Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami

Pemasaran
● online
Pemasaran
● online
Halo, perkenalkan saya Pemasaran
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
  • Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
  • Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
  • Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
  • Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Beranda » Bahasa dan Sastra » Esai » Rerasanan 2: Budaya dan Sosial
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

Rerasanan 2: Budaya dan Sosial

Rp 76.500 Rp 90.000
Hemat Rp 13.500
ISBN978-623-189-343-7
Stok Tersedia
Kategori Esai

Penulis     : Bakdi Soemanto

Tebal         : 320 hlm

Ukuran     : 14 x 20 cm

Penerbit   : Diva Press

 

Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Rerasanan 2: Budaya dan Sosial

Pak dokter segera memasang lampu pada jidatnya untuk memeriksa lubang telinga Rerasan. Dengan alat kecil dan pipih pak dokter men-cuthiki kulit lama terkelupas yang menutup kendangan. Hasil cuthikan-nya ditaruh pada kertas tissue.
Ketika Rerasan memandangi kulit-kulit nglungsungi itu, seperti tampak setinggi gunung anakan. Wah, wah, wah. Mengerikan sekali. Pada lereng gunung ada lubang-lubangnya. Dari lubang keluar tikus-tikus. Segala macam tikus bersembunyi dalam tumpukan kulit yang menggunung itu. Ada tikus werok, tikus berit, tikus clurut, tikus mambu. Tikus-tikus itu mewakili berbagai macam watak yang kurang baik: serakah, drengki, srei, panasten, curiga, kurang percaya, cemburu, bernafsu merebut dan sebangsanya.
Tentu saja, dalam kenyataan tidak demikian. Ini hanya imajinasi Rerasan bahwa jika dalam telinganya ada berbagai macam watak jelek bersembunyi di sana, bagaimana bisa mendengar pesan-pesan kemerdekaan sejati; bagaimana bisa nggraita atau meraba sincererity Pesan kemerdekaan sejati, pesan tulus setulus semangat perjuangan para pendekar bangsa dulu, hanya bisa didengar kalau kuping lebih tajam, dari kuping kelelawar. Rerasan bersyukur berkenalan sangat baik dengan seorang dokter ahli kuping yang bisa membersihkan kendangan dari kelupasan kulit yang dibayangkan Rerasan sebagai simbol perilaku kurang baik, sehingga Rerasan bisa mendengar dibalik ucapan hura-hura saja.

Tags: ,

Rerasanan 2: Budaya dan Sosial

Berat 350 gram
Kondisi Baru
Dilihat 330 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: