Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Forget Me Not, Can I Forget You
- Adam dan Wawan
- Otonomi Khusus Papua: Konsepsi, Legalisasi, dan Im
- Aktor Non-Negara: Kajian Implikasi Kejahatan Trans
- Pemulihan Skizofrenia: Dimensi Klinis Psikologis S
- Tatanan Bandar Udara Nasional Edisi 2
- Snouck Hurgronje: Petualangan Spionase Kolonial Be
- Amerika di Timur Tengah
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Kauman Surakarta 1910-1930
Rp 52.000 Rp 65.000| ISBN | 978-623-96490-5-0 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sejarah |
Pilih Kuponmu!
- puskit001
- puskit002
- puskit003
- puskit004
Kauman Surakarta 1910-1930
Penulis : Himawan Prasetyo
Tebal : 98 hlm
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Penerbit : Pustaka Kita
Deskripsi :
Kauman adalah nama sebuah kampung di kota Surakarta yang memiliki ciri-ciri khusus. Ciri-ciri khusus ini tampak dalam kehidupan masyarakatnya, pergeseran dan perubahan sosial yang terjadi di dalamnya. Komunitas atau masyarakat Kauman merupakan masyarakat yang anggotanya mempunyai pertalian darah. Bentuk masyarakat seperti itu mempunyai ikatan yang erat dan tertutup sehingga setiap warga harus menegakkan ikatan bersama baik dalam upacara-upacara perkawinan maupun dalam upacara keagamaan. Penguasa Jawa menjadikan Islam sebagai agama negara dengan membangun sebuah masjid di sebelah barat alun-alun yang terletak di depan keraton, seperti yang kita lihat di kota Surakarta. Kampung Kauman mempunyai reputasi historis sebagai pemukiman Islam sejak masa-masa kebangkitan awal Keraton Surakarta, yaitu sebagai komunitas pejabat keagamaan Islam kerajaan. Mereka yang berdomisili adalah para abdi dalem yang bertugas mengawasi dan melaksanakan hukum-hukum dan praktik-praktik peribadatan Islam kerajaan.
Kauman menjadi tempat lahir batik cap. Pertama kali dipraktikkan oleh Ngabei Resodipo Djiwangono. Walaupun pada mulanya banyak karya yang dirahasiakan tapi ternyata rahasia itu segera terbongkar karena banyak bekas buruh yang membuka usaha batik dengan menggunakan teknik tersebut. Penemuan baru ini segera dapat ditiru dan disebarkan ke seantero kota diantaranya pada bagian timur kota seperti di Sorogenen dan Warungpelem. Kauman juga merupakan pusat pergerakan kaum muda Islam Surakarta selain Laweyan dan Keprabon. Dengan munculnya Sarekat Islam tahun 1912 di Laweyan banyak kaum muda Islam yang menyalurkan aspirasinya dalam organisasi masa ini terutama pemuda Islam di Kauman. Mereka banyak ikut dalam berbagai organisasi seperti SI, SATV, Muhammadiyah serta Insulinde. SATV(Sidik Amanah Tableg Vatonah) merupakan perkumpulan tablig Islam reformis yang dibentuk Darmodiprono alias Haji Misbach. Sejalan dengan perkembangannya, kampung Kauman Surakarta merupakan pusat pergerakan revolusioner pada saat itu terbukti dengan adanya gerakan/organisasi yang berpaham komunis seperti Gerakan Moe’alimin.
Tags: pustaka kita, sejarah
Kauman Surakarta 1910-1930
| Berat | 100 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.322 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Tulisan tentang Kesultanan Palembang ini penting dalam tiga hal. Pertama, pengalaman Palembang mengungkapkan beberapa aspek dari tradisi politik kerajaan-kerajaan di Indonesia. Kedua, beberapa ciri khas dari kerajaan maritin yang berbeda sifatnya dengan kerajaan agraris, juga kelihatan dengan agak jelas. Dan ketiga, dari tulisan ini kita dapat mengerti corak hubungan dan konflik antara kerajaan di Tanah… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Pernahkan Puan dan Tuan mendengar kata cenek? Tahukah Puan dan Tuan bahwa kata cenek berasal dari Bahasa Inggris, dari kata chin yang berarti dagu dan kata neck yang berarti leher. Gabungan kedua kata ini, chin and neck, dilafalkan oleh Urang Awak dengan cenek. Kata cenek ini lahir dari aktivitas yang dilakukan seseorang yang nyaris mempertemukan… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Penulis : Tome Pires Tebal : 480 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Buku ini berisi catatan menyeluruh tentang kondisi geografis, politik, ekonomi, dan sosial di wilayah Asia, mulai dari Laut Merah, Persia, India, Asia Tenggara, kepulauan Nusantara, hingga China, dengan fokus utama pada jalur perdagangan, pelabuhan, dan komoditas… selengkapnya
Rp 135.150 Rp 159.000Penulis : Ibnu Syihab az-Zuhri Tebal : 320 hlm Ukuran : 13 x 20 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Banyak buku tentang sirah nabawiyyah, dari yang klasik hingga mutakhir. Namun, tidak semua sumber riwayat yang dirujuk buku-buku itu punya bobot nilai yang sahih. Banyak pula yang mengambil rujukan dari sumber-sumber sekunder yang kredibilitas dan… selengkapnya
Rp 75.650 Rp 89.000Beberapa sejarawan menganggap abad pertengahan Islam sebagai zaman kegelapan karena penurunan aktivitas intelektual yang mencolok dibandingkan dengan abad sebelumnya, yaitu abad klasik. Mungkin karena alasan itu atau berbagai alasan lainnya, banyak penulis yang lebih memperhatikan abad klasik, karena pada saat itu memang terjadi dinamika intelektual yang sangat mempengaruhi perkembangan Islam selanjutnya. Prof. Dr. Syafiq A…. selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Penulis : Syekh Shafiyur Rahman al-Mubarakpuri Tebal : 369 hlm Ukuran : 15,5 x 24 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Membaca buku sirah Nabi Saw ini barangkali akan terasa unik. Mengapa? Sebab, buku ini memberikan gambaran nyata tentang kehidupan Nabi Saw, berdasarkan apa yang dianggap sebagai sumber-sumber akurat dan dapat dipercaya oleh para… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Penulis : Sri Margana, dkk. (editor) Tebal : 453 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Dalam kerangka sosio-politik, Anderson (1993:3-6) mendefinisikan bangsa sebagai “imagined community”. Ketika kedaulatan suatu bangsa diakui maka sistim pemerintahan akan membentuk batasan teritorialnya. Anderson berpendapat bahwa sulit untuk mendefinisikan arti, apa itu bangsa, kebangsaan dan nasionalisme,… selengkapnya
Rp 127.500 Rp 150.000Penulis : Emil Leushuis Tebal : 304 hlm Ukuran : 22 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Kota-kota pusaka di Indonesia tidak terlepas dari sejarah masa kolonial. Setelah masa kemerdekaan, perkembangan kota yang dinamis dan terkadang kontradiktif, telah memberikan ruang interaksi antara masa lalu dan masa kini. Adalah sebuah pertanyaan… selengkapnya
Rp 127.500 Rp 150.000Penulis : Agus Setiyanto Tebal : 338 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Studi gerakan sosial dalam perspektif sejarah untuk wilayah Sumatra, khususnya Bengkulu hingga kini masih terasa langka, karena belum banyak mendapat perhatian secara akademis, baik dari kalangan sejarawan maupun sosiolog. Hal inilah yang menjadi tantangan untuk melakukan… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Penulis : Abd. H.M. Saleh Putuhena, dkk Tebal : 412 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Islam sebagai agama lahir dan berkembang pertama kali di Jazirah Arab pada abad ke-7 Masehi. Agama samawi yang dibawa Muhammad ini telah membawa perubahan besar dalam tata kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Sebagai rasul,… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.