● online
- Kewargaan Demokratis; Politik Menuju Indonesia Dem
- Arsitektur Tradisional Tionghoa dan Perkembangan K
- Struktur dan Ikatan Kimia Model Kerapatan Elektron
- Kupas Tuntas Microsoft Access 2019
- Manajemen Sumber Daya Manusia Pendidikan
- Tanah Longsor dan Erosi: Kejadian dan Penanganan
- Ilmu Mantik: Kaidah-kaidah Berpikir Logis para Fil
- Teori dan Aplikasi Gelombang Mikro
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Kritik Rendra; Puisi dan Wacana Kritik Sosial
Rp 83.980 Rp 98.800| ISBN | 978-602-5586-36-1 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Puisi |
Kritik Rendra; Puisi dan Wacana Kritik Sosial
Penulis : Aan Herdiana
Tebal : x + 130 hlm
Ukuran : 17 x 24 cm
Penerbit : Textium
Deskripsi :
Naskah buku ini merupakan hasil penelitian saya terhadap teks sastra, khususnya tentang buku puisi WS Rendra yang berjudul Potret Pembangunan dalam Puisi, yang kemudian saya publikasikan di beberapa jurnal ilmiah, dan menjadi bahan perkuliahan. Setelah melewati proses editing, kemudian dianalisis lebih mendalam lagi, tentunya dengan beberapa tambahan di sana sini, akhirnya saya merasa perlu untuk menerbitkan naskah ini.
Buku ini membahas secara substansi, meliputi: 1) pengenalan secara ringkas definisi sosiologi sastra, sastra dan masyarakat, serta puisi dan wacana. Bagian ini menjelaskan dan menggambarkan landasan teori yang digunakan dalam penelitian sastra. 2) membahas tentang Rendra dan dunianya, meliputi perjalanan hidup Rendra, proses kreatif seorang Rendra, dan membahas pemikiran-pemikiran Rendra, seperti memberi makna pada hidup yang fana, mempertimbangkan tradisi, dan lainnya. 3) menganalisis puisi rendra yang terkumpul dalam buku puisi Potret Pembangunan dalam Puisi, yang kemudian ditarik kesimpulan tentang wacana apa yang Rendra tawarkan atau gambarkan dalam buku kumpulan puisi tersebut. Selain itu, bagian ini juga membahas bagaimana strategi Rendra dalam menyebarkan dan memapankan pengetahuan yang terdapat dalam puisinya. Bagian ini juga menjelaskan bagaimana Rendra memaknai Islam.
Kritik Rendra; Puisi dan Wacana Kritik Sosial
| Berat | 200 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.541 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : M. Faizi Tebal : 68 hlm Ukuran : cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Saya sadar, menggubah puisi itu—mulai menulis, menyunting, menerbitkan, hingga menjualnya—harus melalui tahapan yang panjang dan rumit. Anmum, hal itu tetap saya lakukan dengan pertimbangan bahwa puisi merupakan himpunan gagasan paling ‘orisinal’ di antara genre tulisan lain yang pernah… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Tjahjono Widarmanto Tebal : 160 hlm Ukuran : Penerbit : Laksana Deskripsi : Jika Anda berminat belajar menulis puisi atau memahami puisi, buku ini menyediakan panduan teoritis dan teknis untuk mencapai kedua tujuan tersebut. Disusun oleh penyair yang telah puluhan tahun berjibaku dengan puisi, dan dilengkapi pengalamannya dalam kegiatan belajar-mengajar, Anda akan sangat… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Penulis : Agus Noor Tebal : 171 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Puisi-puisi Agus Noor bukanlah puisi yang membuat kening kita berkerut, tetapi membawa kita dalam kehangatan. Kata-kata itu seperti menyentuh perasaan kita dengan lembut dan kadang tak terduga, kemudian terasa lega. (Sha Ine Febriyanti) Seperti menikmati… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Penuli : Kang Maman Tebal : 172 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Sedari bulan tiga Aku pulang ke rumah Meremas cemas dan resah Melangitkan doa 12 tanggalnya Bulan kelima Ibu mertua Kembali pulang ke haribaan-Nya 12 tanggalnya Ketujuh bulannya Ibuku tercinta Pun kembali pulang ke haribaan-Nya Runtuh… selengkapnya
Rp 59.500 Rp 70.000Lewat beribu musim, lagumu bertahan pada lambaian anak di ladang Sajak pulang teringat kandang Kalau matahari ganas ada angin yang menyabarkannya Karena antara api dan air dalam jiwa tak terpisahkan Maka itu aku berdendang mengelus pucuk sampai ke akar Kalau lelap kepundan atas lautan Damai di bawah siwalan. Tidurlah! Jangan berbantal masa depan. Dan ke… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000“Keshar Lal berhasil melepaskan diri dari hukuman mati lalu mengungsi ke Nepal. Aku pergi ke tempat itu. Setelah beberapa bulan hidup di sana, aku mendengar bahwa ia telah lama meninggalkan Nepal dan pergi entah ke mana, tak seorang pun yang mengetahuinya. “Aku berkelana melintasi pegunungan. Ini bukan tanah India. Ini tanah Bhutan dan Lepchas dengan… selengkapnya
Rp 34.000 Rp 40.000bulu matamu: padang ilalang Di tengahnya sebuah sendang Kata sebuah dongeng. Dulu ada seorang musafir datang bertapa untuk membuktikan apakah benar wajah bulan bisa disentuh lewat dasar sendang Ia tak percaya, maka ia menyelam Tubuhnya tenggelam dan hilang di arus maha dalam. Arwahnya menjelma pusaran air berwarna hitam Bulu matamu: padang ilalang.
Rp 51.000 Rp 60.000Para wali menjadi pemandu dan penyelesai masalah dan kadang menjadi teman dialog jenaka yang cerdas bagi masyarakat Jawa yang terhimpit masalah pelik dan menemui jalan buntu. Para wali tidak terbatas oleh Wali Sanga, tidak terbatas pada wilayah waktu silam dan di situs-situs sejarah mukim atau jalur kelana mereka dulu. Menulis karya sastra, termasuk menulis puisi,… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000Terpilihnya karya A Muttaqin (Mengerjakan Cinta) adalah atas pertimbangan; ia menggunakan metafora-metafora yang baru, banyak memuji tapi tidak menghapus jejak kesejarahan Nabi saw., bahkan menggambarkan fragmen sejarah tersebut dalam ungkapan yang berbeda dengan referensi yang pernah saya baca, seperti keunikan cara si penyair dalam menggambarkan runtuhnya Kisra dan Persia. Ia juga menggambar syamail muhammadiyah sesuai… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Faruq Juwaidah Tebal : 104 hlm Ukuran : Penerbit : Diva Press Deskripsi : “Andai aku diberi pilihan tentang suatu negeri Kukatakan bahwa engkau adalah negeriku Jika aku melupakanmu, oh kekasih hidupku Maka hatiku yang tulus juga akan melupakanku Jika aku tersesat di tengah jalan Di matamu alamatku” (Faruq Juwaidah)
Rp 42.500 Rp 50.000




Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.