● online
- Pendidikan Karakter Antikorupsi - Projek Penguatan....
- The Visual MBA HC....
- Membuat Aplikasi Koperasi Simpan Pinjam dengan PHP....
- Sejarah Pendidikan....
- Modal Sosial: Solusi Kesejahteraan Masyarakat dan ....
- Kamus Super Lengkap Arab Inggris Indonesia....
- Ekonomi Politik Gula: Kedaulatan Pangan di Tengah ....
- Pengantar Psikoanalisis Freud tentang Manusia....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Menuju Modernitas: Politik Antikolonial 5 Tokoh Minoritas
Rp 120.000 Rp 150.000| ISBN | 978-623-321-346-2 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sejarah |
Menuju Modernitas: Politik Antikolonial 5 Tokoh Minoritas
Penulis : Gerry van Klinken
Tebal : xii + 386 hlm
Ukuran : 16 x 24 cm
Penerbit : Obor Indonesia
Deskripsi :
Buku ini menelaah perkembangan nasionalisme Indonesia dari sudut pandang sebuah minoritas: tokoh Kristen perkotaan. Mereka merasa diri ditempatkan di antara dua janji: janji kemerdekaan Indonesia, dan janji kolonial Belanda (yang mereka anggap sama-sama Kristen) tentang modernitas. Ketegangan ini membuat pengalaman mereka pada masa akhir penjajahan diwarnai dilema dan ambiguitas.
Cerita ditelusuri melalui riwayat politik lima orang Kristen Indonesia yang hingga kini jarang disoroti. Yang Katolik: Albertus Soegijapranata dan Ignatius Joseph Kasimo; yang Protestan: Todoeng Soetan Goenoeng Moelia, G.S.S.J. Ratu Langie, dan Amir Syarifuddin.
Selain memprotes kolonialisme, mereka merisaukan transisi menuju bentuk komunitas politik yang lebih modern. Status mereka sebagai minoritas agama, dan sebagai kelas menengah perkotaan yang merupakan ‘pendatang’ dari komunitas tradisional, membuat mereka lebih sadar bahwa mencapai konsensus moral adalah hal yang sulit.
Di balik kisah kelima individu ini, terdapat ketertarikan teoretis terhadap masalah nasionalisme anti-kolonial dan transisi menuju modernitas di dunia pasca-kolonial. Sosiologi agama ‘klasik’ digunakan sebagai alat analisis.
Tags: biografi, obor indonesia, sejarah
Menuju Modernitas: Politik Antikolonial 5 Tokoh Minoritas
| Berat | 490 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 154 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Nasionalisme erat kaitannya dengan sejauh mana seseorang memahami sejarah bangsanya sendiri. Pembelajaran yang dilakukan di perguruan tinggi maupun di sekolah tidaklah cukup untuk membahas tuntas perjalanan panjang sejarah bangsa. Oleh sebab itu, perlu banyak referensi yang mengantarkan kita untuk melihat Indonesia masa silam. Sejarah Indonesia Masa Kemerdekaan merupakan bagian dari perjalanan sejarah Indonesia yang panjang…. selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Muhammad Syukri Tebal : 352 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Pada zaman kerajaan-kerajaan di Nusantara, kelas bangsawan atau elite kerajaan (raja dan keluarganya atau kaum priayi) menganggap bisnis atau berdagang sebagai aktivitas kotor dan rendahan. Pandangan ini terus dipertahankan secara turun-temurun. Namun, setelah Indonesia merdeka, dan… selengkapnya
Rp 93.500 Rp 110.000Penulis : Mahmud Syit Khathab Tebal : 688 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Keberhasilan penyebaran Islam terutama setelah kaum Muslim hijrah ke Madinah antara lain ditopang oleh keberadaan para panglima perang atau pemimpin militer yang tangguh yang merupakan orang-orang pilihan dan kepercayaan Nabi Muhammad. Mereka menjadi bagian penting… selengkapnya
Rp 165.750 Rp 195.000Penulis : Harry A. Poeze Ukuran : 16 x 24 cm Tebal : x + 489 hlm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi: Tan Malaka (1894-1949) pada tahun 1942 kembali ke Indonesia menggunakan nama samara sesudah 20 tahun mengembara. Pada masa Hindia Belanda, ia bekerja untuk Komintem (organisasi komunis revolusioner internasional) dan sesudah 1927 memimpin Partai… selengkapnya
Rp 112.000 Rp 140.000Penulis : Ibrahim Alfian Tebal : 258 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Pada 1873, Pemerintah Hindia Belanda mengumumkan pernyataan perang terhadap Kerajaan Aceh. Agresi Belanda ini dihadapi Aceh dengan manifestasi kolektif melalui bentuk perlawanan bersenjata yang menjadi perang terlama dalam sejarah kolonial Belanda di Indonesia. Agresi ini pun… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Penulis : Herry Porda N.P., M. Z. Arifin Anis, Mansyur Tebal : 390 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Wilayah Kalimantan (Borneo), menyimpan banyak urban legend, ceritera lisan/folklore, legenda hingga artefak yang mengindikasikan adanya kota hilang/the lost city yang kini menjadi misteri terbalut cerita mistis. Seperti legenda dari Suku… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Penulis : Sudarman Tebal : xviii + 151 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Buku ini mengungkapkan bagaimana pengaruh perdagangan terhadap proses islamisasi di Kerajaan Inderapura yang dengan detail menjelaskan tentang kondisi pelabuhan dan pelayaran, komoditas perniagaan dan jaringan perniagaan Kerajaan Inderapura. Walaupun buku ini fokus bahasannya pada proses… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Buku ini dirancang untuk memberikan pemahaman dasar bagi para mahasiswa dan pemerhati bidang ilmu sejarah, namun tidak semata bagi para pemula dalam bidang ilmu ini. Hal itu nampak dalam penyajian materi yang mencakup cara kerja sejarawan yang disebut dengan metode sejarah dan sejumlah bidang kajian yang berkaitan dengan disiplin ilmu lainnya, seperti nuansa yang ditampilkan… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Peristiwa 1965-66 meninggalkan perdebatan yang luas dan mendalam, yang belum juga tuntas hingga kini. Pandangan antara pro dan kontra telah menjadi rimba belantara yang tak mudah untuk diurai dan dilerai. Puluhan hingga ratusan analisis telah dibuat mengenai apa sebenarnya yang terjadi pada saat itu?
Rp 68.000 Rp 80.000Buku ini ditulis dalam rangka memotret sejarah kekejian Israel terhadap bangsa Arab Palestina sejak pra-kemerdekaan (kemerdekaan Israel: 14 Mei 1948) hingga sekarang yang, saat buku ini ditulis, masih sedang berlangsung (Perang Israel-Gaza 2024). Titik sorot yang diambil adalah kekejian yang dilakukan terhadap warga sipil tak bersenjata, bukan pada pejuang Palestina bersenjata. Sebab, menurut Protokol Jenewa… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.