Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Semua Manusia Bersaudara....
- Panduan Praktis Membuat Mini Games Android Menggun....
- Kisah Cinta Aisyah Al-Humaira: Sungguh Romantis Su....
- Analisis Kalimat....
- Filsafat Ilmu: Sejarah, Konsep, Dan Strategi Penge....
- Jerusalem: The Biography (Edisi Revisi & Update)....
- Rerasanan 1: Beragama dan Berbangsa....
- Ijtihad Maqasidi; Rekonstruksi Hukum Islam Berbasi....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Menyingkap Tabir Kuasa di Tanah Buton: Orang Kulisusu, Identitas, dan Kekuasaan
Rp 85.000 Rp 100.000| ISBN | 978-602-258-430-8 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Budaya |
Menyingkap Tabir Kuasa di Tanah Buton: Orang Kulisusu, Identitas, dan Kekuasaan
Penulis : Nurlin
Tebal : 282 hlm
Ukuran : 16 x 24 cm
Penerbit : Ombak
Deskripsi :
Ruang historis kembali dibuka dan diperbincangkan dalam pertemuan 17 tokoh adat tersebut untuk menemukan penegasan bahwa tanah tempat mereka berpijak ini adalah “rumah” bersama yang dimiliki secara komunal. Bahwa dalam konteks sejarah, Kulisusu dan Muna (kabupaten induk) pada dasarnya memiliki kedudukan yang sama, yakni sama-sama sebagai barata Kesultanan Buton. Selain itu, dipaparkan pula perihal sejarah terintegrasinya Distrik Kulisusu dalam wilayah Kabupaten Muna pada 1959, berdasarkan pada keputusan Sultan Buton, La Ode Muhamad Falihi. Dengan demikian, pertemuan ini juga disebut-sebut sebagai gerakan pembatalan SK sultan Buton pada saat pembentukan Kabupaten Muna, 1959.
Musyawarah 17 tokoh adat Kulisusu di atas merupakan upaya pewacanaan ulang masa lalu sebagai dasar penentuan identitas kekinian. Melalui artikulasi historis, 17 tokoh adat Kulisusu mampu menunjukkan dengan tegas tapal batas budaya orang Kulisusu dan orang Muna (sebagai kabupaten induk). Sebagaimana pendapat Stuart Hall (1996), pertemuan 17 tokoh adat Kulisusu tersebut dapat dikatakan sebagai praktik-praktik diskursus yang spesifik oleh institusi-institusi yang spesifik pula (institusi adat) guna mereproduksi identitas pembeda antara “kita” (orang Kulisusu) dan “mereka” (orang Muna).4 Identitas pembeda antara “kita” dan “mereka” sangat penting untuk membangkitkan nilai-nilai nasionalisme lokal sebagai “roh” perjuangan politik pemekaran kabupaten. Sumber daya “pembeda” tersebut secara internal tersedia dalam ruang historis, sebab setiap individu dalam suatu masyarakat tidak saja dibentuk oleh hubungan-hubungan kekinian, melainkan juga dibentuk oleh hubungan-hubungannya dengan masa lalu.
Tags: budaya, penerbit ombak
Menyingkap Tabir Kuasa di Tanah Buton: Orang Kulisusu, Identitas, dan Kekuasaan
| Berat | 350 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.499 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Aryo Sunaryo Tebal : 311 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi :
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Jamal D. Rahman Tebal : xvi + 216 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Cantrik Pustaka Deskripsi : Tiga layar utama itu berkibar dan bersahutan dari kejauhan: Syekh Nawawi al-Bantani (Islam), Multatuli (sastra), dan Christiaan Snouck Hurgronje (pengetahuan). Bagaimana pergulatan mereka di laut Banten abad ke-19 membentuk masa lalu dan… selengkapnya
Rp 93.500 Rp 110.000Buku ini adalah perenungan historis yang mendedah akar-akar feminisme, hak suara, pembebasan di tahun 1960-an, dan kemudian menganalisis situasi terkini para perempuan di seantero Eropa, Amerika Serikat, serta belahan dunia lainnya, terutama di negara-negara Dunia Ketiga. Margaret Walters membabarkan pelbagai kesukaran dan ketidaksetaraan yang masih dihadapi oleh perempuan, lebih dari 40 tahun setelah feminisme “gelombang… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Chris Barker Tebal : xxvi + 466 hlm Ukuran : Penerbit : Kreasi Wacana Deskripsi : Cultural studies merupakan suatu teori yang dibangun oleh pemikir yang memandang produksi pengetahuan teoritis sebagai praktik politik. Cultural Studies bukan sebuah perbincangan suatu mazhab atau keilmuan tertentu, ia interdisipliner, multidisipliner, bahkan postdisilp banyak disiplin keilmuan yang sudah… selengkapnya
Rp 106.250 Rp 125.000Penulis : Riana Diah Sitharesmi dan Trubus Semiaji Tebal : x + 66 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : Deepublish Deskripsi : Sifat ephemeral tari menyebabkan penyajian suatu karya tari menjadi satu perisiwa kreatif yang “sekali hilang”. Citra dinamis, meminjam istilah Suzanne K. Langer, bisa tidak akan tertangkap jika sedetik saja perhatian kita teralihkan…. selengkapnya
Rp 70.550 Rp 83.000Penulis : Prapto Yuwono Tebal : x + 186 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Tiara Wacana Deskripsi : Manusia Jawa memiliki kekayaan ajaran tentang kesalehan hidup. Sekalipun demikian, sering terjadi salah tafsir mengenai ajaran-ajaran tersebut. Ajaran kejawen yang menjadi akar dari filosofi spiritualitas Jawa misalnya, bukan saja terabaikan, bahkan… selengkapnya
Rp 45.600 Rp 57.000Penulis : Atik Triratnawati Tebal : viii + 178 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Masuk angin bagi orang Jawa dipercaya sebagai penyakit yang alokalitas karena gangguan ini dapat menimpa siapa saja tanpa dibatasi oleh umur, strata, jenis kelamin, lokasi maupun musim. Gejala masuk angin seperti: panas-dingin, lesu-lemah,… selengkapnya
Rp 69.700 Rp 82.000Penulis : Kuntowijoyo Tebal : xiv + 218 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Tiara Wacana Deskripsi : Orang bisa memberi tafsir yang bermacam-macam tentang perubahan masyarakat dan kebudayaan, karena kedua-duanya memang kaya dengan nuansa. Buku ini merupakan hasil pengembaraan intelektual KUNTOWIJOYO selama sekitar enam tahun. Dalam kapasitasnya sebagai sejarawan dan budayawan… selengkapnya
Rp 38.400 Rp 48.000Ketergesaan, kemendesakan, dan kemangkusan merupakan alasan-alasan mendasar yang memicu sekaligus memacu terjadinya pemadatan, pemampatan, pemipihan, dan pelipatan di dalam horison kebudayaan manusia. Pelipatan terhadap ruang, waktu, tanda, dan budaya—aspek-aspek yang menjadi bahasan utama buku ini—justru mendorong pelampauan dan pelangkahan atas batas-batas kebudayaan yang tak selalu bisa dilampaui dan dilangkahi. Akibatnya, pelipatan, sebagai anteseden dari pelampauan… selengkapnya
Rp 110.500 Rp 130.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.