Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami

Pemasaran
● online
Pemasaran
● online
Halo, perkenalkan saya Pemasaran
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
  • Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
  • Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
  • Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
  • Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Beranda » Budaya » Masyarakat Ternate: Pergulatan Tradisi dan Modernitas
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

Masyarakat Ternate: Pergulatan Tradisi dan Modernitas

Rp 34.000 Rp 40.000
Hemat Rp 6.000
ISBN978-602-258-017-1
Stok Tersedia
Kategori Budaya

Penulis     : Syahril Muhamad

Tebal         : 142 hlm

Ukuran     : 14,5 x 21 cm

Penerbit   : Ombak

Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Masyarakat Ternate: Pergulatan Tradisi dan Modernitas

Buku ini ini mencoba menelisik eksistensi adat pada sistem pengelolaan pemerintahan dan politik lokal pasca-Orde Baru, yakni dari sentralisasi ke desentralisasi. Fokus bahasannya lebih pada aras penggunaan simbol-simbol tradisi atau adat dalam berbagai segmen kehidupan, terlebih pada soal politik lokal khususnya pada masyarakat Ternate.
Beberapa kesimpulan yang ditemukan dalam buku ini adalah sebagai berikut. Pertama, modernisasi politik di tingkat lokal bukan hanya menuntut pemaknaan atas simbol-simbol politik secara substantif, melainkan juga mempertimbangkan konteks nilai-nilai lokal secara arif. Kedua, pendidikan politik (sebagai bagian dari upaya membangun civic literacy) menjadi proses penting yang dilupakan partai politik di tingkat lokal. Oleh karena itu, perlu desain khusus pendidikan politik untuk dijalankan oleh partai hingga membuatnya tersambung secara ideologis dengan warga pemilih. Ketiga,
kebangkitan adat merupakan sebuah kontribusi yang konstruktif bagi pluralisme politik baru Indonesia. Oleh karena itu, adat perlu dikelola dan diposisikan secara adil dalam konteks pengelolaan pembangunan daerah. Keempat, preferensi warga masyarakat sebagai pemilih harus dibangun di atas kesadaran tentang pentingnya platform dan program kerja partai politik, bukan pada transformasi loyalitas primordial ke dalam wilayah politik di tingkat lokal.
Kelima, desentralisasi dan otonomi daerah harus dijalankan dengan berimplikasi terhadap eksistensi komunitas adat dalam konteks suku, agama,
wilayah, dan pengelolaan sumber-sumber daya alam dengan dalil kesejahteraan masyarakat. Keenam, pembaharuan dan penyesuaian regulasi di tingkat daerah yang mengatur penyelenggaraan ekonomi dan kesejahteraan sosial, termasuk batas-batas wilayah antara desa, kecamatan, dan kabupaten perlu diilhami oleh nilai-nilai kearifan lokal yang dianut oleh masyarakat. Ketujuh, perlu penataan peran dalam bentuk regulasi tertulis tentang gerakan komponen masyarakat seperti organisasi tingkat wilayah, kelompok adat, kumpulan pelajar dan mahasiswa, paguyuban, dan kumpulan keluarga besar dalam proses politik lokal.

Tags: ,

Masyarakat Ternate: Pergulatan Tradisi dan Modernitas

Berat 150 gram
Kondisi Baru
Dilihat 1.256 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: