Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami

Pemasaran
● online
Pemasaran
● online
Halo, perkenalkan saya Pemasaran
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
  • Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
  • Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
  • Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
  • Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Beranda » Sejarah » Islamisasi Makassar
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

Islamisasi Makassar

Rp 34.000 Rp 40.000
Hemat Rp 6.000
ISBN978-602-258-475-2
Stok Tersedia
Kategori Sejarah
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Islamisasi Makassar

Penulis     : J. Noorduyn

Tebal         : 66 hlm

Ukuran     : 14,5 x 201 cm

Penerbit   : Ombak

Deskripsi      :
Terjemahan karangan “De Islamisering van Makassar” menurut hemat saya akan sangat menarik perhatian orang-orang di daerah Sulawesi Selatan khususnya dan seluruh Indonesia pada umumnya. Terutama menjelang seminar tentang “Masuknya Agama Islam di Sulawesi Selatan”, yang direncanakan oleh Fakultas Sastra Unhas, calon-calon peserta tidak dapat mengabaikannya. Detik-detik masuknya agama Islam sangat penting untuk menetapkan tahun-tahun kejadian penting sejarah Sulawesi Selatan, dan hal itu menjadi patokan untuk menghitung kembali tahun-tahun kejadian sebelum Islam. Dr. J. Noorduyn menggunakan cara perbandingan baik Lontara’ Bilang (diari) Kerajaan Gowa, pelbagai Lontara’ Bugis, dan tulisan-tulisan orang Eropa, di mana jelas ditunjukkan kesalahan penentuan hari masuknya agama Islam di Tallo’ dan Gowa. Diari menyebut kalender Kristen dan Islam: hari Jumat tanggal 22 September A.D. 1603 dan tanggal 9 Jumat I.A.N. 1015. Saat yang tepat ialah: A.D. 1605/A.H. 1014 hari Kamis. Diari menyebut, bahwa “sembahyang Jumat pertama yang dilakukan di Tallo’ baru dilaksanakan pada tahun A.D. 1607”, yang kemungkinan menunjukkan bahwa pengislaman Tallo’ dan Gowa barulah selesai pada tahun 1607. Dua tahun setelah Raja Tallo’ yang merangkap Perdana Menteri Gowa, I Mallingkaang Daeng Nyonri’ bergelar Karaeng Katangka (Raja dari Watangka) memeluk agama Islam dan mendapat nama Islam “Sultan Abdullah Awwal al-Islam”, yang dalam Lontara’ lebih dikenal sebagai “Karaeng Matoaya” (Raja yang Tua). Lalu menyusul Raja Gowa ke-14 (tidak dihitung raja-raja legendaris dalam buku Sastra I Lagaligo) bernama I Mangu’rangi Daeng Manra’bia, yang memperoleh gelar Islam: “Sultan Alauddin”, dan gelar kematian: “Tuménanga ri Gaukanna” (Yang Beradu Pada Pengabdiannya).

Sekeping sejarah Sulawesi Selatan dapat dibaca dalam terjemahan karangan Dr. J. Noorduyn ini, yang berguna pula bagi para alim ulama dalam melaksanakan tugas yang mulia: melepaskan diri dari tradisi-tradisi penghambat untuk selanjutnya membangkitkan semangat persatuan dalam rangka membebaskan diri dari kemiskinan.
Prof. Andi Zainal Abidin Farid, S.H.

Islamisasi Makassar

Berat 100 gram
Kondisi Baru
Dilihat 2.745 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Produk Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: