Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami

Pemasaran
● online
Pemasaran
● online
Halo, perkenalkan saya Pemasaran
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
  • Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
  • Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
  • Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
  • Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Beranda » Biografi/Autobiografi » K.H. Ali Maksum: Ulama, Pesantren, dan NU
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

K.H. Ali Maksum: Ulama, Pesantren, dan NU

Rp 131.750 Rp 155.000
Hemat Rp 23.250
ISBN978-602-6610-11-9
Stok Habis
Kategori Biografi/Autobiografi

Penulis     : Ahmad Athoillah

Tebal         : hlm

Ukuran     : cm

Penerbit   : LKiS

 

Tentukan pilihan yang tersedia!
HABIS
Maaf, produk ini tidak tersedia.
Bagikan ke

K.H. Ali Maksum: Ulama, Pesantren, dan NU

Ketika nyantri di Pesantren Krapyak, saya terkesan kebersahajaan KH. Ali Maksum. Beliau merupakan salah satu ulama khos, yang berpenampilan sederhana dan dekat dengan para santrinya. Setiap menjelang subuh membangunkan para santrinya melalui pengeras suara satu per satu khususnya mereka yang tinggal di Komplek H yang terdiri dari anak-anak kuliahan. Dalam setiap pengajian terutama ngaji tafsir Quran setiap ba’da magrib beliau tidak pernah lupa menanamkan kecintaan para santrinya terhadap tanah air melalui khidmat di NU dan inilah yang termaktub dalam syair gubahannya, nyanyian dzikir sangkan paraning dumadi. Syair tersebut memuat nasihat tentang pedoman dalam menempuh kehidupan.
Kebersahajaannya tersebut menurun dari ayahnya, KH. Maksum (di kalangan pesantren sering dikenal panggilan “Mbah Maksum Lasem”), kiai legendaris pengasuh Pesantren Al-Hidayah di Lasem, Rembang. Pada saat kepemimpinannya, terdapat desakan akan Pancasila dijadikan asas tunggal. Sekitar tahun 1982 pemerintahan Soeharto berencana memberlakukan Pancasila sebagai asas tunggal bagi semua ormas, sehingga KH Ali Maksum, KH Mujib Ridwan, KH Imron Hamzah, KH Sahal Mahfudz, dan lain sebagainya untuk keliling Jawa silaturahmi kepada para kiai untuk diminta pendapatnya. Salah satunya adalah KH. Hamid Kajoran.

Tags: ,

K.H. Ali Maksum: Ulama, Pesantren, dan NU

Berat 400 gram
Kondisi Baru
Dilihat 2.571 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa