● online
- Pemberian ASI Ekslusif sebagai Makanan Sempurna un....
- Teknologi Layanan Jaringan SMK/MAK Kelas XI....
- The Miracle Of Colors, Keajaiban Buah dan Sayur Wa....
- Funtastic Transportation....
- Yang Tetap Hilang....
- Pelabuhan Ende dalam Perdagangan di Nusa Tenggara ....
- Soekarno dan Desain Rencana Ibu Kota RI di Palangk....
- Kartografi Dasar....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Masyarakat Jawa dan Budaya Barat: Kajian Sastra Jawa Masa Kolonial
Rp 57.600 Rp 72.000| ISBN | 978-979-1392-21-1 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sejarah |
Penulis : Pardi Suratno
Tebal : xviii + 234 hlm
Ukuran : 14 x 21 cm
Penerbit : Tiara Wacana
Masyarakat Jawa dan Budaya Barat: Kajian Sastra Jawa Masa Kolonial
Kolonialisme tidak jarang menampakkan diri sebagai kekuatan yang mengubah mainstream kebudayaan. Penaklukan wilayah Nusantara oleh Belanda, misalnya, bukan saja menggoncangkan masyarakat Indonesia, tetapi juga mengikis sendi-sendi budayanya. Gejala kultural seperti ini tampak menonjol sejak awal abad ke-20, khususnya setelah diberlakukannya Politik Etis (etische politiek) oleh Belanda. Melalui strategi kebudayaan yang bersifat asosiatif, Belanda berusaha menghilangkan jurang pemisah antara bangsa penjajah dan bangsa yang dijajah dengan cara melenyapkan kebudayaan bangsa yang terjajah dan menggantinya dengan kebudayaan bangsa penjajah.
Naskah-naskah sastra masa kolonial, khususnya naskah sastra Jawa, memotret dengan sangat jelas pergulatan kultural tersebut. Sebagaimana dijelaskan di dalam buku ini, karya-karya novel Jawa era 1920-an terbitan Balai Pustaka — seperti Katresnan, Saking Papa Dumugi Mulya, Gawaning Wewatekan, Gambar Mbabar Wewados — secara kuat merefleksikan sikap kultural masyarakat Jawa atas benturan budaya yang terjadi pada waktu itu: bahwa terhadap budaya kolonial, sebagian masyarakat Jawa lebih banyak bersikap meniru (mimikri). Terlebih dengan dilandasi oleh sikap permisif, proses akulturasi itu tidak berjalan di atas strategi sinkretisme yang merupakan benteng kultural masyarakat Jawa, melainkan justru cenderung menguatkan dominasi budaya Barat. Proses yang sering dikenal sebagai westernisasi ini begitu mudahnya menyelimuti kehidupan masyarakat Jawa, sementara di sisi lain, budaya Jawa mulai kehilangan eksistensinya sebagai perekat sistem sosial dan pralambang status sosial.
Sebagai kajian sastra, bahasan buku ini memberikan temuan-temuan penelitian yang amat bernilai bagi telaah lanjutan perihal reaksi kultural masyarakat pribumi (Jawa) atas benturan budaya di masa kolonial. Telaah seperti ini, di samping memperkaya khasanah kesastraan dan kajian keilmuan, juga memberikan manfaat strategis bagi penyusunan strategi kebudayaan yang mampu meneguhkan ketahanan budaya bangsa Indonesia di masa kini dan masa mendatang.***
Daftar Isi
- Dampak Kultural Masa Penjajahan
- Kondisi Sosial Budaya Tahun 1920 – Kemerdekaan
- Sastra dan Kebijakan Kolonial
- Sastra dan Peran Balai Pustaka
- Sastra, Sikap Hidup, dan Budaya Barat
- Media Pendorong Orientasi
- Orientasi Pribumi pada Budaya Barat
- Sikap terhadap Sistem Pergaulan
- Sikap terhadap Cara Berpikir
- Sikap terhadap Bahasa
- Sikap terhadap Kesenian
- Sikap terhadap Sistem Perekonomian
- Sikap terhadap Sistem Teknologi
- Corak Orientasi pada Budaya Barat
- Orientasi sebagai Keharusan
- Orientasi secara Ambivalen
- Ambivalensi Peniruan Budaya Barat
Tags: sejarah, tiara wacana
Masyarakat Jawa dan Budaya Barat: Kajian Sastra Jawa Masa Kolonial
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.481 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Agus Marwan Tebal : 204 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Buku ini pantas dibaca oleh mahasiswa, wartawan, peneliti, dan dosen yang tertarik dengan dinamika politik dan ekonomi negara Vietnam. Buku ini pun layak dibaca khalayak umum karena isinya mengurai bagaimana salah satu negara Asia Tenggara ini membangun… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Peter Burke Tebal : xx + 326 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi: Teori sosial telah mengalami banyak perkembangan dalam beberapa dekade terakhir ini. Beberapa sosiolog dan antropolog, seperti para sejarawan, telah membuat “cultural turn”. Dengan demikian, kebudayaan menjadi lebih difokuskan. Bakhtin dan Gombrich, misalnya, mendiskusikannya secara… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 90.000Mekkah dan Madinah, dua kota suci dan mulia umat Islam, memiliki sejarah panjang yang belum banyak terkuak, terutama pada era sebelum Islam atau zaman jahiliah. Kebanyakan buku-buku tarikh dan sirah Nabi Muhammad lebih fokus kepada sosok dan ketokohan beliau, dari sejak lahir hingga wafat serta dakwahnya yang sangat sukses berikut berbagai keajaiban atau mukjizat yang… selengkapnya
Rp 160.650 Rp 189.000Penulis : Muhammad Yusuf bin Abdurrahman Tebal : 428 hlm Ukuran : 15,5 x 24 cm Penerbit : Noktah “Khalid bin al-Walid adalah sosok yang ahli dalam perang. Ia membekali dirinya dengan pengetahuan yang luas dan keterampilan militer yang tangguh.”—Manshur Abdul Hakim, penulis Bangsa ke-13 Sang Penguasa Dunia. “Shalahuddin adalah pahlawan fantasi sekaligus nyata. Ia… selengkapnya
Rp 93.500 Rp 110.000Penulis : Said Muhammad Bakdasy Tebal : 256 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Turos Pustaka Deskripsi : “Air terbaik di muka bumi adalah Zamzam.” — Nabi Muhammad saw. (HR.Thabrani) Zamzam adalah air paling mulia di muka bumi. Sejarahnya merentang mulai dari masa Bapak para Nabi, Ibrahim as. Inilah air yang menjadi… selengkapnya
Rp 58.650 Rp 69.000Penulis : Said Muhammad Bakdasy Tebal : 228 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Turos Pustaka Deskripsi : “Rukun (Hajar Aswad) dan Maqam Ibrahim merupakan dua batu yakut yang menjadi bagian dari batu yakut surga. Jika saja Allah tidak menghapus cahayanya, maka kedua batu itu akan menerangi Timur dan Barat.” —Nabi Muhammad… selengkapnya
Rp 58.650 Rp 69.000Pada bulan April 1946, Perdana Menteri Sjahrir menawarkan 500.000 ton beras kepada India yang tengah dilanda kelaparan. Sebagian besar studi mengenai bantuan beras untuk India ini menekankan bahwa bantuan ini merupakan bukti keberhasilan diplomasi Sjahrir dalam mendapatkan pengakuan politik dari luar negeri. Namun, buku ini menunjukkan hal yang berbeda: pengakuan politik merupakan hal terakhir yang… selengkapnya
Rp 45.900 Rp 54.000Penulis : Sartono Kartodirdjo Tebal : 184 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Dalam buku ini, penulis membentangluaskan pengertian pelbagai gerakan sosial dan keagamaan, ciri-cirinya, dan contoh-contohnya, yang mencakup puluhan kasus yang pernah terjadi di Jawa. Lika-liku sejarah gerakan sosial dan keagamaan yang terjadi di Jawa ditelusuri dengan amat… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Penulis : Abdul Syukur al-Azizi Tebal : 462 hlm Ukuran : 15,5 x 24 cm Penerbit : Laksana Deskripsi : Al Biruni, Al Khawarizmi, Ar Razi, Al Kindi, dan Jabar bin Hayyan hanyalah beberapa dari begitu banyak ilmuwan muslim dari Abad Klasik yang telah membuktikan diri sebagai para genius yang karyanya turut berperan dalam perkembangan… selengkapnya
Rp 119.000 Rp 140.000Tulisan tentang Kesultanan Palembang ini penting dalam tiga hal. Pertama, pengalaman Palembang mengungkapkan beberapa aspek dari tradisi politik kerajaan-kerajaan di Indonesia. Kedua, beberapa ciri khas dari kerajaan maritin yang berbeda sifatnya dengan kerajaan agraris, juga kelihatan dengan agak jelas. Dan ketiga, dari tulisan ini kita dapat mengerti corak hubungan dan konflik antara kerajaan di Tanah… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.