Beranda » Sejarah » Pelabuhan Ende dalam Perdagangan di Nusa Tenggara Pada Abad Ke-19

Pelabuhan Ende dalam Perdagangan di Nusa Tenggara Pada Abad Ke-19

DISKON 15% ISBN: 978-602-258-151-2 Stok: Tersedia
Berat 200 gram
Kondisi Baru
Kategori Sejarah
Dilihat 1.289 kali
Diskusi Belum ada komentar
Bagikan

Pelabuhan Ende dalam Perdagangan di Nusa Tenggara Pada Abad Ke-19

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja Anda
Lanjut Belanja
Keranjangku
Rp 34.000 Rp 40.000
Hemat Rp 6.000
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Pelabuhan Ende dalam Perdagangan di Nusa Tenggara Pada Abad Ke-19
Rp 34.000 Rp 40.000
Tersedia / 978-602-258-151-2
Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Detail Buku Pelabuhan Ende dalam Perdagangan di Nusa Tenggara Pada Abad Ke-19

Penulis     : Nuryahman

Tebal         : 120 hlm

Ukuran     : 14,5 x 21 cm

Penerbit   : Ombak

Deskripsi:

Buku karya Nuryahman ini dapat dilihat sebagai satu usaha yang penting dalam rangka mengungkapkan keberadaan pelabuhan tua di Indonesia. Tidak banyak dilakukan penelitian atau penulisan tentang hal semacam itu di Nusa Tenggara, menyebabkan buku kecil ini menarik. Dalam buku ini Nuryahman mengungkapkan peranan Pelabuhan Ende, yang terletak di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur dalam perdagangan di kepulauan selama abad ke-19. Abad ke-19 dilihat sebagai satu zaman, periode yang penting dalam mendukung Ende sebagai pelabuhan dagang yang ramai. Bersama Solor dan Sumba, Ende merupakan pelabuhan penting yang merupakan daerah rebutan antara Portugis dan Belanda, yang selanjutnya terhubung dengan jaringan dagang internasional di abad ke-19.
Abad ke-19 merupakan masa krusial bagi pelabuhan Ende. Kehadiran Portugis dan Belanda di kepulauan membawa Ende menjadi rebutan antarkekuatan asing tersebut. Belanda memenangkan persaingan untuk menguasai wilayah Nusa Tenggara. Setelah sebuah benteng (poshouder) dibangun di Ende (pertengahan abad ke-19), maka Ende berada di bawah kontrol pemerintahan asing (Belanda). Akhir abad ke-19 (1891) Ende masuk jalur pelayaran internasional KPM (De Koninkijke Paketvaart Maatschappij), sebuah perusahan pelayaran partikulir Belanda, membawa kontrol yang semakin ketat atas keadaan wilayah dan perdagangan di Ende.
Paparan Nuryahman dalam buku ini menunjukkan betapa kekuatan Kontrol pribumi yang besar sebelumnya, jatuh ke tangan kekuatan pengaruh luar dalam proses kolonisasi di Nusa Tenggara. Ende termasuk Nusa Tenggara secara keseluruhan jatuh ke tangan kontrol Kolonial Belanda di abad ke-19.
Demikian buku kecil ini menjadi menarik dan penting dibaca—meskipun dalam tingkat belum mendalam—dalam rangka memahami fenomena kesejarahan terkait dengan eksistensi pelabuhan-pelabuhan tua di Nusa Tenggara.
Prof. I Gde Parimartha, Fakultas Sastra Universitas Udayana

Tags: , , , ,

Buku Terkait
Diskusi Produk (0)

Silakan tulis komentar Anda

Alamat:

Jl. Kasongan (Agen Wahana Timur Balai Desa Bangunjiwo) Gendeng RT 15, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, DIY 55184

Kurir

Pembayaran

Chat via Whatsapp
Pustaka Kita
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Pustaka Kita
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja