● online
- Pada Masa Intoleransi
- 100 Habits Pemimpin Sukses: Latihan-Latihan Kecil
- Teknik Pembuatan Cetakan dan Inti SMK/MAK Kelas XI
- Para Raja dan Pahlawan Perempuan, Serta Bidadari d
- Pembangkit Tenaga Listrik
- Perencanaan Pengajaran Bahasa
- Isu dan Aktor Politik Luar Negeri
- Seri Cerita Dongeng Dunia: Kumpulan Dongeng Negeri
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Konstantinopel Abad Ke-17
Rp 80.750 Rp 95.000| ISBN | 978-623-220-127-9 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sejarah |
Penulis : Evliya Çelebi
Tebal : 408 hlm
Ukuran : 13 x 20 cm
Penerbit : Alvabet
Konstantinopel Abad Ke-17
“Sesungguhnya akan ditaklukkan Kota Konstantinopel, sebaik-baik pemimpin adalah yang memimpin saat itu, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan perang saat itu.” ―HR. Imam Ahmad 4/235, Bukhori 139
Sejak masa Byzantium hingga era Khilafah Utsmani, Konstantinopel (atau di Islam lebih dikenal dengan Istanbul) adalah kota terbesar dan termakmur di Eropa. Kota ini menjadi penting karena letaknya yang sangat strategis, yaitu menghubungkan antara dua benua (Eropa dan Asia), dikelilingi dua lautan (Laut Hitam dan Laut Mediterania), serta memiliki sebuah pelabuhan yang besar dan masyhur di Tanduk Emas. Seperti apakah kota yang namanya disebutkan oleh Nabi Muhammad ini.
Melalui buku ini, Evliya Celebi―seorang traveler dan penulis―menggambarkan kota yang waktu itu menjadi pusat pemerintahan Khilafah Utsmani ini. Dengan menggali kebiasaan masyarakatnya, menelusuri jalan dan tempat di sepanjang kota, serta mengumpulkan mitos dan cerita yang berkembang di dalamnya, ia berupaya merekonstruksi kota yang berada di tepian Selat Bosporus ini dalam sebuah catatan perjalanan. Membaca buku ini, kita seakan diajak mengelilingi kota ini pada abad ke-17.
Konstantinopel Abad Ke-17
| Berat | 400 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.252 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Suwandono Tebal : 274 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Dari sebutannya, klasik, sudah barang tentu zaman Klasik Indonesia merupakan suatu zaman keemasan Nusantara ini, banyak karya anak bangsa yang monumental berasal dari zaman itu. Artefak-artefak semacam Candi Borobudur, Candi Prambanan, Candi Muara… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Kecenderungan teologis dan moralisasi sejarah berimplikasi pada jenis sejarah yang ditulis Jalauddin as-Suyuti (1445—1505 M), meminjam konsep Bernard Lewis, yakni sejarah yang ditemu-ciptakan (inverted history). Penulisan sejarah ini dilandasi oleh tujuan baru, yang berbeda dari tujuan sebelumnya yang merekonstruksi dan menemukan fakta yang terabaikan. Untuk mencapai tujuan tersebut, as-Suyuti menggunakan sejumlah ayat al-Quran dan hadis… selengkapnya
Rp 119.000 Rp 140.000Penulis : Agus Setiyanto Tebal : 338 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Studi gerakan sosial dalam perspektif sejarah untuk wilayah Sumatra, khususnya Bengkulu hingga kini masih terasa langka, karena belum banyak mendapat perhatian secara akademis, baik dari kalangan sejarawan maupun sosiolog. Hal inilah yang menjadi tantangan untuk melakukan… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Penulis : Tim Penyusun Panitia Seminar Sejarah 1957 Tebal : 301 hlm Ukuran : 16 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Adanya seminar sejarah yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada yang dimulai pada tanggal 14 ini patut disambut dengan gembira, karena seminar ini adalah seminar yang kedua kalinya yang diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada,… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Penulis : Agus Setiyanto Tebal : 274 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Bengkulu merupakan satu-satunya propinsi di Indonesia yang pernah mengalami kolonialisme Inggris secara langsung. Sebelum akhirnya diserahkan kepada Belanda berdasarkan Traktak London 1824 yang membagi Nusantara menjadi dua bagian dengan Selat Malaka sebagai batasnya. Buku ini membahas… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Kerajaan Majapahit bukan sekadar kerajaan besar yang pernah berdiri di tanah Nusantara, tetapi juga simbol dari kekuatan politik, ekonomi, dan budaya yang menyatukan berbagai wilayah di Indonesia, bahkan hingga ke Asia Tenggara. Perjalanan Majapahit yang penuh dengan kebijaksanaan, kepemimpinan, serta pergolakan internal dan eksternal, memberikan banyak pelajaran berharga yang relevan bagi kehidupan bangsa kita saat… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Eric H. Clin Tebal : 392 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Setelah berabad-abad gemilang, dunia beradab Zaman Perunggu berakhir secara tiba-tiba dan dahsyat. Kerajaan-kerajaan runtuh seperti domino hanya dalam beberapa dekade. Tak ada lagi bangsa Minos atau Mycenaean. Tak ada lagi bangsa Troya, Het, atau Babylonia…. selengkapnya
Rp 110.500 Rp 130.000Penulis : Pratiwo Tebal : 334 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi :
Rp 85.000 Rp 100.000Buku Manusia dan Sejarah membahas mengenai eksistensi kesejarahan (historisitas) manusia. Sejarah sebagai suatu eksistensi manusia memiliki tiga arti. Sejarah dapat diartikan sejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai kisah dan sejarah sebagai nilai. Manusia berbuat untuk mengejar dan mencapai suatu nilai. Nilai adalah sesuatu yang dipandang berharga, mulia atau luhur. Sejarah sebagai kisah senantiasa berarti sebagai kisah… selengkapnya
Rp 29.750 Rp 35.000Penulis : Huub de Jonge Tebal : 162 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Cantrik Pustaka Deskripsi : Buku ini terdiri dari tiga manuskrip pendek—ditambah satu artikel dari Huub de Jonge—yang menghadirkan potret skematis tentang bagaimana roda pemerintahan Kerajaan Sumenep dijalankan pada abad ke-19. Dokumen pertama berisi gambaran pola administrasi, data pendapatan… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.