Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Selayang Pandang Agama Yahudi
- Apa Itu Karsinoma Kolorektal? (Kanker Kolorektal)
- Pemrograman Mikroprosesor dan Mikrokontroler SMK/M
- Produk Kreatif dan Kewirausahaan Agribisnis Organi
- Kandungan Zat Gizi Makanan Khas Yogyakarta
- Rework – Ubahlah Cara Kerjamu Selamanya!
- Sejarah Indonesia Masa Hindu-Buddha
- Panduan Praktikum Hematologi 2
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Sabda Palon 5: Tonggak Bumi Jawa
Rp 68.000 Rp 85.000| ISBN | 978-602-72793-0-8 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Novel |
Sabda Palon 5: Tonggak Bumi Jawa
Penulis : Damar Shasangka
Tebal : 451 hlm
Ukuran : 14 x 21 cm
Penerbit : Dolphin
Deskripsi :
Keselamatan Dewi Amaravati beserta putri sulungnya, Dyah Hayu Ratna Pambayun, benar-benar terancam. Rombongannya dihadang segerombolan orang bercadar ketika hendak mengunjungi sebuah pesanggrahan di lereng Gunung Arjuna. Tetapi nasib baik masih menyertai mereka. Gerombolan terlatih itu tidak diketahui dari mana asalnya. Berdasarkan pengamatan Rakryan Patih Gagak Kêtawang, ada tiga tempat yang patut dicurigai sebagai asal mereka. Pertama Matahun, kedua Pandhan Salas, dan ketiga Majapahit sendiri. Bhre Kêrtabhumi pun mengirimkan pasangguhan-pasangguhan terpercaya demi mencari warta asal-usul gerombolan bercadar tersebut. Arya Patarka dan Arya Bacuk dikirim ke Matahun. Arya Sumangsang dan Arya Pêkik dikirim ke Pandhan Salas. Arya Bangah, Arya Gajah Para, Arya Sêgêr, berikut Raden Ayu Rara Antêng, dikirim ke Kapatihan Majapahit.
Di Tarub, Ki Gêdhe Tarub mengungkapkan rahasia jati diri Rara Nawangwulan, istrinya, kepada Rara Nawangsih, putrinya. Rara Nawangwulan yang dikenal sebagai bidadari Suralaya, yang turun ke bumi Tarub, tiada lain adalah sosok manusia biasa yang sudah digariskan menjadi perantara bagi bertumbuhnya para penguasa Jawa. Melalui perkawinan Rara Nawangsih dengan Raden Bondhan Kajawan para penguasa Jawa itu akan terlahirkan. Sudah diramalkan, Raden Bondhan Kajawan, putra Bhre Kêrtabhumi, adalah tonggak bumi Jawa sesudah kehancuran Majapahit!
Tags: damar shasangka, dolphin, sabda palon
Sabda Palon 5: Tonggak Bumi Jawa
| Berat | 400 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.361 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Ini memoar seorang anak kolong (tentara) remaja bersama keluarganya: Ayah yang jarang di rumah; Ibu yang tabah; dan Eyang (nenek) yang eksentrik– penggemar sastra Jawa klasik. Tokoh aku menuturkan kejadian-kejadian riang, lucu, tegang, dan pilu selama tinggal di asrama-asrama tentara di kaki Gunung Slamet dalam rentang tahun 1960-1970. Pada masa itu, tentara sibuk terlibat pada… selengkapnya
Rp 128.000 Rp 160.000Penulis : Daphne Du Maurier Tebal : 240 hlm Ukuran : Penerbit : Noktah Deskripsi : “Kami akan berada di sini sepuluh hari lagi. Dan dia tahu bahwa kami akan menyampaikan pesan apa pun yang mungkin dimiliki adik perempuan saya dari putri Anda di dunia roh.”—Jangan Lihat! Ada sesuatu yang tertulis di sisi lain, kata-kata… selengkapnya
Rp 49.300 Rp 58.000Penulis : Miguel de Cervantes Tebal : 589 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Obor Indonesia Deskripsi : Don Quijote, karya fiksi klasik ini diperkirakan telah terjual 500 juta eksemplar dan telah diterjemahkan ke berbagai ratusan bahasa di dunia. Di Indonesia, Yayasan Pustaka Obor Indonesia mendapat kehormatan untuk… selengkapnya
Rp 128.000 Rp 160.000Penulis : Reza Nufa Tebal : 444 hlm Ukuran : Penerbit : Diva Press Deskripsi : Berjalan kaki tidaklah istimewa. Semua orang melakukannya. Namun pada awal 2016 sebuah mimpi tentang hamparan savana mendorongku untuk melakukannya dengan lebih jauh. Bersama hasrat untuk bunuh diri, masa lalu yang serba ungu, dan secuil harapan untuk menemukan kembali lajur-lajur… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Penulis : Wulan Murti Tebal : iv + 268 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Andi Deskripsi : Setahun telah berlalu, Kim Na Eun kini menjadi anak kelas 2 dan memiliki adik kelas yang unik-unik. Ditinggalkan oleh orang-orang yang sebelumnya membadaikan perasaan Kim Na Eun, dia harus menjadi murid hebat sekaligus anak… selengkapnya
Rp 61.200 Rp 72.000Penulis : Seno Gumira Ajidarma Tebal : 108 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Laksana Deskripsi : Manusia itu bebas, atau ditentukan kodrat? Dari dasar lautan, Wisanggeni Sang Buronan, menyerbu kahyangan mencari jawab. Seru seperti cerita silat. Bijak seperti buku filsafat. Ringan seperti hiburan.
Rp 42.500 Rp 50.000Setelah menyusuri labirin kesusahan hidup, santri bernama Omar Salamullah bertemu dua pintu yang menganga. Di pintu pertama, berdiri Damahum, pencinta Rasulullah Saw. yang memenjarakan Kiai, pemimpin pesantren yang Omar kagumi. Di pintu kedua, dua perempuan mengapit Kiai. Salah satunya: ibu kandung Omar yang diam-diam Kiai jadikan istri kedua! Sejak itu, kejutan dan rahasia meledak silih… selengkapnya
Rp 63.750 Rp 75.000“… sehari kemarin hujan gerimis mengguyur Kurusetra, Uwa Prabu. Pagi hari ini kabut terlihat pekat menyelimut padang itu….” “… kabut…,” hanya kata-kata lirih yang keluar dari orang tua kurus itu. Wajahnya cekung. Matanya buta sejak lahir. Sang Destarastra. Bapak para Kurawa. “… kabut itu merah….” kata seorang kekar yang bicara kepada Destarastra. Bernama Raden… selengkapnya
Rp 119.000 Rp 140.000Penulis : Voltaire Tebal : 204 Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi Candide, dongeng filsafat satir yang ditulis oleh Voltaire, bercerita tentang seorang pemuda dari Westphalia bernama Candide dan kisahnya bertualang keliling dunia untuk menyelamatkan kekasihnya, Cunegonde. Candide merupakan seorang yang sangat optimistis meskipun dalam perjalanannya ia selalu menghadapi bencana… selengkapnya
Rp 55.250 Rp 65.000Dua lelaki bersaudara berusaha mengangkut karung berisi umbi goddung sembari melarikan diri dari kebakaran hebat di gunung Tatorjek, Bawean. Kemarau memanggang keduanya. Abu daun-daun beterbangan seperti kupu-kupu hitam. Selain umbi-umbi itu, mereka juga harus turun membawa kabar bahwa hutan itu dibakar dengan sengaja oleh kepentingan orang-orang ‘besar’. Kaki tangan orang-orang culas ini mengejar mereka dari… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.