● online
- Gambar Teknik Manufaktur SMK/MAK Kelas XII
- Tasawuf dan Perkembangannya dalam Islam
- Sepeninggal Sang Nabi; Sejarah Awal Perpecahan Sun
- Segugus Percakapan Cinta di Bawah Matahari: Antolo
- Karakterisasi dan Keragaman Genetik Ayam Lokal Ind
- Anak-Anak Kuala
- Pokok-pokok Anatomi dan Fisiologi untuk Praktik Ke
- Nasihat Langit Penenteram Jiwa - Buku 2: Menjalank
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Revolusi Sosial di Brebes
Rp 42.500 Rp 50.000| ISBN | 978-602-258-308-0 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sejarah |
Pergolakan sosial di Brebes memiliki makna penting sebagai peristiwa lokal revolusi Indonesia karena merupakan sebuah revolusi sosial yang memiliki ciri-ciri khusus sesuai dengan derajat lokalitas karakteristik masyarakat Brebes. Dalam konsepsi ini, revolusi sosial dimaknai sebagai suatu upaya perubahan untuk mengubah struktur masyarakat kolonial-feodal menuju suatu tatanan masyarakat yang demokratis dan berkeadilan. Tatanan masyarakat demokratis merupakan cita-cita perjuangan yang mulai dirintis oleh Sarekat Islam di Pekalongan pada tahun 1918 yang kemudian diteruskan oleh gerakan PKI dan Sarekat Rakyat sampai dengan tahun 1926, tetapi revolusi baru ketemu momentum pada bulan Oktober-November 1945. Pada bulan-bulan inilah pergolakan sosial bergolak dengan munculnya berbagai kekuatan dalam revolusi, terutama yang paling menonjol adalah kekuatan Islam, PKI, dan tentara.
Revolusi Sosial di Brebes
Penulis : Aman
Tebal : 191 hlm
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Penerbit : Ombak
Deskripsi :
Pergolakan sosial di Brebes memiliki makna penting sebagai peristiwa lokal revolusi Indonesia karena merupakan sebuah revolusi sosial yang memiliki ciri-ciri khusus sesuai dengan derajat lokalitas karakteristik masyarakat Brebes. Dalam konsepsi ini, revolusi sosial dimaknai sebagai suatu upaya perubahan untuk mengubah struktur masyarakat kolonial-feodal menuju suatu tatanan masyarakat yang demokratis dan berkeadilan. Tatanan masyarakat demokratis merupakan cita-cita perjuangan yang mulai dirintis oleh Sarekat Islam di Pekalongan pada tahun 1918 yang kemudian diteruskan oleh gerakan PKI dan Sarekat Rakyat sampai dengan tahun 1926, tetapi revolusi baru ketemu momentum pada bulan Oktober-November 1945. Pada bulan-bulan inilah pergolakan sosial bergolak dengan munculnya berbagai kekuatan dalam revolusi, terutama yang paling menonjol adalah kekuatan Islam, PKI, dan tentara.
Benang merah dari peristiwa lokal ini adalah kemerosotan kehidupan sosial-ekonomi rakyat pedesaan pada masa kolonial, kemudian ditambah lagi dengan kemelaratan akibat “kekerasan” ekonomi masa pendudukan Jepang, telah memunculkan luapan amarah rakyat pasca-Proklamasi Kemerdekaan 1945. Mereka melakukan aksi-aksi politik dan melakukan pendulatan terhadap elite birokrasi yang semasa penjajahan dianggap sebagai “perpanjangan tangan penjajah”. Hampir seluruh elite birokrat di Brebes, pangreh praja (bupati, wedana, dan camat), dan sebagian besar kepala desa “didaulat” dan diganti oleh aparat pemerintahan baru, yang terdiri dari kelompok-kelompok Islam, Sosialis, dan Komunis. Terhadap aksi ini, istilah perampokan, penyelewengan, dan pemberontakan sering digunakan di samping istilah pergerakan dan perjuangan. Untuk peristiwa di Brebes ini, adalah tidak berlebihan jika penulis menggunakan istilah revolusi sosial dalam menyebutnya
Tags: penerbit ombak, sejarah
Revolusi Sosial di Brebes
| Berat | 200 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 3.218 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Dunia Revolusi meneroka periode revolusi Indonesia (1945–1949) dari perspektif regional. Sebanyak tujuh belas naskah hasil penelitian sejarawan Indonesia dan Belanda menjadi kontribusi dalam mengungkapkan kompleksitas realitas yang terjadi serta keragaman perspektif dari periode revolusi Indonesia. Para peneliti menjelaskan secara sistematis bagaimana penduduk sipil Indonesia (Bumiputra), Tionghoa, India, dan Indo-Eurasia, dan beragam kelompok sosial mulai dari tentara,… selengkapnya
Rp 165.750 Rp 195.000Pantai barat Sumatera memiliki dua pengertian. Pertama, pantai barat Sumatera dipahami sebagai wujud geografis dari keseluruhan daerah yang terdapat di pesisir barat Pulau Sumatera, mulai dari Lampung di selatan hingga Aceh di utara. Kedua, pantai barat Sumatera dipahami sebagai satu kesatuan daerah administratif. Buku ini menjadikan pengertian yang kedua sebagai pokok bahasannya, dan sekaligus menjadikannya… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Penulis : A. Daliman Tebal : 144 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Hakikat pengertian sejarah sesungguhnya hanya melihat dua hal, yakni: sejarah sebagai tulisan (history as written) dan sejarah sebagai kejadian (history as actuality). Buku ini memilih tujuh pengertian filsafat sejarah yang dikembangkan oleh Harry… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Assasin, mengungkap rahasia sebuah sekte paling misterius dalam Islam
Rp 63.750 Rp 75.000Buku ini membahas tentang sejarah sosial masyarakat di dataran tinggi Tanah Karo ketika wabah lepra melanda pada penghujung abad ke-18. Tema ini ditulis disebabkan tidak banyak kajian tentang sejarah sosial masyarakat di Tanah Karo dengan melihat aspek suatu wabah penyakit. Pokok permasalahan dalam buku ini adalah pengaruh upaya penanggulangan wabah lepra terhadap perubahan sosial masyarakat… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Membaca perempuan adalah membaca dunia penuh warna. Ada cita-cita, perjuangan, dan tantangan yang seluruhnya dapat dilihat dari Sejarah Organisasi Perempuan dalam buku ini. Sebagai sebuah buku tentang cita-cita, perjuangan, dan tantangan organisasi perempuan, buku ini menghadirkan warna lain dari perempuan yang tidak pernah hadir dalam historiografi Indonesia. Dengan mengambil judul Sejarah Organisasi Perempuan 1928-1998, buku ini tidak saja menarasikan… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Sri Margana, dkk. (editor) Tebal : 517 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Beberapa waktu belakangan, identitas Kebangsaan Indonesia yang majemuk (seolah) sedang terancam. Menguatnya politik identitas—khususnya identitas agama, lebih khususnya lagi Islam—dan berkembangnya organisasi Islam trans-nasional dipersepsikan sebagai ancaman bagi keindonesiaan. Kasus dugaan penistaan agama oleh Gubernur… selengkapnya
Rp 170.000 Rp 200.000Penulis : Abidin Kusno Tebal : xv + 154 hlm Ukuran : 13 x 20 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Dalam melihat gardu yang cukup menarik adalah saat Soeharto menempatkan gardu sebagai salah satu elemen penting dalam mengamankan “Indonesia” dalam konteks intelijen. Lewat pos Hansip yang diisi oleh para hansip yang… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000Penulis : Hendri F. Isnaeni dan Api Tebal : 169 hlm Ukuran : 14,5 x 20,5 cm Penerbit : Ombak Deskripsi:
Rp 34.000 Rp 40.000Penulis : Benson Bobrick Tebal : 416 hlm Ukuran : 13 x 20 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Tatkala dunia Barat menurun setelah Imperium Romawi runtuh, sebuah peradaban baru—peradaban Arab-Muslim—muncul di Timur, mencapai puncak awalnya di Baghdad di bawah Harun ar-Rasyid, khalifah legendaris negeri Seribu Satu Malam, yang kekuasaanya di dunia nyata semegah kisahnya… selengkapnya
Rp 67.150 Rp 79.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.