● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Gema tanpa Sahutan
Rp 51.000 Rp 60.000| Stok | Tersedia |
| Kategori | Puisi |
Menjadi doa. Sebuah menara sunyi
Yang tegak di antara kehancuran
Dan kebangkitan kembali kata-kata
Gema tanpa Sahutan
Penulis : Acep Zamzam Noor
Tebal : 96 hlm
Ukuran :
Penerbit : Diva Press
Deskripsi :
Kekhusyukan adalah gelombang
Yang mengendap jauh di balik dada
Hempasan ombak yang mengental
Pada lubuk hati. Adapun keheningan
Tak lain puncak tertinggi dari puisi
Yang dibangun seorang penyair
Menjadi doa. Sebuah menara sunyi
Yang tegak di antara kehancuran
Dan kebangkitan kembali kata-kata
Tags: diva press, puisi
Gema tanpa Sahutan
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.755 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Para wali menjadi pemandu dan penyelesai masalah dan kadang menjadi teman dialog jenaka yang cerdas bagi masyarakat Jawa yang terhimpit masalah pelik dan menemui jalan buntu. Para wali tidak terbatas oleh Wali Sanga, tidak terbatas pada wilayah waktu silam dan di situs-situs sejarah mukim atau jalur kelana mereka dulu. Menulis karya sastra, termasuk menulis puisi,… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000…proses menulis kreatif—baik prosa maupun puisi—mirip membuat bonsai, yakni memangkas, mengukur, menjinakkan, agar si pohon yang semula liar, semerawut, dan tak karuan (baca: realitas) menjadi seni yang kita sebut bonsai (baca: karya tulis). Dengan demikian, bonsai menjadi semacam miniatur, santan, perasan, merampingkan realitas menjadi sesuatu yang indah dan layak untuk dinikmati. Namun satu hal yang… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Apa yang terjadi dalam dinamika perpuisian Indonesia? Buku ini menjawabnya dengan luas sekaligus menawarkan paradigma yang luput dari pengamatan dan kajian pakar sebelumnya. Selain membedah beberapa wacana penting dalam perpuisian Indonesia, buku ini pun menelisik cara-cara puisi Indonesia merespons realitas sosial dalam aspek teknis dan ideologisnya. Beberapa istilah kunci tidak luput dari pembahasan, di antaranya… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000Penulis : Dadang Ari Murtono Tebal : 159 hlm Ukuran : x cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : 1/ Puisi-puisi dalam buku ini berutang kepada sebuah perjalanan sentimentil dari Mojokerto menuju Bandung pada awal Oktober 2015. 2/ Puisi-puisi dalam buku ini berutang kepada sebuah unggahan foto di Facebook tanggal 5 Mei 2016. Foto tersebut… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Penulis : Maizar Karim Tebal : xii + 224 hlm Ukuran : 17,5 x 25 cm Penerbit : Histokultura Deskripsi : Syair merupakan satu-satunya bentuk puisi naratif Melayu yang berupa naskah. Sudah cukup lama genre ini diabaikan oleh dunia pengetahuan, padahal karya ini sangat kuat kedudukannya dalam khazanah sastra Melayu. Baru sejak tahun 1960-an, masalah… selengkapnya
Rp 97.580 Rp 114.800Lewat beribu musim, lagumu bertahan pada lambaian anak di ladang Sajak pulang teringat kandang Kalau matahari ganas ada angin yang menyabarkannya Karena antara api dan air dalam jiwa tak terpisahkan Maka itu aku berdendang mengelus pucuk sampai ke akar Kalau lelap kepundan atas lautan Damai di bawah siwalan. Tidurlah! Jangan berbantal masa depan. Dan ke… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Ibu Mini adalah seorang yang gampang khawatir. Sedikit saja terjadi keributan di jalan, baginya seakan-akan semua pemabuk di dunia ini sedang berlari menuju rumah kami. Ia tak mampu mengusir dari benaknya—walaupun pengalaman hidupnya (yang tidak banyak)—kecemasan bahwa dunia ini penuh dengan banyak pencuri, penjahat, pemabuk, ular, macan, malaria, ulat bulu, kecoak, dan perampok berkulit putih…. selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000Penuli : Kang Maman Tebal : 172 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Sedari bulan tiga Aku pulang ke rumah Meremas cemas dan resah Melangitkan doa 12 tanggalnya Bulan kelima Ibu mertua Kembali pulang ke haribaan-Nya 12 tanggalnya Ketujuh bulannya Ibuku tercinta Pun kembali pulang ke haribaan-Nya Runtuh… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Sifat lirik yang lebih pekat—dengan kata lain, kadar puisi yang besar, menghasilkan sajak-sajak indah, misalnya sajak Elegi, Sajak, Ibu dan Aku Kini Doa. Sajak-sajak itu tidak mengarahkan perhatian kepada satu pokok, akan tetapi mampu membuka pikiran, perasaan dan khayal kita untuk menghayati suatu wilayah pengalaman yang luas. Ini tidak mungkin terjadi kalau bahasa sajak-sajak itu… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000bus antarkota menuju yogya lagu ebiet yang terputar seperti gerimis di kaca jendela dengan pepopohan sepanjang jalan berlari ke arah masa lalu yang sembunyi di punggungku dalam ransel penuh dengan remah masgyul meski tak seberat buku filsafat di wirobrajan lampu lalu lintas menyala merah tapi aku tak mau turun aku belum sampai ke jantungmu hendak… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.