Beranda » Sosial Politik » Pagar-Pagar Tembok Diplomatika

Pagar-Pagar Tembok Diplomatika

DISKON 15% ISBN: 978-602-258-534-3 Stok: Tersedia
Berat 250 gram
Kondisi Baru
Kategori Sosial Politik
Dilihat 257 kali
Diskusi Belum ada komentar
Bagikan

Pagar-Pagar Tembok Diplomatika

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja Anda
Lanjut Belanja
Keranjangku
Rp 63.750 Rp 75.000
Hemat Rp 11.250
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan yang lebih cepat! Pesan Langsung
Pagar-Pagar Tembok Diplomatika
Rp 63.750 Rp 75.000
Tersedia / 978-602-258-534-3
Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Detail Buku Pagar-Pagar Tembok Diplomatika

Penulis     : Tulus Warsito

Tebal         : 206 hlm

Ukuran     : 16 x 24 cm

Penerbit   : Ombak

Deskripsi :

Ketika masyarakat dunia merayakan pergantian tahun 2018 ke 2019, pegawai negeri Amerika Serikat (AS) sedang terancam, karena pertikaian antara Presiden Trump dan Kongres mengenai pembangunan kembali Tembok Perbatasan dengan Mexico. Sesuai dengan janji kampanyenya, Trump bersikeras untuk dapat memperbaharui Tembok Mexico dengan biaya sekitar AS$ 5 miliar. Sementara Kongres berkeberatan dengan besarnya ongkos itu mengingat cara lain untuk menanggulangi alasan ancaman versi Trump masih dimungkinkan sebagai alternatif.
Selain mahal dan kontroversial, proyek bentangan panjang perbatasan AS-Meksiko ini, merupakan salah satu dari 26 tembok dan pagar baru lainnya telah dipasang di perbatasan politik di seluruh dunia, dalam 23 tahun sejak jatuhnya Tembok Berlin. Tembok-tembok ini dibangun oleh rezim totaliter maupun demokrasi, termasuk India, Thailand, Israel, Afrika Selatan, dan Uni Eropa. Selalu, tembok penghalang itu dibenarkan untuk alasan keamanan—negara harus dilindungi dari teroris, kartel narkoba, pemberontak, atau pembom bunuh diri yang bersembunyi di sisi lain.
Buku ini disusun untuk dapat memahami lebih lanjut mengapa tembok-tembok pagar terus dibangun, sementara tembok-tembok yang lain diruntuhkan ataupun dikukuhkan sebagai contoh buruk dalam pelajaran sejarah. Benarkan batas fisik dengan julukan “Tembok” itu masih harus dipertahankan ketika sistem komunikasi manusia memasuki model “masyarakat 5.0” yang sumbunya bertengger di awan (cloud). Sebaliknya, dapatkah kita percaya jika masyarakat manusia tak lagi mengabdi kepada negara-bangsa, beralih dalam pelukan pemerintahan dunia (world government) atau dalam penaklukan ke-khilafah-an misalnya, dengan demikian terus secara serta merta tak ada lagi tembok-tembok monster yang kita kenali sekarang ini? Di lain sisi, dibangunnya tembok tidak secara langsung dapat menghilangkan ancaman narkoba, migrasi ilegal, melainkan justru mengentalkan pasar gelap atau penyelundupan.

Tags: ,

Produk Terkait
Diskusi Produk (0)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat:

Jl. Kasongan (Agen Wahana Timur Balai Desa Bangunjiwo) Gendeng RT 15, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, DIY 55184

Kurir

Pembayaran

Chat via Whatsapp
Pustaka Kita
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Pustaka Kita
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja