● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Penjaga Memori: Gardu di Perkotaan Jawa
Rp 34.000 Rp 40.000| ISBN | 979-3472-64-2 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sejarah |
Buku karya Abidin Kusno ini berusaha mencari makna-makna yang melekat pada pendirian gardu berdasarkan kronologi waktu. Paradigma dan frame awal yang dibangun dalam membahas gardu ini adanya relasi yang saling mempengaruhi antara monumen, memori kota, dan perjuangan simbolik dalam pencarian identitas dan kekuasaan. Hal ini mempengaruhi pembahasan dalam buku ini yang berusaha mengkaji lebih jauh fungsi-fungsi politik, perubahan makna gardu dari waktu ke waktu. Gardu menjadi sebuah bentuk wicara simbolik dari medium visual di mana ingatan-ingatan kolektif dibentuk dan ditransformasikan. Ada 6 (enam) sisi perubahan waktu yang coba ditelusuri dan dibidik oleh penulis dalam melihat perubahan fungsi dan makna kemuculan gardu ini. Dimana masing-masing periode memiliki perbedaan fungsional dan struktural terkait ekistensi gardu. Pembahasan diawali dengan fenomena yang nampak berdasarkan panca indera penulis pasca kelengseran Soeharto dengan munculnya posko-posko PDI P menarik untuk dikaji latar belakang pembentuknya kemudian dirunut ke masa sebelumnya yaitu pada era Orde Baru, masa kerajaan dan kekuasaan tradisional, masa kolonial Belanda, sistem pengamanan masyarakat Tionghoa, masa pendudukan Jepang, dan pasca kemerdekaan yang dikenal sebagai masa revolusi.
Penjaga Memori: Gardu di Perkotaan Jawa
Penulis : Abidin Kusno
Tebal : xv + 154 hlm
Ukuran : 13 x 20 cm
Penerbit : Ombak
Deskripsi:
Dalam melihat gardu yang cukup menarik adalah saat Soeharto menempatkan gardu sebagai salah satu elemen penting dalam mengamankan “Indonesia” dalam konteks intelijen. Lewat pos Hansip yang diisi oleh para hansip yang banyak mantan tentara ikut memainkan mata-mata dalam mengawasi rakyatnya. Dalam konteks ini Abidin Kusno memberikan analisis yang cukup menarik melihat peran gardu yang dimainkan oleh hansip penjaga keamanan sekaligus mematai rakyanya. Ruang publik yang sebelumnya milik warga sekitar yang bebas kemudian sebagian dikuasai oleh para mantan militer.
Buku karya Abidin Kusno ini berusaha mencari makna-makna yang melekat pada pendirian gardu berdasarkan kronologi waktu. Paradigma dan frame awal yang dibangun dalam membahas gardu ini adanya relasi yang saling mempengaruhi antara monumen, memori kota, dan perjuangan simbolik dalam pencarian identitas dan kekuasaan. Hal ini mempengaruhi pembahasan dalam buku ini yang berusaha mengkaji lebih jauh fungsi-fungsi politik, perubahan makna gardu dari waktu ke waktu. Gardu menjadi sebuah bentuk wicara simbolik dari medium visual di mana ingatan-ingatan kolektif dibentuk dan ditransformasikan. Ada 6 (enam) sisi perubahan waktu yang coba ditelusuri dan dibidik oleh penulis dalam melihat perubahan fungsi dan makna kemuculan gardu ini. Dimana masing-masing periode memiliki perbedaan fungsional dan struktural terkait ekistensi gardu. Pembahasan diawali dengan fenomena yang nampak berdasarkan panca indera penulis pasca kelengseran Soeharto dengan munculnya posko-posko PDI P menarik untuk dikaji latar belakang pembentuknya kemudian dirunut ke masa sebelumnya yaitu pada era Orde Baru, masa kerajaan dan kekuasaan tradisional, masa kolonial Belanda, sistem pengamanan masyarakat Tionghoa, masa pendudukan Jepang, dan pasca kemerdekaan yang dikenal sebagai masa revolusi.
Tags: penerbit ombak, sejarah
Penjaga Memori: Gardu di Perkotaan Jawa
| Berat | 200 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.538 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
“Sesungguhnya akan ditaklukkan Kota Konstantinopel, sebaik-baik pemimpin adalah yang memimpin saat itu, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan perang saat itu.” ―HR. Imam Ahmad 4/235, Bukhori 139 Sejak masa Byzantium hingga era Khilafah Utsmani, Konstantinopel (atau di Islam lebih dikenal dengan Istanbul) adalah kota terbesar dan termakmur di Eropa. Kota ini menjadi penting karena letaknya yang… selengkapnya
Rp 80.750 Rp 95.000Penulis : Muhammad Haqqi Tebal : 456 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Kejayaan dan keagungan peradaban Islam di Andalusia pada era Daulah Umayyah yang sangat memengaruhi peradaban Eropa pada masa itu sering kali dipandang hanya ditopang dan diperankan oleh bangsa Arab Muslim semata. Hal ini mengabaikan bahkan melupakan… selengkapnya
Rp 123.250 Rp 145.000Dunia Maluku, berikut kerajaan-kerajaan dan masyarakat di dalamnya, memiliki tatanannya sendiri baik dalam perkara duniawi hingga surgawi, setidaknya begitu menurut Leonard Andaya. Suatu tatanan yang khas, tentunya, dan tidak selalu dapat dipersamakan dengan kebudayaan lain di Indonesia. Tatanan yang meliputi berbagai dimensi dan aspek kehidupan masyarakat Maluku, dan belum lagi berbagai dualisme yang berlaku di… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Sejarah mencatat, kelahiran agama Islam tidaklah terjadi di Indonesia. Namun, anehnya di negeri inilah Islam berkembang secara pesat dan masif. Alhasil, penduduk muslim terbesar di dunia berasal dari Indonesia, bukan dari Arab Saudi yang sejatinya justru merupakan asal muasal Islam. Lantas, bagaimana Islam masuk ke Indonesia, yang pada masa dahulu lebih dikenal dengan nama Nusantara?… selengkapnya
Rp 89.250 Rp 105.000Penulis : Salman Rusydie Anwar Tebal : 152 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Noktah Deskripsi : Siapakah Harun ar-Rasyid? Bagi para pengkaji ilmu sejarah dan peradaban Islam, nama ini tentu sudah tidak asing lagi. Pasalnya, di bawah kepemimpinannya sebagai khalifah, peradaban Arab-Islam mencapai puncak kejayaannya di belahan bumi Timur. Saat itu,… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Bambang Purwanto Tebal : xii + 108 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Buku ini merunut secara historis keberadaan eksklusivisme dalam praktik kewarganegaraan di Indonesia. Berbeda dari berbagai kajian terdahulu yang lebih menekankan pada aspek historis dalam konteks legal formal dan politis, buku ini menekankan pada pembentukan… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : AB. Takko Bandung Tebal : 308 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Pada awalnya orang Bugis hanya menetap di tanah Bugis. Dari segi geografis tanah Bugis terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Mattulada (1998:24) memperkirakan bahwa pada awalnya suku Bugis tinggal di pesisir utara Teluk Bone yang… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Buku berjudul Geografi Kesejarahan (Histrorichal Geography) ini memaparkan bagaimana dan sejauh mana perjalanan lingkungan alam dalam memengaruhi perjalanan peradaban di berbagai negeri di bumi kita, yang diendapkan dan kemudian berwujud berupa harta budaya, baik yang fisik maupun yang rohani. Demikian pula padangan hidup, tabiat, dan pola perwatakan bangsa-bangsa yang bersangkutan. Pada bagian pertama dibicarkan dasar-dasar… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Any Rahmayani Tebal : 169 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Buku ini menjadi sebuah karya yang memiliki kontribusi terhadap kajian orang Tionghoa khususnya di Singkawang. Kajiannya mengenai permukiman masyarakat Tionghoa Singkawang merupakan telaah permukiman yang komprehensif. la dengan lihai-nya mampu mengungkap sejarah awal masuknya orang Tionghoa… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Piramida Agung dan Sphinx di Giza, Mesir, sangat terkenal dan mengagumkan di dunia. UNESCO bahkan menetapkannya sebagai salah satu dari beberapa keajaiban dunia, warisan peradaban kuno yang masih lestari hingga saat ini. Namun, tak banyak yang tahu bagaimana sejarah pembuatannya, kenapa bentuk keduanya unik dan presisi, kenapa lokasinya di situ, serta kenapa bangunan model begitu… selengkapnya
Rp 110.500 Rp 130.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.