Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Godaan-Godaan dalam Beribadah....
- Cundrik....
- Letting Go: Kekuatan Tersembunyi Sikap Pasrah....
- Harapan Semu untuk sebuah Masalah....
- Sunan Kalijaga; Sejarah Hidup dan Perjuangan Wali ....
- Tragedi Cikini: Percobaan Pembunuhan Presiden Suka....
- Wayahe Ngopi 3....
- Akulah Hamba Bagi yang Mengajariku Cinta....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Masyarakat Jawa dan Budaya Barat: Kajian Sastra Jawa Masa Kolonial
Rp 57.600 Rp 72.000| ISBN | 978-979-1392-21-1 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sejarah |
Penulis : Pardi Suratno
Tebal : xviii + 234 hlm
Ukuran : 14 x 21 cm
Penerbit : Tiara Wacana
Masyarakat Jawa dan Budaya Barat: Kajian Sastra Jawa Masa Kolonial
Kolonialisme tidak jarang menampakkan diri sebagai kekuatan yang mengubah mainstream kebudayaan. Penaklukan wilayah Nusantara oleh Belanda, misalnya, bukan saja menggoncangkan masyarakat Indonesia, tetapi juga mengikis sendi-sendi budayanya. Gejala kultural seperti ini tampak menonjol sejak awal abad ke-20, khususnya setelah diberlakukannya Politik Etis (etische politiek) oleh Belanda. Melalui strategi kebudayaan yang bersifat asosiatif, Belanda berusaha menghilangkan jurang pemisah antara bangsa penjajah dan bangsa yang dijajah dengan cara melenyapkan kebudayaan bangsa yang terjajah dan menggantinya dengan kebudayaan bangsa penjajah.
Naskah-naskah sastra masa kolonial, khususnya naskah sastra Jawa, memotret dengan sangat jelas pergulatan kultural tersebut. Sebagaimana dijelaskan di dalam buku ini, karya-karya novel Jawa era 1920-an terbitan Balai Pustaka — seperti Katresnan, Saking Papa Dumugi Mulya, Gawaning Wewatekan, Gambar Mbabar Wewados — secara kuat merefleksikan sikap kultural masyarakat Jawa atas benturan budaya yang terjadi pada waktu itu: bahwa terhadap budaya kolonial, sebagian masyarakat Jawa lebih banyak bersikap meniru (mimikri). Terlebih dengan dilandasi oleh sikap permisif, proses akulturasi itu tidak berjalan di atas strategi sinkretisme yang merupakan benteng kultural masyarakat Jawa, melainkan justru cenderung menguatkan dominasi budaya Barat. Proses yang sering dikenal sebagai westernisasi ini begitu mudahnya menyelimuti kehidupan masyarakat Jawa, sementara di sisi lain, budaya Jawa mulai kehilangan eksistensinya sebagai perekat sistem sosial dan pralambang status sosial.
Sebagai kajian sastra, bahasan buku ini memberikan temuan-temuan penelitian yang amat bernilai bagi telaah lanjutan perihal reaksi kultural masyarakat pribumi (Jawa) atas benturan budaya di masa kolonial. Telaah seperti ini, di samping memperkaya khasanah kesastraan dan kajian keilmuan, juga memberikan manfaat strategis bagi penyusunan strategi kebudayaan yang mampu meneguhkan ketahanan budaya bangsa Indonesia di masa kini dan masa mendatang.***
Daftar Isi
- Dampak Kultural Masa Penjajahan
- Kondisi Sosial Budaya Tahun 1920 – Kemerdekaan
- Sastra dan Kebijakan Kolonial
- Sastra dan Peran Balai Pustaka
- Sastra, Sikap Hidup, dan Budaya Barat
- Media Pendorong Orientasi
- Orientasi Pribumi pada Budaya Barat
- Sikap terhadap Sistem Pergaulan
- Sikap terhadap Cara Berpikir
- Sikap terhadap Bahasa
- Sikap terhadap Kesenian
- Sikap terhadap Sistem Perekonomian
- Sikap terhadap Sistem Teknologi
- Corak Orientasi pada Budaya Barat
- Orientasi sebagai Keharusan
- Orientasi secara Ambivalen
- Ambivalensi Peniruan Budaya Barat
Tags: sejarah, tiara wacana
Masyarakat Jawa dan Budaya Barat: Kajian Sastra Jawa Masa Kolonial
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.499 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Gaung kebesaran Kerajaan Pajajaran bukan hanya terkenal di Nusantara. Kerajaan yang dipimpin oleh Prabu Siliwangi ini juga dikenal di luar negeri. Hasil bumi, pala dan kapas, yang berkualitas tinggi membuat negara-negara seperti India dan Maladewa melakukan kerja sama jual beli. Setidaknya, China dan Portugis juga membuat catatan khusus tentang kerajaan ini. Catatan-catatan itulah yang menjadi… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Rizem Alzid Tebal : 100 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Dinasti Seljuk adalah dinasti Islam yang masa kekuasaannya bersamaan dengan Dinasti Mamluk di Mesir. Dinasti Seljuk dikenal sebagai kekaisaran Islam pertama di Turki, yaitu Kekaisaran Seljuk Agung. Kerajaan Seljuk muncul sebagai sebuah kekuatan baru dalam… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000Penulis : Simon Sebag Montefiore Tebal : 1000 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Yerusalem adalah kota universal, ibukota dua bangsa, dan tempat suci tiga agama. Kota warisan berbagai kekaisaran yang di masa kini menjadi medan perang bagi bentrokan peradaban ini dipercayai bakal jadi tempat penghancuran terakhir dunia di… selengkapnya
Rp 233.750 Rp 275.000“Kalau pelurumu habis, gunakan bayonetmu! Kalu bayonetmu patah, gunakan tanganmu untuk memukul! Kalau tanganmu patah, gunakan gigimu untuk mengigit! Dan kalau gigimu patah, gunakan matamu untuk mematahkan semangat musuh!” Perang Bali adalah memoar I Gusti Ngurah Pindha, seorang prajurit muda yang mengiringi I Gusti Ngurah Rai dalam perang gerilya mempertahankan tanah Bali dari pendudukan Belanda… selengkapnya
Rp 60.000 Rp 75.000Penulis : Herimanto Tebal : 110 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Indonesia nampaknya merupakan ekosistem yang paling disukai manusia purba. Serangkaian penemuan palaeoantropologis menunjukkan bahwa kawasan Indonesia merupakan “pusat peradaban” kala itu. Sejak pesisir timur Sumatra hingga Papua ditemukan beragam bentuk benda prasejarah. Beragam teori pun dikemukakan untuk… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Donggala yang menjadi fokus kajian dalam buku ini adalah sebuah kota dengan masyarakat yang heterogen, sejak lama telah berinteraksi dengan dunia luar, dan merupakan salah satu lahan garapan sejarah lokal yang belum banyak disentuh oleh sejarawan. Muklis Paeni2 menyatakan bahwa sejarah lokal berhubungan dengan kisah dari hal ikhwal masa lampau masyarakat yang berada pada suatu… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Penulis : Agus Setiyanto Tebal : 338 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Studi gerakan sosial dalam perspektif sejarah untuk wilayah Sumatra, khususnya Bengkulu hingga kini masih terasa langka, karena belum banyak mendapat perhatian secara akademis, baik dari kalangan sejarawan maupun sosiolog. Hal inilah yang menjadi tantangan untuk melakukan… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Penulis : Ida Liana Tanjung Tebal : 128 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Buku ini mengkaji tentang modernitas di perkotaan Sumatera Selatan pada abad ke-20, khususnya di Palembang dan Plaju, dalam konteks kolonialisasi dan dekolonisasi. Memasuki awal abad ke-20, terjadi pertumbuhan simbol-simbol modernitas kolonial yang sangat pesat di… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Helius Sjamsuddin Tebal : 490 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Buku ini merupakan kajian sejarah yang mencoba memahami perubahan- perubahan sosial-politik yang terjadi dalam sejarah panjang Kerajaan Sintang khususnya tanpa mengabaikan kerajaan-kerajaan lain di Kalimantan Barat pada umumnya. Tujuannya adalah untuk mendapatkan suatu historiografi Sintang yang… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.