● online
- Sejarah Pelabuhan Bima
- Cepat Mahir Menjadi Youtuber dan Content Creator
- Tahapan Produksi Drama Televisi
- Kamus Uslub Arab Populer: Panduan Mudah Berbicara
- Bimbingan Dan Konseling Untuk Anak Usia Dini Studi
- My Own World: Coloring Book for Adults (Edisi Huma
- Pemodelan dan Simulasi Berbasis Agen untuk Sistem
- Berdamai dengan Masa Lalu: Seni Melepaskan Masalah
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Rerasanan 2: Budaya dan Sosial
Rp 76.500 Rp 90.000| ISBN | 978-623-189-343-7 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Esai |
Penulis : Bakdi Soemanto
Tebal : 320 hlm
Ukuran : 14 x 20 cm
Penerbit : Diva Press
Rerasanan 2: Budaya dan Sosial
Pak dokter segera memasang lampu pada jidatnya untuk memeriksa lubang telinga Rerasan. Dengan alat kecil dan pipih pak dokter men-cuthiki kulit lama terkelupas yang menutup kendangan. Hasil cuthikan-nya ditaruh pada kertas tissue.
Ketika Rerasan memandangi kulit-kulit nglungsungi itu, seperti tampak setinggi gunung anakan. Wah, wah, wah. Mengerikan sekali. Pada lereng gunung ada lubang-lubangnya. Dari lubang keluar tikus-tikus. Segala macam tikus bersembunyi dalam tumpukan kulit yang menggunung itu. Ada tikus werok, tikus berit, tikus clurut, tikus mambu. Tikus-tikus itu mewakili berbagai macam watak yang kurang baik: serakah, drengki, srei, panasten, curiga, kurang percaya, cemburu, bernafsu merebut dan sebangsanya.
Tentu saja, dalam kenyataan tidak demikian. Ini hanya imajinasi Rerasan bahwa jika dalam telinganya ada berbagai macam watak jelek bersembunyi di sana, bagaimana bisa mendengar pesan-pesan kemerdekaan sejati; bagaimana bisa nggraita atau meraba sincererity Pesan kemerdekaan sejati, pesan tulus setulus semangat perjuangan para pendekar bangsa dulu, hanya bisa didengar kalau kuping lebih tajam, dari kuping kelelawar. Rerasan bersyukur berkenalan sangat baik dengan seorang dokter ahli kuping yang bisa membersihkan kendangan dari kelupasan kulit yang dibayangkan Rerasan sebagai simbol perilaku kurang baik, sehingga Rerasan bisa mendengar dibalik ucapan hura-hura saja.
Tags: diva press, esai
Rerasanan 2: Budaya dan Sosial
| Berat | 350 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 350 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Puthut EA Tebal : 278 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Buku Mojok Deskripsi : “Makelar politik seperti ular, jenisnya beraneka ragam. Ada yang seperti ular air dan ular tanah, ada juga yang seperti ular piton dan ular kobra…”
Rp 74.800 Rp 88.000Penulis : Joko Pinurbo Tebal : 191 hlm Ukuran : Penerbit : Diva Press Deskripsi : Esai-esai dalam buku ini—yang semuanya ditulis atas permintaan berbagai pihak—lebih merupakan testimoni subjektif saya dalam rangka belajar, memetik inspirasi, dan “mencuri ide” dari karya penulis lain, baik karya yang berhasil maupun yang belum berhasil. Bukan hanya belajar tentang bagaimana… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Performance art, sebagai praktik seni, persis, berada dalam bayangan medan pasca-seni. Afrizal Malna menarik kesimpulan ini melalui garis waktu dari Perang Dunia Pertama dan Kedua, dan sejumlah karya yang menandai pelumeran batas-batas seni, membawa kita kepada medan pasca-seni dalam rujukan “the end of art” Arthur Danto. Melepas seni dari lekatan rasionalitas yang menempatkan rasa atau… selengkapnya
Rp 127.500 Rp 150.000Penulis : Ahmad Khadafi Tebal : 12 x 18 cm Ukuran : viii + 231 hlm Penerbit : Buku Mojok Deskripsi : Kita sebagai umat Islam itu harus kembali. Kembali ke Islam yang kaffah. Dan dengan jalan ini kita justru bisa menyatukan persepsi. Menunjukkan pada dunia luar bahwa Islam Indonesia itu kuat karena bersatu,” kata Mas… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Ada orang yang meyakini bahwa manusia adalah domba, namun ada pula yang meyakini bahwa manusia ialah serigala. Kedua keyakinan itu sama-sama beralasan. Pihak yang berpendapat bahwa manusia adalah domba hanya perlu menunjukkan fakta bahwa manusia mudah dipengaruhi untuk melakukan perintah, meskipun itu membahayakan dirinya sendiri. Sedangkan, pihak yang berpendapat bahwa manusia ialah serigala, manusia dalam… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Nawal El Saadawi Tebal : 230 hlm Ukuran : cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Tulisan-tulisan Nawal El Saadawi sangat penting bagi siapa saja yang ingin memahami dunia Arab kontemporer. Ia adalah sosok “pembangkang” dan tetap konsisten mengkritik politik internasional neo-imperialis, seperti dalam penolakannya terhadap penindasan perempuan, baik di negara asalnya Mesir maupun… selengkapnya
Rp 57.800 Rp 68.000Penulis : Rizem Aizid Tebal : 134 hlm Ukuran : cm Penerbit : Laksana Deskripsi : Kisah Zulkarnain tentu sudah tidak asing di telinga kita. Apalagi, al-Qur’an menceritakannya secara apik dalam surat al-Kahfi. Belum lagi, sejumlah hadits juga membicarakannya. Memang, kisah tentang Zulkarnain tidak secara detail. Misalnya, apakah Zulkarnain itu nama diri atau hanya gelar?… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Sujiwo Tejo Tebal : 238 hlm Ukuran : Penerbit : Diva Press Deskripsi : Mari mengembara bersama Sujiwo Tejo di rimba belantara. Seru, nakal, kadang membingungkan, tapi yang pasti selalu menyegarkan. —Najwa Shihab, Pendiri Narasi Sujiwo Tejo. Seniman, ilmuwan, wartawan, dalang juga seorang kyai yang santrinya buuuanyak di mana-mana, pesantrennya virtual. Itulah sahabat… selengkapnya
Rp 74.800 Rp 88.000Penulis : Panji Sukma Tebal : vi +98 hlm Ukuran : 12 x 18 cm Penerbit : Buku Mojok Deskripsi : Iblis dan pengelana bukanlah kata-kata yang disusun agar nikmat diucapkan sebagai kalimat, melainkan lebih seperti sebuah peringatan bahwa jangan pernah main-main dengan apa yang disebut perasaan, haram apabila menghidupinya dengan setengah-setengah.
Rp 49.300 Rp 58.000Termotivasi oleh rasa muak terhadap perbudakan dan Perang Meksiko–Amerika Serikat (1846–1848), Thoreau menulis sebuah esai berjudul “Pembangkangan Sipil”. Dalam esai itu ia berpendapat bahwa individu tidak boleh membiarkan pemerintah untuk menolak atau menghentikan penggunakan hati nurani mereka sebagai masyarakat, dan bahwa tiap individu memiliki kewajiban untuk menghindari kondisi semacam itu—yang memungkinkan pemerintah menjadikan mereka agen… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.