Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami

Pemasaran
● online
Pemasaran
● online
Halo, perkenalkan saya Pemasaran
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
  • Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
  • Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
  • Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
  • Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Beranda » Budaya » Menyingkap Tabir Kuasa di Tanah Buton: Orang Kulisusu, Identitas, dan Kekuasaan
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

Menyingkap Tabir Kuasa di Tanah Buton: Orang Kulisusu, Identitas, dan Kekuasaan

Rp 85.000 Rp 100.000
Hemat Rp 15.000
ISBN978-602-258-430-8
Stok Tersedia
Kategori Budaya
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Menyingkap Tabir Kuasa di Tanah Buton: Orang Kulisusu, Identitas, dan Kekuasaan

Penulis     : Nurlin

Tebal         : 282 hlm

Ukuran     : 16 x 24 cm

Penerbit   : Ombak

Deskripsi :

Ruang historis kembali dibuka dan diperbincangkan dalam pertemuan 17 tokoh adat tersebut untuk menemukan penegasan bahwa tanah tempat mereka berpijak ini adalah “rumah” bersama yang dimiliki secara komunal. Bahwa dalam konteks sejarah, Kulisusu dan Muna (kabupaten induk) pada dasarnya memiliki kedudukan yang sama, yakni sama-sama sebagai barata Kesultanan Buton. Selain itu, dipaparkan pula perihal sejarah terintegrasinya Distrik Kulisusu dalam wilayah Kabupaten Muna pada 1959, berdasarkan pada keputusan Sultan Buton, La Ode Muhamad Falihi. Dengan demikian, pertemuan ini juga disebut-sebut sebagai gerakan pembatalan SK sultan Buton pada saat pembentukan Kabupaten Muna, 1959.
Musyawarah 17 tokoh adat Kulisusu di atas merupakan upaya pewacanaan ulang masa lalu sebagai dasar penentuan identitas kekinian. Melalui artikulasi historis, 17 tokoh adat Kulisusu mampu menunjukkan dengan tegas tapal batas budaya orang Kulisusu dan orang Muna (sebagai kabupaten induk). Sebagaimana pendapat Stuart Hall (1996), pertemuan 17 tokoh adat Kulisusu tersebut dapat dikatakan sebagai praktik-praktik diskursus yang spesifik oleh institusi-institusi yang spesifik pula (institusi adat) guna mereproduksi identitas pembeda antara “kita” (orang Kulisusu) dan “mereka” (orang Muna).4 Identitas pembeda antara “kita” dan “mereka” sangat penting untuk membangkitkan nilai-nilai nasionalisme lokal sebagai “roh” perjuangan politik pemekaran kabupaten. Sumber daya “pembeda” tersebut secara internal tersedia dalam ruang historis, sebab setiap individu dalam suatu masyarakat tidak saja dibentuk oleh hubungan-hubungan kekinian, melainkan juga dibentuk oleh hubungan-hubungannya dengan masa lalu.

Tags: ,

Menyingkap Tabir Kuasa di Tanah Buton: Orang Kulisusu, Identitas, dan Kekuasaan

Berat 350 gram
Kondisi Baru
Dilihat 1.438 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: