Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS
● online
CS
● online
Halo, perkenalkan saya CS
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

  • Diskon mulai 10%;
  • Buku dijamin ASLI;
  • Tidak Menjual buku bajakan;
  • Pengiriman ke seluruh Indonesia;
  • Pengiriman ke luar negeri sila WA kami;
  • Pembayaran: Transfer (BCA, Mandiri, BRI, BNI), Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay)
Beranda » Sejarah » Satu Kota Empat Zaman: Donggala Pada Masa Tradisional Hingga Terbentuknya Kabupaten
click image to preview activate zoom
Diskon
15%

Satu Kota Empat Zaman: Donggala Pada Masa Tradisional Hingga Terbentuknya Kabupaten

Rp 85.000 Rp 100.000
Hemat Rp 15.000
ISBN978-602-258-413-1
Stok Tersedia
Kategori Sejarah
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Bagikan ke

Satu Kota Empat Zaman: Donggala Pada Masa Tradisional Hingga Terbentuknya Kabupaten

Penulis     : Lukman Nadjamuddin, dkk

Tebal         : 242 hlm

Ukuran     : 16 x 24 cm

Penerbit   : Ombak

Deskripsi:

Donggala yang menjadi fokus kajian dalam buku ini adalah sebuah kota dengan masyarakat yang heterogen, sejak lama telah berinteraksi dengan dunia luar, dan merupakan salah satu lahan garapan sejarah lokal yang belum banyak disentuh oleh sejarawan. Muklis Paeni2 menyatakan bahwa sejarah lokal berhubungan dengan kisah dari hal ikhwal masa lampau masyarakat yang berada pada suatu ruang lingkup geografis yang terbatas. Keterbatasan ruang lingkup geografis ini, tidak berarti bahwa logika yang ditampilkan dalam pengungkapan realitas lokal akan meniadakan pengaruh luar yang merubah keadaan lokal tidak mendapat perhatian. Keseluruhan masalah itu tidak terlepas dari jangkauan penulisan sejarah lokal, karena sasaran penulisan sejarah lokal adalah asal-usul, pertumbuhan, kemunduran, dan kejatuhan dari kelompok masyarakat lokal.
Buku ini berusaha mengungkap dan merekonstruksikan Donggala dari masa awal perkembangannya hingga terbetuknya kabupaten. Sebutan Donggala bersumber dari Don ‘Nggolo kemudian berubah menjadi Donggala, sesuai dialek setempat dan sejak itu kata Donggala mulai diperkenalkan.5 Dalam literatur Perancis, kata Donggala disebut dengan kata Dunggally. Pemuatan kata Dunggally tersebut dapat dilihat dalam peta tua Pulau Sulawesi yang dibuat oleh Lodocus Hondius pada 1611, Donggala disebut istilah Durate.

Tags: , , ,

Satu Kota Empat Zaman: Donggala Pada Masa Tradisional Hingga Terbentuknya Kabupaten

Berat 300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 1.602 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Buku Terkait

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Periksa
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: