Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami

Pemasaran
● online
Pemasaran
● online
Halo, perkenalkan saya Pemasaran
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
  • Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
  • Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
  • Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
  • Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Beranda » Sejarah » Pluralisme dan Identitas: Pengalaman dan Pandangan Berkebangsaan (Jilid II)
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

Pluralisme dan Identitas: Pengalaman dan Pandangan Berkebangsaan (Jilid II)

Rp 127.500 Rp 150.000
Hemat Rp 22.500
ISBN978-602-258-478-0
Stok Tersedia
Kategori Sejarah
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Pluralisme dan Identitas: Pengalaman dan Pandangan Berkebangsaan (Jilid II)

Penulis     : Sri Margana, dkk. (editor)

Tebal         : 453 hlm

Ukuran     : 16 x 24 cm

Penerbit   : Ombak

Deskripsi:

Dalam kerangka sosio-politik, Anderson (1993:3-6) mendefinisikan bangsa sebagai “imagined community”. Ketika kedaulatan suatu bangsa diakui maka sistim pemerintahan akan membentuk batasan teritorialnya. Anderson berpendapat bahwa sulit untuk mendefinisikan arti, apa itu bangsa, kebangsaan dan nasionalisme, karena ide-ide ini hanya ‘hidup’ di dalam pikiran suatu masyarakat.(Dwi Mulyatari)

Keindonesiaan sebagai sebuah identitas tumbuh dan berkembang saat ide-ide nasionalisme mulai berkembang di Indonesia. Berawal dari didirikannya Budi Utomo pada 1908 yang mendorong munculnya kesadaran rakyat Indonesia sebagai satu bangsa yang terdiri dari berbagai kelompok etnik. Para intelektual baru produk dari pendidikan Barat terus menerus menanamkan kesadaran nasional kepada rakyat Indonesia dan sekaligus menciptakan identitas keindonesiaan. Hal ini direpresentasikan dengan penggunaan berbagai simbol-simbol keindonesiaan seperti bahasa Melayu yang kemudian diklaim sebagai bahasa Indonesia. Di sisi lain, kolonial Belanda berusaha membangkitkan dominasi kelompok etnik tertentu sebagai bentuk resistensi terhadap ide-ide nasionalisme. (Ida Liana Tanjung)

 

Tags: ,

Pluralisme dan Identitas: Pengalaman dan Pandangan Berkebangsaan (Jilid II)

Berat 500 gram
Kondisi Baru
Dilihat 2.017 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: