● online
- Nusa Utara dari Lintasan Niaga ke Daerah Perbatasa....
- Nasihat-Nasihat Hidup Habib Umar al-Hafidz untuk K....
- Pelayanan Publik Teori dan Praktik....
- Sejarah Peradaban Islam Terlengkap; Periode Klasik....
- Penginderaan Jauh untuk Geologi....
- Geliat Islam di Negeri Non-Muslim Dunia....
- Mata Air Filsafat: Logika, Fisika, dan Metafisika....
- Nusantara Semasa Raffles: Catatan dan Laporan Perj....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Teori Budaya Kontemporer: Penjelajahan Tanda dan Makna
Rp 93.500 Rp 110.000| ISBN | 978-602-6645-34-0 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Budaya |
Teori Budaya Kontemporer: Penjelajahan Tanda dan Makna
Penulis : Yasraf Amir Piliang dan Jejen Jaelani
Tebal : 281 hlm
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Penerbit : Cantrik Pustaka
Deskripsi :
Setidak-tidaknya ada dua ‘semangat zaman’ (Zeitgeist) yang membangun cultural studies sebagai sebuah kecenderungan pemikiran, yaitu modernisme dan posmodernisme. Pada fase modern, cultural studies akrab dengan dengan isu-isu budaya populer, budaya massa, industrialisasi, media massa, komodifikasi, struktur budaya, kode budaya, ideologi, subjek, hegemoni, struktur kelas, demokrasi dan sebagainya. Silsilahnya berasal dari para pemikir ‘kulturalis’ (Arnold, Richard, Leavis, Hoggart, William, Thompson), pemikir ‘sosiologis’ (Weber, Berger & Luckman, Schutz), pendukung ‘Marxis Barat’ (Althusser, Adorno, Benjamin, Gramsci), dan dikukuhkan pemikir ‘strukturalis’ (de Saussure, Barthes, Lévi-Strauss).
Sementara pada fase posmodern, cultural studies menggeser arah kemudinya pada isu-isu yang menjadi materi subjek (subject matter) gerakan posmodernisme itu sendiri, yakni isu-isu genesis, perubahan, produktivitas tanda, permainan bebas tanda, permainan bebas interpretasi, relativitas pengetahuan, mesin hasrat (desiring machine), ketaksadaran (unconsciousness), ekonomi libido, heterogenitas, skizofrenia, nomadisme, simulasi, hiperrealitas, relasi pengetahuan dan kekuasaan (genealogi), teori wacana (discourse), pengetahuan lokal, dan etnisitas. Silsilahnya terkoneksi langsung kepada para pemikir ‘posstrukturalis’ (Derrida, Barthes, Kristeva) dan ‘posmodernis’ (Foucault, Deleuze, Guattari, Lyotard, Baudrillard).
Buku ini mencoba mendedah isu-isu cultural studies pada babakannya yang paling kontemporer (fase posmodern) dengan tetap menyajikan secara deskriptis silsilah fase modern yang, dengannya, kebudayaan kontemporer menautkan jangkar historisnya.
Tags: budaya, cantrik pustaka
Teori Budaya Kontemporer: Penjelajahan Tanda dan Makna
| Berat | 400 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.386 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Tatik Hidayati Tebal : 372 hlm Ukuran : 14 x 20,5 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Kajian tentang pesantren telah cukup ekstensif selama beberapa dekade terakhir, khususnya setelah tahun 1990-an. Terdapat beberapa fokus penting dalam kajian dan karya tentang pesantren yang dibuat oleh pengamat dari dalam maupun luar: peran sosial-politik para tokoh… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Penulis : Minako Sakai Tebal : xii + 414 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Buku ini merupakan studi etnografis mengenai masyarakat Gumay Sumatera Selatan di Indonesia. Buku ini menelaah bagaimana orang Gumay mendefinisikan identitasnya dalam konteks perubahan sosial dan politik dan tentang proses kontestasi dan negosiasi identitas… selengkapnya
Rp 120.000 Rp 150.000Penyunting: Prima Nurahmi Mulyasari Tebal : 151 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi :
Rp 34.000 Rp 40.000Penulis : James P. Spradley Tebal : xxiv + 348 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Tiara Wacana Deskripsi : …. bagi Spradley, “ilmu untuk ilmu” sudah ketinggalan zaman. Ilmu harus mempunyai kegunaan praktis dalam menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan. Begitu juga halnya dengan penelitian etnografi: seorang peneliti yang berhasil adalah juga seorang problem… selengkapnya
Rp 60.000 Rp 75.000Editor : Mikke Susanto Tebal : 137 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Buku ini bukan saja sebagai kajian teori dan praktik kelola seni semata, tetapi juga sebagai “berita” tentang tren pemikiran pengelolaan seni. Berguna dan sangat direkomendasikan bagi para mahasiswa, pegiat, pencinta, dan masyarakat yang berada di bidang… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Ketergesaan, kemendesakan, dan kemangkusan merupakan alasan-alasan mendasar yang memicu sekaligus memacu terjadinya pemadatan, pemampatan, pemipihan, dan pelipatan di dalam horison kebudayaan manusia. Pelipatan terhadap ruang, waktu, tanda, dan budaya—aspek-aspek yang menjadi bahasan utama buku ini—justru mendorong pelampauan dan pelangkahan atas batas-batas kebudayaan yang tak selalu bisa dilampaui dan dilangkahi. Akibatnya, pelipatan, sebagai anteseden dari pelampauan… selengkapnya
Rp 110.500 Rp 130.000Kebudayaan selalu terbuka pada proses peniruan dan pengambilan unsur dari kebudayaan asing. Proses itu terkadang juga diikuti oleh usaha melokalkan unsur – unsur asing tersebut sesuai dengan kemampuan, kebutuhan dan kepentingan konteks budaya yang mengadopsi unsur tersebut. Dalam hal ini, Gambus merupakan salah satu contoh proses budaya tersebut. Namun, pada perkembangan-nya, gambus yang ada di… selengkapnya
Rp 117.130 Rp 137.800Pesantren, tempat yang dikenal penuh dengan kegiatan spiritual dan kehidupan yang sederhana, ternyata juga menyimpan hal-hal tak terdefinisikan yang dapat membuat bulu kuduk berdiri. Maka, bukan rahasia jika selain belajar ilmu agama, di sana para santri juga terkadang harus menghadapi misteri-misteri yang tak terjelaskan oleh logika. Buku ini mencoba menghidupkan kembali kisah-kisah misteri autentik yang… selengkapnya
Rp 58.225 Rp 68.500Penulis : St. Sunardi Tebal : xvi + 444 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Jalasutra Deskripsi :
Rp 80.000Suwung. Satu kata yang menjadi intisari seluruh ajaran spiritual leluhur Jawa. Suwung, yang bermakna kosong, adalah realitas terdalam kehidupan, sumber penciptaan, yang tenteram-damai sepenuhnya, melampaui suka-duka, sunyi dari gejolak emosi. Leluhur Jawa memahami Tuhan sebagai Suwung, Kemahasadaran dan Kemahakuasaan dalam bentuk kekosongan yang memangku dan meliputi seluruh keberadaan (Suwung hamengku ana). Seseorang yang telah mengalami… selengkapnya
Rp 63.200 Rp 79.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.