● online
- Kebijakan Pembiayaan dan Fragmentasi Sistem Keseha
- Pembebas dari Kesesatan
- Strategi Kebangkitan Hijau Materi Evaluasi Penyulu
- The Best Bedah Soal Komplet UN + USBN SMA/MA IPS 2
- Produk Kreatif dan Kewirausahaan Agribisnis Organi
- Kuatkan Tekadmu: Tujuh Vitamin Dosis Tinggi untuk
- Nyai Kemamang
- Gambar Teknik Manufaktur SMK/MAK Kelas XI
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Ratu Adil Kuasa dan Pemberontakan di Nusantara
Rp 55.250 Rp 65.000| ISBN | 978-602-258-335-6 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sejarah |
Ratu Adil Kuasa dan Pemberontakan di Nusantara
Penulis : Imam Muhtarom, dkk (editor)
Tebal : 183 hlm
Ukuran : 15 x 23 cm
Penerbit : Ombak
Deskripsi
Pengertian Ratu Adil dalam benak penduduk di Nusantara sejak lama tertanam. Pengertian tersebut sudah ada mulai dari Aceh, Jawa, Sulawesi hingga Papua. Konsep Ratu Adil bagi masyarakat tersebut merupakan sarana pembebasan yang bersifat eskatologis dari segala derita yang menerpa kehidupan yang berupa ketidakadilan, penindasan, dan kelaparan. Adanya Ratu Adil diyakini akan mendatangkan keadilan, kebebasan, dan kebahagiaan hidup di dunia. Perbedaannya hanya pada istilah dan praktik-praktik di tempatan yang berbeda.
Kata kunci Ratu Adil ada pada perubahan sosial dan politik. Semua tulisan dalam buku ini selalu menyatakan pemikirannya dengan menunjuk fakta sosial dan politik sebuah kelompok masyarakat. Kelompok masyarakat ini mengartikulasikan pelbagai ketidaksetujuan lewat pembangkangan fisik. Mereka mengadakan pemberontakan (dari sudut pandang penguasa tentunya) untuk memperjuangkan cita-citanya yang kandas oleh tatanan sosial dan politik waktu itu.
Tags: penerbit ombak, sejarah
Ratu Adil Kuasa dan Pemberontakan di Nusantara
| Berat | 200 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 3.619 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Sri Margana, dkk. (editor) Tebal : 517 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Beberapa waktu belakangan, identitas Kebangsaan Indonesia yang majemuk (seolah) sedang terancam. Menguatnya politik identitas—khususnya identitas agama, lebih khususnya lagi Islam—dan berkembangnya organisasi Islam trans-nasional dipersepsikan sebagai ancaman bagi keindonesiaan. Kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur… selengkapnya
Rp 170.000 Rp 200.000Penulis : Tome Pires Tebal : cxxviii + 452 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: “Tome Pires adalah seorang pengembara dari Portugis yang membuat catatan perjalanannya yang dibukukan dan diberi judul Suma Oriental. Catatan perjalanan ini menjadi bahan bacaan yang menarik tentang paruh pertama abad ke-16 dalam dunia perdagangan dari Laut… selengkapnya
Rp 170.000 Rp 200.000Penulis : Himawan Prasetyo Tebal : 98 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : Pustaka Kita Deskripsi : Kauman adalah nama sebuah kampung di kota Surakarta yang memiliki ciri-ciri khusus. Ciri-ciri khusus ini tampak dalam kehidupan masyarakatnya, pergeseran dan perubahan sosial yang terjadi di dalamnya. Komunitas atau masyarakat Kauman merupakan masyarakat yang anggotanya… selengkapnya
Rp 52.000 Rp 65.000Ayyamul ‘arab atau “hari-hari bangsa Arab” sangat populer dan menjadi rujukan utama buku-buku tentang sejarah Arab klasik, terutama sebelum Islam. Dari situ kita mengetahui bagaimana kondisi sosial, budaya, ekonomi, politik, dan agama atau kepercayaan bangsa Arab. Bagaimana kehidupan nomaden dan menetap mereka, aktivitas dagang mereka, tradisi dan adat istiadat mereka, relasi mereka dengan dunia luar,… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Penulis : Abdul Rahman Hamid Tebal : 212 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Sejarah memiliki potensi untuk menjadikan kita manusia yang berperikemanusiaan, hal yang tidak dapat dilakukan oleh semua mata pelajaran yang lain dalam kurikulum. (Sam Wineburg) Risalah ini ditulis berdasarkan pengalaman dan penelitian selama bergelut dengan pembelajaran… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Supriyanto Tebal : 176 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Pelabuhan Palembang termasuk dalam wilayah Keresidenan Palembang, terletak di muara Sungai Musi, yaitu pertemuan Sungai Musi dengan Selat Sunda atau Laut Jawa. Pelabuhan itu memiliki peranan penting bagi perkembangan ekonomi masyarakat terutama dalam kaitannya dengan aktivitas pelayaran dan… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Peta Asia Tenggara yang dibuat orang Bugis kira-kira pada tahun 1828 memberi kesan betapa jauh dan luasnya wilayah pelayaran orang-orang Bugis dan Makassar pada waktu itu. Pada peta ini, yang pernah dibicarakan oleh C.C.F.M. Le Roux pada tahun 1935, di bagian utara Australia masih terbaca bagian kata “ge” yang menurut Prof. Dr. A.A. Cense selengkapnya… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000Suatu penulisan sejarah membutuhkan buku pegangan metodologi sejarah, bila penulis ingin mempertanggungjawabkan karyanya secara ilmiah. Hingga kini di Indonesia, kita belum memiliki buku pegangan metodologi sejarah yang ditulis asli dalam bahasa Indonesia. Baru sekarang inilah (1992) pakar sejarah kita, Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo yang sejak tahun 1950-an memelopori studi sejarah Indonesia dengan pemikiran-pemikiran baru, dan… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Beberapa sejarawan menganggap abad pertengahan Islam sebagai zaman kegelapan karena penurunan aktivitas intelektual yang mencolok dibandingkan dengan abad sebelumnya, yaitu abad klasik. Mungkin karena alasan itu atau berbagai alasan lainnya, banyak penulis yang lebih memperhatikan abad klasik, karena pada saat itu memang terjadi dinamika intelektual yang sangat mempengaruhi perkembangan Islam selanjutnya. Prof. Dr. Syafiq A…. selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Pada masa Revolusi bagi para menak yang terlibat dalam elite birokrasi merupakan masa “keruntuhan” bagi kekuasaannya sebagai korps pegawai birokrasi. Karena sejak awal kemerdekaan yang kemudian tampil memimpin republik adalah para pemimpin priyayi nasionalis. Pada masa kekuasaan kolonial Belanda hubungan antara pangreh praja dan para pemimpin nasionalis tidaklah terlalu harmonis, terkecuali beberapa orang pangreh praja… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.