. Teks-teks kreatif memang tidak harus selalu menggunakan bahasa keseharian, tetapi ketika komunikasi estetis menghendaki pencapaian yang sesungguhnya, bahasa puitik tidak pula harus… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000bulu matamu: padang ilalang Di tengahnya sebuah sendang Kata sebuah dongeng. Dulu ada seorang musafir datang bertapa untuk membuktikan apakah benar wajah bulan bisa disentuh lewat dasar sendang Ia tak percaya, maka ia menyelam Tubuhnya tenggelam dan hilang di arus maha dalam. Arwahnya menjelma pusaran air berwarna hitam Bulu matamu: padang ilalang.
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Dadang Ari Murtono Tebal : 159 hlm Ukuran : x cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : 1/ Puisi-puisi dalam buku ini berutang kepada sebuah perjalanan sentimentil dari Mojokerto menuju Bandung pada awal Oktober 2015. 2/ Puisi-puisi dalam buku ini berutang kepada sebuah unggahan foto di Facebook tanggal 5 Mei 2016. Foto tersebut… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000bus antarkota menuju yogya lagu ebiet yang terputar seperti gerimis di kaca jendela dengan pepopohan sepanjang jalan berlari ke arah masa lalu yang sembunyi di punggungku dalam ransel penuh dengan remah masgyul meski tak seberat buku filsafat di wirobrajan lampu lalu lintas menyala merah tapi aku tak mau turun aku belum sampai ke jantungmu hendak… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Penulis : Agus Noor Tebal : 171 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Puisi-puisi Agus Noor bukanlah puisi yang membuat kening kita berkerut, tetapi membawa kita dalam kehangatan. Kata-kata itu seperti menyentuh perasaan kita dengan lembut dan kadang tak terduga, kemudian terasa lega. (Sha Ine Febriyanti) Seperti menikmati… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Penulis : Virginia Woolf Tebal : 84 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Basabasi Deskripsi : Rumah yang Dihantui Sebuah Perkumpulan Senin atau Selasa Novel yang Tak Tertulis Sekumpulan Tali Biru dan Hijau Kebun-Kebun Kew Tanda di Dinding * Virginia Woolf diam-diam menulis surat perpisahan kepada suaminya, mengambil tongkatnya, lalu pergi jalan-jalan… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Puisi itu adalah permainan bunyi. Tanpa memahami aspek bunyi dengan baik maka sulit seorang penyair dapat mencipta puisi dengan bunyi indah, merdu, dan berkualitas. Selain itu, sebagai penikmat karya sastra kita juga perlu mengenal unsur-unsur bunyi dalam puisi agar dapat memahami puisi lebih dalam, nikmat, dan terarah. Buku ini berisi penjelasan singkat secara sistematis mengenai… selengkapnya
Rp 148.580 Rp 174.800terlentang ke arah matahari. tanah subur. mata mengerjap ditimpa sinar. menakar kedalaman, menanam benih, –terbayang bunga mekar bergetar, buah berguncang. tegalan gembur. begitu gegap kita garap. bagai gemuruh musim hujan, kita sergap- menyergap. –“terus, benam lebih dalam,” katamu menatap rindang. ya, aku paham. * Puisi-puisi dalam buku ini—sebagaimana kebanyakan tumpuan artikulasi puisi Aslan Abidin—menggarap arena… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Jalan itu bercabang dua dalam hutan cladrastis di musim gugur, Dan maaf bila tak sanggup kutempuh keduanya Dan sebagai pengelana, cukup lama kuberdiri termenung Dan memandang semampuku ke tempat terjauh Di mana jalan itu meliuk ke bawah semak belukar; Lantas kutempuh salah satunya, meski keduanya tak jauh berbeda Dan satu darinya mungkin justru lebih layak,… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Parameter kesuksesan di zaman kiwari tidak lagi selalu diukur dari akumulasi kekayaan, status sosial, kekuasaan, serta kesalehan. Saya mencoba mengakrabi apa yang dikatakan Nietzsche, “Segala sesuatu yang tidak membunuhku akan membuatku kuat.” Hal ini saya anggit sebagai spirit bagi noise atau seseorang saat terjatuh di jurang kegagalan; seseorang kudu tetap punya nyali untuk mengambil hikmah… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.