Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Pesantren, Kiai, dan Kitab Kuning
- Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku den
- Persuit Epistemology Of Islamic Studies (Buku Dua
- Cita-Cita Seni Lukis Indonesia Modern 1900-1995: S
- Your Next Five Moves
- Gizi Kerja
- Sejarah Batak Karo: Sebuah Sumbangan
- Islam Sebagai Ilmu: Epistimologi, Metodologi, dan
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Konsekuensi-Konsekuensi Modernitas
Penulis : Anthony Giddens
Tebal : xii + 248 hlm
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Penerbit : Kreasi Wacana
Deskripsi :
Melalui buku ini Anthony Giddens mengkaji seluk beluk modernitas dan konsekuen-konsekuensinya. Dalam masyarakat industrial, namun pada batas-batas tertentu di dunia ini secara keseluruhan, kita telah memasuki satu modernitas tingkat tinggi, yang terlepas dari ikatan terhadap keyakinan akan tradisi dan terhadap yang telah lama dikenal dengan “titik pengamatan” (baik bagi yang berada “di luat” maupun “di dalam” dan bagi yang lain)-dominasi Barat. Meski penemunya berusaha menemukan kepastian untuk menggantikan dogma-dogma yang telah ada sebelumnya, namun modernitas secara efektif melibatkan institusional keraguan. Semua klaim pengetahuan, pada zaman modern, pada dasarnya bersifat sirkuler, meski “sirkuralitas” ini memiliki konotasi berbeda dalam ilmu alam bila dibandingkan dengan ilmu-ilmu sosial.
Menurut Giddens, modernitas sebenarnya bberorientasi ke masa depan, sehingga “masa depan” memiliki status sebagai model yang kontrafaktual. Meskipun ada alasan lain mengapa hal itu dilakukan.ini adalah satu faktor yang dijadikannya landasan untuk meletakkan realisme utopis. Antisipasi masa depan menjadi bagian dari masa kini, sehingga terpulang kepada bagaimana masa depan sebenarnya berkembang; realisme utopis mengombinasikan “pembukaan jendela” bagi masa depan dengan analisis kecenderungan institusional yang terus berlanjut di mana masa depan politis menjadi imanen dalam kehadirannya. Dengan membahas hubungan antara modernitas dengan transformasi ruang dan wakti secara mendalam, Giddens memulai kajian buku buku ini.
Tags: budaya, kreasi wacana
Konsekuensi-Konsekuensi Modernitas
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.959 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Yasraf Amir Piliang dan Audifax Tebal : 404 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : Cantrik Pustaka Deskripsi : Manusia adalah makhluk yang terjerat dalam jejaring penanda yang ditenunnya sendiri. Ernst Cassirer mengumandangkan kredo bahwa manusia adalah ‘binatang simbolik’ (animal symbolicum). Dunia manusia adalah dunia yang diciptakan melalui bentuk-bentuk simbolik pemikiran… selengkapnya
Rp 93.500 Rp 110.000Buku ini berminat untuk menawarkan solusi kepada pemerintah dan berbagai pihak dalam menghasilkan kebijakan-kebijakan dan perlakuan yang tepat dan proporsional dalam merespons dan mengelola fenomena tumbuh kembangnya radikalisme di kalangan pondok pesantren. Selain itu, buku ini diharapkan bisa dijadikan rujukan dalam penemuan model baru pengembangan sistem pendidikan dan pengelolaan pondok pesantren yang mampu mengeliminasi tumbuh… selengkapnya
Rp 61.200 Rp 72.000Penulis : Kuntowijoyo Tebal : xiv + 218 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Tiara Wacana Deskripsi : Orang bisa memberi tafsir yang bermacam-macam tentang perubahan masyarakat dan kebudayaan, karena kedua-duanya memang kaya dengan nuansa. Buku ini merupakan hasil pengembaraan intelektual KUNTOWIJOYO selama sekitar enam tahun. Dalam kapasitasnya sebagai sejarawan dan budayawan… selengkapnya
Rp 38.400 Rp 48.000Penulis : Yance Z Rumahuru Tebal : 121 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Buku tipis tapi penting ini menunjukkan bagaimana modal sosial yang ada di Kota Ambon dan Kota Tual berhasil membangun kembali kerukunan masyarakat pascakonflik di dua kota itu. Saya terkesan dengan kejelian penulisnya dalam menangkap berbagai… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Candi Borobudur semenjak lama diyakini sebagai peninggalan Dinasti Sailendra dari Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-8. Lalu ada seseorang bernama KH. Fahmi Basya yang mencetuskan sebuah teori bahwa Borobudur adalah peninggalan Nabi Sulaiman dan Indonesia adalah Negeri Saba. Ia mengklaim memiliki bukti-bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung teorinya. Benarkah demikian? Teori bahwa Borobudur peninggalan Nabi… selengkapnya
Rp 48.000 Rp 60.000Penulis : Riris K. Toha Sarumpaet (editor) Tebal : xvi + 352 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Pertanyaannya, dalam berbicara tentang kehidupan (bersama), haruskah kita sekata? Benarkah Bahasa mempersatukan kita? Adakah budaya yang ragam mempersatukan kita atau –bisa– sebaliknya? Buku ini, seperti berbagai buku lain yang merenungi… selengkapnya
Rp 76.000 Rp 95.000Pada suatu hari, Darmagandhul, seorang murid yang tajam hatinya, bertanya kepada gurunya, Kiai Kalamwadi, tentang awal mula kenapa penduduk Jawa meninggalkan agama Shiwa Buddha dan beralih memeluk agama Islam. Pada saat itulah Kiai Kalamwadi mulai menyadari bahwa rahasia kehancuran Majapahit dan Jawa yang tersembunyi selama berabad-abad patut dibabarkan kepada Darmagandhul, agar menjadi pelajaran bagi generasi mendatang…. selengkapnya
Rp 108.000 Rp 135.000Berbicara tentang industri tenun, hal ini tidak hanya mengenai produsen tekstil besar, tetapi juga menyangkut nasib banyak kelompok masyarakat perajin tenun yang tersebar di seluruh Nusantara, dimana tenun sarung adalah salah satu warisan budaya yang wajib dilestarikan dan dikembangkan. Saya bersyukur Pak Adi Kusrianto yang menjadi Humas DPD Asosiasi Profesi Batik dan Tenun Nusantara “Bhuana”… selengkapnya
Rp 182.750 Rp 215.000Penulis : St. Sunardi Tebal : xvi + 444 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Jalasutra Deskripsi :
Rp 80.000Penulis : Niken Wirasanti Tebal : 234 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Jawa bagian Tengah, khususnya poros Kedu Selatan-Prambanan, pernah menjadi bagian dari Kerajaan Mataram Kuno abad IX-X Masehi. Lingkungan tersebut merupakan wilayah yang ditandai dengan sederetan gunung api, beberapa perbukitan, dan menghampar dataran kaki gunung api… selengkapnya
Rp 79.900 Rp 94.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.