● online
- Siedjah - Melintasi Tapal Batas Kepicikan Kolonial....
- Instalasi Motor Listrik SMK/MAK Kelas XII (3 Tahun....
- Analisis Sistem Pengendalian Proses....
- 60 Hadits Shahih....
- Kaum Berber di Andalusia....
- Otonomi Daerah....
- Kreativitas Artistik di Balik Tata Rias Panggung....
- Strategi Pembelajaran Bidang Studi Geografi....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Menuju Lentera Merah: Gerakan Propagandis Komunis Di Serambi Mekah 1923-1949
Rp 51.000 Rp 60.000| ISBN | 978-602-386-112-5 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sejarah |
Menuju Lentera Merah: Gerakan Propagandis Komunis Di Serambi Mekah 1923-1949
Penulis : Fikrul Hanif Sufyan
Tebal : 162 hlm
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Penerbit : UGM Press
Deskripsi:
Pada awal abad ke-20, Kota Padang Panjang yang dikenal sebagai Serambi Mekah karena keislamannya, justru berkembang menjadi lumbung pertumbuhan komunis terpesat di Sumatera. Adalah seorang guru agama Sumatera Thawalib (sekolah kaum modernis Islam yang terkenal di kota itu), Haji Datuk Batuah, yang mencoba memadukan Marxisme dan Islamisme, serta nilai-nilai adat Minangkabau. Ia menyebut hasil ramuannya itu sebagai Kuminih. Dampaknya cukup mencengangkan: bersama Natar Zainuddin ia mampu menarik hampir seluruh murid Thawalib memeluk ‘merah’, jumlah anggota komunis melonjak di kota itu, dan dengan begitu aksi protes melalui surat kabar cepat merebak.
Namun, belum sempat gerakan itu membesar, pemerintah kolonial meringkus Haji Datuk Batuah cs. Mereka dibuang ke Nusa Tenggara Timur dan dijebloskan ke rimba-raya Digoel yang penuh malaria, hingga dieksternir ke Australia. Sumber kolonial menyebut propagandis komunis itu merencanakan pembunuhan, coupt kekuasaan, dan penyebar kebencian. Namun, jika sumber-sumber lokal ditilik, narasinya akan jadi lain. Bagaimana kelompok propagandis komunis melawan arus kapitalisme dan imperialisme? Bagaimana kisah penangkapan dan perasaian mereka dalam pembuangan? Karya ini memberi gambaran yang lebih memadai dari sudut pandang sumber-sumber lokal yang selama ini cenderung diabaikan oleh sebagian peneliti. Hasil temuannya sungguh mencengangkan!
Tags: lentera merah, serambi mekah, ugm press
Menuju Lentera Merah: Gerakan Propagandis Komunis Di Serambi Mekah 1923-1949
| Berat | 200 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.099 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Hudaya Kandah Jaya Tebal : 402 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Pada dasarnya Nusantara tidak pernah hidup mengisolasi diri. Dari dahulu kala Nusantara merupakan tempat perjumpaan dan pertemuan dengan bangsa-bangsa manca. Dalam sejarahnya perjumpaan telah terjadi dengan India, China, Arab, Portugis, Inggris, Belanda. Dari perjumpaan ini… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Penulis : Yusana Sasanti Dadtun Tebal : 160 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Buku ini memberikan gambaran sistem produksi dan perdagangan minuman keras di Batavia dan dampaknya terhadap masyarakat pada akhir abb XIX. Kesimpulan buku ini adalah bahwa keseluruhan peraturan pemerintah (1873 dan 1898) tersebut dikeluarkan guna mengontrol… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Mitsuo Nakamura Tebal : xxviii + 688 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : “Buku ini bukanlah sekadar kompilasi karya, tapi juga perjalanan karya atau perjalanan intelektual Nakamura. Dengan buku ini Pak Nakamura ingin menampilkan sejarah pemikirannya secara diakronis untuk mengetahui atau menunjukkan pergeseran minat dan kajian… selengkapnya
Rp 156.000 Rp 195.000Pemerintah mengubah fungsi kota tradisional menjadi kota modern untuk beberapa kota di Jawa dan Madura pada 1906. Program modernisasi itu berbasis industrialisasi ekonomi. Sebagai contoh kasus di Kota Cirebon, pemerintah Hindia Belanda bertujuan mengubah fungsi Kota Cirebon dari kota tradisional menjadi kota modern dan dari kota yang tidak sehat menjadi kota yang sehat. Tujuan tersebut… selengkapnya
Rp 127.500 Rp 150.000Penulis : Agus Setiyanto Tebal : 274 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Bengkulu merupakan satu-satunya propinsi di Indonesia yang pernah mengalami kolonialisme Inggris secara langsung. Sebelum akhirnya diserahkan kepada Belanda berdasarkan Traktak London 1824 yang membagi Nusantara menjadi dua bagian dengan Selat Malaka sebagai batasnya. Buku ini membahas… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Penulis : Abidin Kusno Tebal : xxviii + 150 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Tulisan Abidin Kusno ini adalah sebuah upaya untuk memahami berbagai urusan penyediaan rumah rakyat di Jakarta yang sudah menjadi semacam lingkaran setan itu, serta mengungkapkan mengapa kerja besar penyediaan rumah rakyat yang secara ekonomi… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Any Rahmayani Tebal : 169 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Buku ini menjadi sebuah karya yang memiliki kontribusi terhadap kajian orang Tionghoa khususnya di Singkawang. Kajiannya mengenai permukiman masyarakat Tionghoa Singkawang merupakan telaah permukiman yang komprehensif. la dengan lihai-nya mampu mengungkap sejarah awal masuknya orang Tionghoa… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Pada bulan Juli 1946 Piet Hidskes mendaftarkan diri sebagai sukarelawan pada Depot Speciale Troopen (DST, Depot Pasukan Khusus), korps elite dari Koninklijke Nederlansch-Indisch Leger (Pasukan Hindia-Belanda) di bawah komando Kapten Westerlingyang menerima carte blanche untuk menumpas pemberontakan di Indonesia dan melakukan aksi-aksi pembersihan. Setelah mengikti pelatihan selama enam bulan, Hidskes ditempatkan di Sulawesi Selatan. Dia kemudian terlibat… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 90.000Demak Bintara merupakan negara Islam pertama di Tanah Jawa, negara Islam ketiga di Nusantara, dan negara Islam keempat di Asia Tenggara. Kerajaan ini—yang didirikan oleh Wali Sanga dengan Raden Patah bertindak sebagai raja—dicetuskan tidak lebih dari alasan sebagai penopang dakwah Islam yang dikomando oleh Sunan Ampel dan Raden Santri. Para wali menginginkan dakwah Islam yang… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Kebudayaan Indis lahir akibat kebiasaan hidup membujang para prajurit dan pejabat Belanda di Hindia Belanda. Ketiadaan wanita Eropa mendorong mereka mengambil perempuan Pribumi sebagai pasangan. Alhasil bukan saja anak, tetapi juga gaya hidup dan budaya campuran yang meliputi aspek kehidupan dan budaya dalam arti luas. Mulai dari bangunan indische stijl, perabotan meubilair, makanan rijstaffel, bahasa… selengkapnya
Rp 67.500 Rp 90.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.