● online
- Sejarah Asia Timur 1
- Linguistik Forensik dan Kejahatan Bahasa
- Hukum dan Masalah Kependudukan
- Serdadu Belanda di Indonesia 1945-1950; Kesaksian
- Abu Nawas; Sufi dan Penyair Ulung yang Jenaka
- Sekotak Cokelat dari Prancis
- Ramuan Obat Tradisional Suku Dayak Kanayatn (Dayak
- Energi Terbarukan (edisi warna)
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Rihlah Ibnu Khaldun
Rp 93.500 Rp 110.000| ISBN | 978-623-220-158-3 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sejarah |
Penulis : Ibnu Khaldun
Tebal : 344 hlm
Ukuran : 15 x 23 cm
Penerbit : Alvabet
Rihlah Ibnu Khaldun
Nama Ibnu Khaldun sangat terkenal baik di dunia Islam maupun Barat. Banyak sekali julukan yang disematkan kepadanya, seperti bapak sosiologi, peletak dasar filsafat sejarah, perintis ilmu ekonomi, hingga penggagas teori-teori politik. Karyanya yang sangat monumental adalah al-Muqaddimah. Ini sesungguhnya adalah bagian awal dari kitab Tarikh Ibnu Khaldun, yang lengkapnya bernama al-‘Ibar wa Diwan al-Mubtada’ wa al-Khabar fi Ayyam al-‘Arab wa al-‘Ajam wa al-Barbar wa Man ‘Asharahum min Dzawi as-Sulthan al-Akbar.
Orang lebih mengenal al-Muqaddimah. Padahal, Tarikh-nya juga penting, termasuk bagian terakhirnya yang merupakan memoar perjalanan Ibnu Khaldun, yakni at-Ta‘rif bi Ibn Khaldun wa Rihlahtuh Gharban wa Syarqan. Buku ini adalah catatan penulisnya, tentang perjalanannya ke Barat dan ke Timur, yang jarang diketahui. Perjalanan ini menjadi semacam latar belakang dia menulis al-Muqaddimah dan secara keseluruhan kitab Tarikh-nya.
Pengalaman perjalanan ini, di mana ia melihat dan mengalami langsung kondisi sosial-politik pemerintahan Islam yang bergolak, saling berperang, berebut kekuasaan antar amir dan sultan, bahkan antar keluarga kerajaan, menjadi bahan utama ia menulis teori-teori sosialnya dalam al-Muqaddimah. Buku ini juga menjadi karya penting untuk mengenal lebih dekat sosok Ibnu Khaldun, mulai dari nasab, keilmuan, kepribadian, ketokohan, hingga tanggung jawabnya dalam jabatan hakim agung yang dia emban dari penguasa.
Rihlah Ibnu Khaldun
| Berat | 400 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.093 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : M. Suriansyah Ideham, dkk. Tebal : 1175 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Buku ini dimaksudkan menyajikan bagaimana orang Banjar di Kalimantan Selatan membangun sejarahnya dari Zaman Prasejarah hingga Periode Orde Baru. Sebenarnya cukup banyak tulisan tentang Sejarah Banjar dengan tema-tema tertentu yang ditulis oleh orang-orang asing… selengkapnya
Rp 297.500 Rp 350.000Penulis : Leo Agung Tebal : 245 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Sejarah intelektual sebagai studi tersendiri muncul di Eropa pada awal abad ke-20. Sejarah intelektual lebih menekankan pada pemikiran, ide-ide, atau nilai-nilai yang berpengaruh dalam kehidupan umat manusia dari masa kuno hingga dewasa… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Pada bulan April 1946, Perdana Menteri Sjahrir menawarkan 500.000 ton beras kepada India yang tengah dilanda kelaparan. Sebagian besar studi mengenai bantuan beras untuk India ini menekankan bahwa bantuan ini merupakan bukti keberhasilan diplomasi Sjahrir dalam mendapatkan pengakuan politik dari luar negeri. Namun, buku ini menunjukkan hal yang berbeda: pengakuan politik merupakan hal terakhir yang… selengkapnya
Rp 45.900 Rp 54.000Penulis : J. Stroomberg Tebal : 484 hlm Ukuran : 15 x 24 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Buku ini memaparkan banyak sekali informasi berharga seputar Hindia Belanda (Indonesia) pada tahun-tahun sekitar 1930 dan tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari keadaan flora-fauna, populasi, pendidikan, kesehatan, layanan transportasi publik, pemerintah, perundangan agraria, hukum, bank, pertanian dan holtikultura,… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Penulis : Muhammad Yusuf bin Abdurrahman Tebal : 428 hlm Ukuran : 15,5 x 24 cm Penerbit : Noktah “Khalid bin al-Walid adalah sosok yang ahli dalam perang. Ia membekali dirinya dengan pengetahuan yang luas dan keterampilan militer yang tangguh.”—Manshur Abdul Hakim, penulis Bangsa ke-13 Sang Penguasa Dunia. “Shalahuddin adalah pahlawan fantasi sekaligus nyata. Ia… selengkapnya
Rp 93.500 Rp 110.000Penulis : Emil Leushuis Tebal : 304 hlm Ukuran : 22 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Kota-kota pusaka di Indonesia tidak terlepas dari sejarah masa kolonial. Setelah masa kemerdekaan, perkembangan kota yang dinamis dan terkadang kontradiktif, telah memberikan ruang interaksi antara masa lalu dan masa kini. Adalah sebuah pertanyaan… selengkapnya
Rp 127.500 Rp 150.000Pandemi mengharuskan para siswa dan guru memiliki gebrakan dalam melakukan pembelajaran supaya tetap berjalan dengan optimal. Buku ini mencoba untuk memberikan solusi kepada para guru, terutama dalam usaha melatih siswa untuk berpikir tingkat tinggi.
Rp 102.000 Rp 120.000Penulis : Imam Muhtarom, dkk (editor) Tebal : 183 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi Pengertian Ratu Adil dalam benak penduduk di Nusantara sejak lama tertanam. Pengertian tersebut sudah ada mulai dari Aceh, Jawa, Sulawesi hingga Papua. Konsep Ratu Adil bagi masyarakat tersebut merupakan sarana pembebasan yang bersifat eskatologis dari… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Buku ini tidak persis berbentuk polemik seperti yang berlangsung antara Soedjatmoko dengan Boejoeng Saleh, yang merupakan artikel berbalas artikel. Bukan pula polemik seperti yang terjadi antara BM. Diah (Merdeka) dengan Njoto (Harian Rakjat). Atau antara sastrawan yang dicap kelompok Manikebu dengan Lekra. Tetapi kumpulan tulisan antara dua orang sejarawan Indonesia yang sebagian pendapatnya bertentangan dan… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000Dalam penulisan sejarah selama ini kita rupanya telah mengabaikan sejarah lokal. Dalam dunia pendidikan, misalnya, kurikulum sejarah kita dari waktu ke waktu cenderung hanya menampilkan sejarah nasional—ini pun cenderung dijadikan legitimasi kekuasaan. Hal ini niscaya sangat disayangkan karena banyak peristiwa lokal yang bernilai edukatif, inspiratif, dan rekreatif. Tanpa pengetahuan tentang sejarah lokal, kita sebagai bangsa… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.