Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Agroekosistem Tanah Mineral Masam....
- Analects: Kumpulan Ucapan Konfusius....
- Ensiklopedia Haji dan Umrah....
- Pengambilan Keputusan dan Analisis Kebijakan Pendi....
- Metode Penelitian Pariwisata (Kuantitatif, Kualita....
- Menuju Lentera Merah: Gerakan Propagandis Komunis ....
- Islam Jawa....
- Biorefinery: Konversi Biomassa Menjadi Bioenergi B....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Para Ulama dan Intelektual yang Memilih Menjomblo; Dedikasi dan Khidmah kepada Ilmu Pengetahuan (Edisi Baru)
Rp 55.250 Rp 65.000| ISBN | 978-623-6699-09-6 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Biografi/Autobiografi |
Penulis : K.H. Husein Muhammad
Tebal : 192 hlm
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Penerbit : Ircisod
Para Ulama dan Intelektual yang Memilih Menjomblo; Dedikasi dan Khidmah kepada Ilmu Pengetahuan (Edisi Baru)
Pernahkah Anda mendengar nama Imam Nawawi, Ibnu Jarir ath-Thabari, atau Ibnu Taimiyah? Nama pertama adalah raksasa Madzhab Syafi’i, nama kedua terkenal sebagai Guru Besar Para Mufasir, sedangkan nama ketiga adalah ulama kebanggaan kaum Salafi. Ketiganya adalah ulama besar, dan mereka tentu saja mafhum soal hukum menikah. Namun, hingga akhir hayatnya, mereka memilih untuk melajang (jomblo). Mengapa? Anda akan menemukan jawabannya dengan membaca buku ini.
Buku ini berisi biografi singkat 21 tokoh jomblo, dari generasi shalafush shalih hingga kontemporer, baik tokoh laki-laki maupun perempuan. Mereka terdiri dari ahli tafsir, ahli hadits, ahli fiqh, sufi, sastrawan, politisi, fiminis, bahkan Wali Quthub, mujtahid (ahli ijtihad), mujaddid (pembaru), dan mujahid (pejuang). Ada banyak alasan mereka memilih untuk tidak menikah. Karena sangat larut dalam telaga keimanan dan peribadatan, tenggelam dalam telaga ilmu pengetahuan, hingga sangat sibuk berjuang. Di bagian akhir, penulis memberikan keterangan yang sangat memikat mengenai hukum menikah lintas mazhab.
Para Ulama dan Intelektual yang Memilih Menjomblo; Dedikasi dan Khidmah kepada Ilmu Pengetahuan (Edisi Baru)
| Berat | 200 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 321 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
“Zahir Mania benar-benar beruntung memiliki imam majelis seperti Habib Bidin. Banyak habib di Indonesia, tetapi sosok seperti beliau sulit ditemukan duanya. Wajahnya yang tampan, tubuhnya yang bugar, dan suara merdunya menjadi kombinasi langka yang membuat beliau begitu istimewa.” —KH. Anwar Zahid, kiai kondang dari Bojonegoro. Buku ini mengajak Anda menyelami kehidupan dan kontribusi Habib Ali… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Sulaiman al-Qanuni adalah kisah pemimpin terbesar Turki Utsmani. Di Barat ia dijuluki “Magnificent”, gelar yang berkorelasi dengan kehidupannya yang luar biasa. Dia mulai berkuasa pada usia 25 tahun pada tahun 1520. Sebelum kematiannya, pada tahun 1566, dia telah mengubah struktur kekuasaan dan geografi Eropa Timur, dan menjadikan Turki sebagai kekuatan angkatan laut yang dominan di… selengkapnya
Rp 92.000 Rp 115.000Penulis : Jamal Ma’mur Asmani dan Ah. Dalhar Muarif Tebal : 146 hlm Ukuran : Penerbit : Ircisod Deskripsi : Di tengah eskalasi kelompok radikal-fundamental yang mengancam keutuhan negara dan bangsa yang damai dan toleran, belajar kepada ulama yang punya pengaruh luas, baik pemikiran maupun kiprah kebangsaannya, adalah langkah urgen yang harus dilakukan, utamanya ulama… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Penulis : Hasril Chaniago Tebal : xiv + 514 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Buku ini adalah otobiografi sekaligus memoar Vier Abdul Jamal, “Anak Sorong” berdarah campuran Melayu-Minang-Bugis-Adonara, seorang pelaut dan pengusaha kapal, lalu menjadi legenda Pasar Modal Indonesia. Kisah hidupnya penuh drama dan lebih seru dari sekadar… selengkapnya
Rp 156.000 Rp 195.000Uly Siregar mampu mendeskripsikan rinci pengalaman lewat hal-hal sederhana. Cerita tentang apel merah, misalnya, sangat kuat. Ia bercerita dengan jujur—kadang sangat jujur—dengan suara yang jenaka namun tetap bermakna dalam. Cerita soal kegamangan saat memilih pindah ke Amerika dan mempertanyakan ulang keputusan, menyentuh perasaan senasib banyak orang. Mungkin dengan pengalaman berbeda, tapi dengan rasa yang serupa…. selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Penulis : Syauqi Abdillah Zein Tebal : 170 hlm Ukuran : Penerbit : Laksana Deskripsi : Habib Ali al-Jufri merupakan salah satu dzurriyah Rasulullah Saw. dari jalur Sayyidina Husein bin Ali Ra. Ulama besar bermazhab Syafi’i ini menjadi rujukan bagi banyak ulama di Indonesia, bahkan dunia. Namanya begitu masyhur. Bahkan, ia dinobatkan sebagai salah satu… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Rizem Aizid Tebal : 154 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Pada pertengahan abad ke-19, lahir seorang tokoh penting dalam sejarah kolonialisme Belanda di Indonesia. Ia memiliki peranan penting dalam upaya penguasaan Belanda terhadap kaum Pribumi. Untuk mencapai keberhasilan, ia bahkan berhasil mengelabui umat Islam dengan menyamar… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Zainuri Musthafa Tebal : 212 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Abu Ali Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Ya’qub Miskawaih atau yang masyhur dengan Ibnu Miskawaih merupakan salah satu cendikiawan muslim yang multitalenta. Ia seorang pemikir teistis, moralis, dan sejarawan Persia yang tersohor. Ilmuwan yang bergelar Bapak… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Sudah lama dianggap sebagai karya klasik tentang survei esensial asal-usul, prinsip-prinsip dasar, dan substansi Islam, karya biografi ini mengungkapkan satu pemahaman mendalam tentang pribadi dan keimanan Nabi Muhammad. “Bahkan, hari ini, setelah 14 abad berlalu,” tulis Tor Andrae, “orang tetap bisa mencerap dengan jelas keunikan bentuk keshalihan Islam yang autentik ini, yang pada akhirnya tertuju… selengkapnya
Rp 72.250 Rp 85.000Gus Dur mendapat gelar “Bapak Pluralisme”, karena pemikiran-pemikiran dan kebijakan-kebijakannya yang mendukung pluralisme di Indonesia. Selain itu, ia juga mendapat julukan “Bapak Tionghoa Indonesia” yang diberikan oleh Perkumpulan Sosial Rasa Dharma di Klenteng Tay Kek Sie, Semarang, Jawa Tengah. Julukan ini diberikan karena ia adalah pembela kaum minoritas yang terdiskriminasi dan tertindas di Indonesia. Tionghoa… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.