● online
- Kutukan Rahim....
- Sambernyawa (Banjir Darah Bumi Mataram)....
- Tidak Ada Esok....
- Mengapa Orang di Sekitarmu Bodoh? Panduan Praktis ....
- Implementasi Fungsi Manajemen dalam Pengelolaan Pe....
- Ki Hajar Dewantara: Peran dan Sumbangsihnya bagi I....
- Kisah 1001 Malam Jilid 8....
- Instalasi Motor Listrik SMK/MAK Kelas XIII (4 Th)....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Pelabuhan Ende dalam Perdagangan di Nusa Tenggara Pada Abad Ke-19
Rp 34.000 Rp 40.000| ISBN | 978-602-258-151-2 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sejarah |
Penulis : Nuryahman
Tebal : 120 hlm
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Penerbit : Ombak
Pelabuhan Ende dalam Perdagangan di Nusa Tenggara Pada Abad Ke-19
Buku karya Nuryahman ini dapat dilihat sebagai satu usaha yang penting dalam rangka mengungkapkan keberadaan pelabuhan tua di Indonesia. Tidak banyak dilakukan penelitian atau penulisan tentang hal semacam itu di Nusa Tenggara, menyebabkan buku kecil ini menarik. Dalam buku ini Nuryahman mengungkapkan peranan Pelabuhan Ende, yang terletak di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur dalam perdagangan di kepulauan selama abad ke-19. Abad ke-19 dilihat sebagai satu zaman, periode yang penting dalam mendukung Ende sebagai pelabuhan dagang yang ramai. Bersama Solor dan Sumba, Ende merupakan pelabuhan penting yang merupakan daerah rebutan antara Portugis dan Belanda, yang selanjutnya terhubung dengan jaringan dagang internasional di abad ke-19.
Abad ke-19 merupakan masa krusial bagi pelabuhan Ende. Kehadiran Portugis dan Belanda di kepulauan membawa Ende menjadi rebutan antarkekuatan asing tersebut. Belanda memenangkan persaingan untuk menguasai wilayah Nusa Tenggara. Setelah sebuah benteng (poshouder) dibangun di Ende (pertengahan abad ke-19), maka Ende berada di bawah kontrol pemerintahan asing (Belanda). Akhir abad ke-19 (1891) Ende masuk jalur pelayaran internasional KPM (De Koninkijke Paketvaart Maatschappij), sebuah perusahan pelayaran partikulir Belanda, membawa kontrol yang semakin ketat atas keadaan wilayah dan perdagangan di Ende.
Paparan Nuryahman dalam buku ini menunjukkan betapa kekuatan Kontrol pribumi yang besar sebelumnya, jatuh ke tangan kekuatan pengaruh luar dalam proses kolonisasi di Nusa Tenggara. Ende termasuk Nusa Tenggara secara keseluruhan jatuh ke tangan kontrol Kolonial Belanda di abad ke-19.
Demikian buku kecil ini menjadi menarik dan penting dibaca—meskipun dalam tingkat belum mendalam—dalam rangka memahami fenomena kesejarahan terkait dengan eksistensi pelabuhan-pelabuhan tua di Nusa Tenggara.
Prof. I Gde Parimartha, Fakultas Sastra Universitas Udayana
Tags: ende, nusa tenggara, nusa tenggara timur, ombak, pelabuhan ende
Pelabuhan Ende dalam Perdagangan di Nusa Tenggara Pada Abad Ke-19
| Berat | 200 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 3.515 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Wisnu Yudha Wardana Tebal : 350 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Mengapa batas-batas pembagian wilayah dan batas negara kita dengan negara tetangga menjadi seperti sekarang? Dari mana akar budaya korupsi dan politik adu domba? Untuk memahami Indonesia hari ini, kita harus kembali ke titik yang… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Penulis : Makbul Mansyur Tebal : 156 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Manggu Deskripsi : Melalui Kapitulasi Tuntang pada 1811, Inggris menggantikan Belanda untuk menguasai Jawa. Semua wilayah di Jawa tunduk pada Inggris, kecuali Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang saat itu dipimpin oleh Hamengkubuwono II. Karena ia menolak kedaulatan asing, maka Inggris… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Rempah-rempah menggerakkan awal perekonomian dunia modern. Bagi Eropa, rempah-rempah mewakili kekayaan dalam skala yang belum pernah ada sebelumnya. Cengkih dan pala dapat mencapai Eropa hanya melalui jalur perdagangan yang rumit, dan selama beberapa dekade para penjelajah Spanyol dan Portugis berlomba-lomba untuk menemukan sumbernya yang sulit didapat. Namun ketika Portugis akhirnya mencapai kepulauan rempah-rempah di Maluku… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Walaupun kajian tentang masyarakat Minangkabau sudah mengalami kemajuan yang semakin pesat sejak beberapa tahun terakhir ini, penelitian tentang sejarah Sumatera Barat khususnya masih dirasakan amat langka. Terutama mengenai sejarah periode abad ke-19 hanya ada beberapa tulisan tulisan dari Christine Dobbin tentang Perang Paderi,*) yang sejak beberapa tahun terakhir ini belum dapat diterbitkan.
Rp 48.000 Rp 60.000“Kediri adalah pusat dari peradaban Jawa, di mana seni, budaya, dan agama berkembang pesat serta menandai era kejayaan sebelum kemunculan Majapahit.”—Slamet Muljana, penulis Menuju Puncak Kemegahan. “Kerajaan Kediri adalah satu dari kerajaan tertua di Jawa yang menorehkan sejarah dengan pengaruhnya dalam bidang sastra, seni, dan politik.”—Purwadi, penulis Sejarah Raja-Raja Jawa. Kerajaan Kediri bukan hanya salah… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Sri Margana, dkk. (editor) Tebal : 453 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Dalam kerangka sosio-politik, Anderson (1993:3-6) mendefinisikan bangsa sebagai “imagined community”. Ketika kedaulatan suatu bangsa diakui maka sistim pemerintahan akan membentuk batasan teritorialnya. Anderson berpendapat bahwa sulit untuk mendefinisikan arti, apa itu bangsa, kebangsaan dan nasionalisme,… selengkapnya
Rp 127.500 Rp 150.000”Sebuah karya klasik yang masih sulit tertandingi oleh penulis modern dalam hal metodologi dan perspektif teoretik. Kaya data dan menginspirasi penulis generasi kemudian dalam menganalisis masyarakat dan sejarah Indonesia. Indonesia tak harus dilihat dalam kacamata Eropa, tetapi Indonesia dalam konstelasi Asia dan peran kemaritimannya.” (Prof. Dr. Mestika Zed, Guru Besar Sejarah Universitas Negeri Padang) “Saya senang… selengkapnya
Rp 127.500 Rp 150.000Penulis : Abidin Kusno Tebal : xxviii + 150 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Tulisan Abidin Kusno ini adalah sebuah upaya untuk memahami berbagai urusan penyediaan rumah rakyat di Jakarta yang sudah menjadi semacam lingkaran setan itu, serta mengungkapkan mengapa kerja besar penyediaan rumah rakyat yang secara ekonomi… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Helius Sjamsuddin Tebal : 490 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Buku ini merupakan kajian sejarah yang mencoba memahami perubahan- perubahan sosial-politik yang terjadi dalam sejarah panjang Kerajaan Sintang khususnya tanpa mengabaikan kerajaan-kerajaan lain di Kalimantan Barat pada umumnya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan suatu historiografi Sintang yang… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Penulis : Sofwan Noerwidi (Editor) Tebal : 184 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Pustaka Obor Indonesia Deskripsi : Secara geografis, Riau terletak di bagian tengah pantai timur Sumatra, berhadapan dengan Selat Melaka. Pada Juli 2004, kawasan ini secara administratif dibagi menjadi dua, yakni Provinsi Riau yang mencakup daratan utama di Pulau… selengkapnya
Rp 60.000 Rp 75.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.