● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Menggugat Historiografi Indonesia
Rp 34.000 Rp 40.000| ISBN | 978-602-258-007-2 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Sejarah |
Penulis : Bambang Purwanto dan Asvi Warman Adam
Tebal : 119 hlm
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Penerbit : Ombak
Menggugat Historiografi Indonesia
Buku ini tidak persis berbentuk polemik seperti yang berlangsung antara Soedjatmoko dengan Boejoeng Saleh, yang merupakan artikel berbalas artikel. Bukan pula polemik seperti yang terjadi antara BM. Diah (Merdeka) dengan Njoto (Harian Rakjat). Atau antara sastrawan yang dicap kelompok Manikebu dengan Lekra. Tetapi kumpulan tulisan antara dua orang sejarawan Indonesia yang sebagian pendapatnya bertentangan dan sebagian lagi saling mendukung. Polemik bukan, tetapi bunga rampai juga tidak persis demikian. Pada berbagai karangan terdapat silang pendapat.
Yang pasti kedua penulis buku ini sama-sama prihatin terhadap kondisi dunia sejarah di tanah air dewasa ini. Perbaikan hanya dapat dilakukan dengan memulai mengungkapkan persoalan yang terjadi di lingkungan sejarawan, pengajar sejarah, organisasi sejarah, dan karya para sejarawan itu sendiri. Persoalan yang dibahas tentang perubahan dan kesinambungan, tentang orang besar dan tentang orang kecil. Tentang apa yang diingat dan dilupakan dalam pendidikan dan wacana publik. Pendek kata, tentang relevansi sejarah bagi kehidupan berbangsa.
Penerbitan buku ini diharapkan mampu membuka tradisi lain di kalangan ilmuwan Indonesia umumnya dan sejarawan Indonesia khususnya untuk saling berkomunikasi secara damai walaupun terdapat pendapat yang berbeda di antara mereka. Seperti yang terdapat dalam buku ini, perbedaan pandangan dalam beberapa hal ternyata tidak berarti pendapat kedua penulis berbeda secara keseluruhan.
Perbedaan pandangan di kalangan sejarawan Indonesia adalah kekayaan yang akan sangat berharga bagi kemajuan historiografi Indonesia jika perbedaan itu mampu dikelola dengan jujur berdasarkan sikap saling menghargai, kaedah yang berlaku umum secara ilmiah, dan bebas dari ambisi politis. Oleh karena itu, kata menggugat tidak harus ditakuti karena kata itu hanya sebuah pernyataan yang bertujuan untuk mencapai sesuatu yang lebih baik secara bersama-sama di masa depan.
Tags: hitoriografi, Indonesia, ombak
Menggugat Historiografi Indonesia
| Berat | 100 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 3.804 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Pembauran etnis di Lasem telah menelurkan proses asimilasi dan akulturasi budaya yang saling mempengaruhi. Misalnya, rumah warga Tionghoa di Lasem tak murni berasitektur China. Tingginya nilai tolerasi antar warga inilah yang kemudian menjadikan kehidupan lintas agama dan etnis menjadi berkembang. K.H. Zaim Ahmad Ma’shom Pengasuh Pesantren Kauman-Lasem dan Majelis Pengasuh Pesantren Indonesia (MPPI) Kami… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Mahmud Syit Khathab Tebal : 688 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Keberhasilan penyebaran Islam terutama setelah kaum Muslim hijrah ke Madinah antara lain ditopang oleh keberadaan para panglima perang atau pemimpin militer yang tangguh yang merupakan orang-orang pilihan dan kepercayaan Nabi Muhammad. Mereka menjadi bagian penting… selengkapnya
Rp 165.750 Rp 195.000Penulis : Hanno Sauer Tebal : 432 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Apa yang membuat kita menjadi makhluk bermoral? Bagaimana kita memutuskan apa yang benar dan salah? Apakah nilai moral bersifat universal, atau hanya produk budaya dan zaman? Dalam buku visioner ini, Hanno Sauer menelusuri lima juta… selengkapnya
Rp 123.250 Rp 145.000Wilayah Palestina masih menjadi medan konflik dan perebutan antara Israel dan Palestina. Sejak mencaplok wilayah tersebut, Israel terus melakukan perluasan wilayah baik dengan jalan perang maupun pengusiran terhadap warga Palestina. Orang Palestina menganggap bahwa Israel adalah penjajah, karena secara semena-mena merampok tanah yang sejak lama mereka huni bahkan jauh sekali sebelum Israel. Siapa sebenarnya orang… selengkapnya
Rp 49.300 Rp 58.000“Sebuah buku yang tak diragukan lagi adalah karya terbesar dari jenisnya yang belum pernah diciptakan oleh pikiran siapa pun di waktu atau tempat mana pun.” — Arnold J. Toynbee, Sejarawan Inggris. Apa istimewanya buku Muqaddimah ini sehingga pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, memasukannya dalam daftar bacaan wajib manusia era digital? Ibnu Khaldun (1332—1406) adalah manusia abad… selengkapnya
Rp 339.150 Rp 399.000Pernahkan Puan dan Tuan mendengar kata cenek? Tahukah Puan dan Tuan bahwa kata cenek berasal dari Bahasa Inggris, dari kata chin yang berarti dagu dan kata neck yang berarti leher. Gabungan kedua kata ini, chin and neck, dilafalkan oleh Urang Awak dengan cenek. Kata cenek ini lahir dari aktivitas yang dilakukan seseorang yang nyaris mempertemukan… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Buku ini memberikan gambaran dengan jelas dan mudah dimengerti tentang sejarah serta peran penting kawasan Asia Selatan sejak zaman kuno, hingga zaman modern ini. Buku ini juga banyak membahas mengenai tokoh-tokoh yang berperan penting dalam perjalanan Asia Selatan. Akhirnya, buku ini diharapkan dapat menambah literatur yang masih sedikit mengenai sejarah Asia Selatan.
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Benson Bobrick Tebal : 416 hlm Ukuran : 13 x 20 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Tatkala dunia Barat menurun setelah Imperium Romawi runtuh, sebuah peradaban baru—peradaban Arab-Muslim—muncul di Timur, mencapai puncak awalnya di Baghdad di bawah Harun ar-Rasyid, khalifah legendaris negeri Seribu Satu Malam, yang kekuasaanya di dunia nyata semegah kisahnya… selengkapnya
Rp 67.150 Rp 79.000Sumatra Tenggara—berikut kerajaan-kerajaan mahsyur dan masyarakat yang ada di dalamnya—memiliki nilai, tradisi, dan pandangan dunianya masing-masing baik dalam perkara kekerabatan hingga perdagangan. Suatu tatanan yang khas, dan tidak selalu dapat dipersamakan dengan kebudayaan lain di Indonesia, juga tidak mudah dipahami oleh suku bangsa-suku bangsa yang berinteraksi dengannya. Fakta di atas harus senantiasa kita sadari dan… selengkapnya
Rp 127.500 Rp 150.000Walaupun kajian tentang masyarakat Minangkabau sudah mengalami kemajuan yang semakin pesat sejak beberapa tahun terakhir ini, penelitian tentang sejarah Sumatera Barat khususnya masih dirasakan amat langka. Terutama mengenai sejarah periode abad ke-19 hanya ada beberapa tulisan tulisan dari Christine Dobbin tentang Perang Paderi,*) yang sejak beberapa tahun terakhir ini belum dapat diterbitkan.
Rp 48.000 Rp 60.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.