Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Suplemen Pembelajaran Bayan dan Badia' Berbasis Ko....
- Selamat Tinggal Pagi, Selamat Datang Senja....
- Self Help....
- Mereka Yang Terlupakan: Memoar Rahmat Shigeru Ono....
- Jenghis Khan (HC)....
- Dunia yang Berlari: Dromologi, Implosi, Fantasmago....
- Analisis Obat dalam Sediaan Farmasi....
- Bioinformatika dengan R Tingkat Lanjut....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Ilmu Jawa Kuno: Sanghyang Tattwajnana Nirmala Nawaruci
Rp 140.000 Rp 175.000| ISBN | 978-602-70105-5-0 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Budaya |
Ilmu Jawa Kuno: Sanghyang Tattwajnana Nirmala Nawaruci
Raden Werkodhara diperintah gurunya, Danghyang Drona, untuk mencari Banyu Mahapawitra, yaitu air suci sumber kehidupan alam semesta. Ia bertemu sepasang ular besar yang sejatinya adalah widyadhara dan widyadhari yang terkena kutuk dan harus tinggal di tempat tersembunyi: Sumur Si Dorangga. Banyu Mahapawitra tak ditemukan di sana, namun ia berhasil melukat dua ular tersebut sehingga kembali ke wujud asalnya. Raden Werkodhara diperintah lagi menuju sebuah tanah lapang yang wingit: Têgal Si Andhadawa. Ia bertemu raksasa mengerikan yang sejatinya adalah penjelmaan Sanghyang Indra. Banyu Mahapawitra pun tak ditemukan di sana, namun Sanghyang Indra berhasil dilukat olehnya.
Ketiga kalinya, Raden Werkodhara diperintah untuk terjun ke samudra agung, Lawaṇa Udadhi, tanpa bekal apa pun. Itu berarti, ia diperintah untuk mati. Karena keteguhannya, kengerian akan kematian tiada membuatnya gentar. Ia pun memasuki samudra liar yang penuh gejolak, badai, petir, dan guntur. Matilah Raden Werkodhara! Tubuhnya terombang-ambing, terhempas ke sana-kemari oleh gelombang. Namun, di dalam kematiannya, Sanghyang Acintya, Dia yang melampaui segala hal, Dia yang menjadi tiang kehidupan alam semesta, mendadak terbit di dalam diri sejatinya. Dialah Sang Guru Sejati! Dialah Sanghyang Nawaruci! Dan dengan kemunculan Sanghyang Nawaruci, bangkitlah Raden Werkodhara dari kematian.
Kitab ini merupakan mahakarya Mpu Siwamurti pada zaman Majapahit, sebuah pedoman bagi pribadi-pribadi di masa lalu untuk mencari Sang Guru Sejati. Pada masa Jawa Baru, rontal ini lantas diadaptasi menjadi Sêrat Dewa Ruci oleh Raden Ngabehi Yasadipura II, kakek Raden Ngabehi Ranggawarsita. Kitab warisan Nusantara yang sangat penting ini kini disuguhkan dalam teks asli, terjemahan, dan uraian atas simbol-simbol yang terkandung di dalamnya.
Ilmu Jawa Kuno: Sanghyang Tattwajnana Nirmala Nawaruci
| Berat | 600 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 8.567 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : M. Alie Humaedi Tebal : 442 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : LKiS Deskripsi : “Semua padang rumput dan hutan belukar, semua gunung besar dan kecil merupakan rumah besar obat dunia. Hanya kesadaran rahasia alam lah yang membuat orang menjadi seorang dokter sejati”. Keyakinan ini begitu tampak pada sikap dan… selengkapnya
Rp 93.500 Rp 110.000Sudah banyak penelitian yang mewartakan bahan plastik—termasuk yang terlihat paling remeh, kantong plastik—memerlukan ratusan hingga ribuan tahun agar dapat terurai secara alami. Sialnya, rentang waktu penguraian yang lama tersebut sungguh sangat membebani keseimbangan ekologis. Bahan plastik sering digunakan dalam keseharian kita—di pasar, di dapur, di kamar mandi, di ruang tamu, di meja makan. Namun, jarang… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000“Kedua tanganku ini berlumuran darah, Resi.” Kesatria paling tangguh di Dunia Wayang ini merupakan putra dari garis Pandawa yaitu Bima dan Raksasa bernama Arimbi. Kelahirannya telah dinantikan para Dewa untuk melindungi mereka dari berbagai serangan yang membahayakan negeri Jonggring Saloka. Untuk menunaikan tugas tersebut, Gatotkaca sudah diberikan berbagai kesaktian. Tak ada senjata yang bisa melukai… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Buku Kuliner Semarangan merupakan kumpulan informasi tentang sejarah dan asal usul kuliner pada 10 Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah bagian utara, yaitu Batang, Kendal, Semarang, Demak, Kudus, Jepara, Pati, Rembang beserta Lasem, Blora, dan Grobogan beserta Purwodadi. Ternyata di berbagai daerah kuliner ini terdapat makanan yang riwayatnya unik seperti dawet yang bermula dari Kecamatan Pesantenan… selengkapnya
Rp 225.250 Rp 265.000Sebuah konsep hidup Skandinavia yang dilafalkan sebagai ‘huu-ga’, menjadikan Denmark bangsa yang paling bahagia di muka bumi. Tanpa padanan kata dalam bahasa Inggris, Hygge menggambarkan perasaan yang muncul dengan sendirinya. Misalnya ketika berjalan-jalan di taman bersama adik, membaca buku yang menarik di tempat favorit. Atau ketika kita berbagi makanan dengan teman baik. Namun sayangnya, tidak semua orang… selengkapnya
Rp 84.150 Rp 99.000Penulis : Akhmad Siddiq Tebal : 136 hlm Ukuran : 13 x 20 cm Penerbit : Cantrik Pustaka Deskripsi : Orang Madura senantiasa menjaga nilai-nilai sakral keagamaan mereka, karena tiga unsur utama budaya santri, yaitu pesantren, NU, dan kiai, memiliki pengaruh besar pada masyarakat, baik dalam wilayah keagamaan maupun keduniawian. Selain itu, tiga unsur utama… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Penulis : Marie-Louise von Franz Tebal : 312 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Pencarian tentang identitas diri sedang melanda kaum perempuan di dunia Barat. Setiap saat, mereka mencari citra yang dapat mendefinisikan identitas diri mereka. Pencarian ini dimotivasi oleh disorientasi dan ketidakpastian mendalam bahwa mereka tidak memiliki wakil… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Penulis : Sofian M. Asgart Tebal : 142 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Muatan HAM dalam kebijakan pendidikan di Kota Yogyakarta masih bermasalah. Inilah temuan utama studi ini. Prestasi Kota Yogyakarta dalam bidang pendidikan memang diakui banyak pihak sudah sangat baik, bahkan dapat dikatakan progresif. Namun demikian, bila… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Ketika semua orang bersuara dan berteriak, Tidak ada seorangpun, dapat disebut sebagai pemberani, Namun saat semua diam, Dan ada yang berbisik… Dialah pemberani sejati (Sawung Jabo)
Rp 51.000 Rp 60.000Candi Borobudur semenjak lama diyakini sebagai peninggalan Dinasti Sailendra dari Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-8. Lalu ada seseorang bernama KH. Fahmi Basya yang mencetuskan sebuah teori bahwa Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman dan Indonesia adalah Negeri Saba. Ia mengklaim memiliki bukti-bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung teorinya. Benarkah demikian? Teori bahwa Borobudur peninggalan Nabi… selengkapnya
Rp 48.000 Rp 60.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.