Beranda » Sejarah » Islamisasi Makassar

Islamisasi Makassar

DISKON 15% ISBN: 978-602-258-475-2 Stok: Tersedia
Berat 100 gram
Kondisi Baru
Kategori Sejarah
Dilihat 614 kali
Diskusi Belum ada komentar
Bagikan

Islamisasi Makassar

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja Anda
Lanjut Belanja
Keranjangku
Rp 34.000 Rp 40.000
Hemat Rp 6.000
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Pesan Langsung
Islamisasi Makassar
Rp 34.000 Rp 40.000
Tersedia / 978-602-258-475-2
Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Detail Produk Islamisasi Makassar

Penulis     : J. Noorduyn

Tebal         : 66 hlm

Ukuran     : 14,5 x 201 cm

Penerbit   : Ombak

Deskripsi      :
Terjemahan karangan “De Islamisering van Makassar” menurut hemat saya akan sangat menarik perhatian orang-orang di daerah Sulawesi Selatan khususnya dan seluruh Indonesia pada umumnya. Terutama menjelang seminar tentang “Masuknya Agama Islam di Sulawesi Selatan”, yang direncanakan oleh Fakultas Sastra Unhas, calon-calon peserta tidak dapat mengabaikannya. Detik-detik masuknya agama Islam sangat penting untuk menetapkan tahun-tahun kejadian penting sejarah Sulawesi Selatan, dan hal itu menjadi patokan untuk menghitung kembali tahun-tahun kejadian sebelum Islam. Dr. J. Noorduyn menggunakan cara perbandingan baik Lontara’ Bilang (diari) Kerajaan Gowa, pelbagai Lontara’ Bugis, dan tulisan-tulisan orang Eropa, di mana jelas ditunjukkan kesalahan penentuan hari masuknya agama Islam di Tallo’ dan Gowa. Diari menyebut kalender Kristen dan Islam: hari Jumat tanggal 22 September A.D. 1603 dan tanggal 9 Jumat I.A.N. 1015. Saat yang tepat ialah: A.D. 1605/A.H. 1014 hari Kamis. Diari menyebut, bahwa “sembahyang Jumat pertama yang dilakukan di Tallo’ baru dilaksanakan pada tahun A.D. 1607”, yang kemungkinan menunjukkan bahwa pengislaman Tallo’ dan Gowa barulah selesai pada tahun 1607. Dua tahun setelah Raja Tallo’ yang merangkap Perdana Menteri Gowa, I Mallingkaang Daeng Nyonri’ bergelar Karaeng Katangka (Raja dari Watangka) memeluk agama Islam dan mendapat nama Islam “Sultan Abdullah Awwal al-Islam”, yang dalam Lontara’ lebih dikenal sebagai “Karaeng Matoaya” (Raja yang Tua). Lalu menyusul Raja Gowa ke-14 (tidak dihitung raja-raja legendaris dalam buku Sastra I Lagaligo) bernama I Mangu’rangi Daeng Manra’bia, yang memperoleh gelar Islam: “Sultan Alauddin”, dan gelar kematian: “Tuménanga ri Gaukanna” (Yang Beradu Pada Pengabdiannya).

Sekeping sejarah Sulawesi Selatan dapat dibaca dalam terjemahan karangan Dr. J. Noorduyn ini, yang berguna pula bagi para alim ulama dalam melaksanakan tugas yang mulia: melepaskan diri dari tradisi-tradisi penghambat untuk selanjutnya membangkitkan semangat persatuan dalam rangka membebaskan diri dari kemiskinan.
Prof. Andi Zainal Abidin Farid, S.H.

Produk Terkait
Diskusi Produk (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat:

Jl. Kasongan (Agen Wahana Timur Balai Desa Bangunjiwo) Gendeng RT 15, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, DIY 55184

Kurir

Pembayaran

Chat via Whatsapp
Pustaka Kita
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Pustaka Kita
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja