Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Teknik Pemesinan Bubut SMK/MAK Kelas XII
- Mitigasi Lingkungan dalam Perspektif Islam
- Islamisme di Era Transisi Demokrasi
- Persamaan Diferensial, Pendekatan Praktis
- Panduan Praktis Microsoft Word 2019
- Cross-Check Your Mistakes in English
- Reinventing Perpajakan
- Ekonomi Teknik Pembelajaran Berbasis Kasus Proyek
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Sejarah Pendidikan di Maluku Utara
Rp 42.500 Rp 50.000| ISBN | 978-602-258-119-2 |
| Stok | Habis |
| Kategori | Sejarah |
Sejarah Pendidikan di Maluku Utara
Penulis : Hairudin Amir
Tebal : 148 hlm
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Penerbit : Ombak
Deskripsi :
Buku ini menyimpulkan bahwa pasca diberlakukannya sistem pendidikan Kolonial di Maluku Utara, terjadi perubahan orientasi pendidikan secara drastis. Sistem pendidikan tradisional (baca: Islam), lebih berorientasi pada aspek kesalihan pribadi dan sosial dalam kerangka agama. Ketika diterapkannya sistem pendidikan Kolonial, unsur kesalehan pribadi dan sosial dalam konteks agama masih tampak, akan tetapi lebih menitik beratkan pada aspek-aspek material. Salah satu aspek material yang dimaksud adalah bahwa pendidikan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, terutama bagi masyarakat bumiputera.
Setelah diterapkannya Politik Etis pada permulaan abad ke-20 oleh pemerintah Kolonial, pendidikan menjadi focus perhatian pemerintah. Pemerintah Kolonial mulai membuka kesempatan untuk pendidikan bagi anak-anak bumiputra di Maluku Utara.
Seiring dengan perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu, respon masyarakat Maluku Utara terhadap sistem pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah Kolonial mulai menurun dan beralih kepada sistem pendidikan yang diselenggarakan oleh pihak zending dan organisasi Islam. Hal ini disebabkan karena sekolah-sekolah yang dibangun oleh pihak zending dan organisasi Islam di Maluku Utara menerapkan pendidikan dengan biaya relatif murah dan terjangkau oleh masyarakat bumiputra.
Sementara pendidikan tradisional yang telah ada di Maluku Utara sebelum hadirnya pendidikan Barat, respon masyarakat bumiputera terhadap sistem pendidikan ini mulai menurun. Hal ini disebabkan karena sistem pendidikan tradisional hanya bertujuan untuk memahami ajaran agama Islam dan para murid lulus dari sistem pendidikan ini tidak dapat diterima untuk bekerja di instansi pemerintah. Dengan demikian maka sistem pendidikan tradisional di Maluku Utara hanya dinikmati oleh masyarakat bumiputera yang fanatik terhadap ajaran agama Islam. Sistem pendid
Tags: penerbit ombak, sejarah
Sejarah Pendidikan di Maluku Utara
| Berat | 150 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 1.786 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Justito Adiprasetio Tebal : 156 hlm Ukuran : 14,5 x 21 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Buku ini mengkaji bagaimana poligami mulai dibicarakan sebagai efek persentuhan masyarakat Jawa dengan kolonialisme dengan menganalisis wacana mengenai poligami. Buku ini fokus pada dua pertanyaan; apa saja monumen kelahiran dan pergeseran wacana poligami di Jawa… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Palestina, dengan Yerusalem atau al-Quds sebagai ibukotanya, merupakan Tanah Suci bagi tiga agama Abrahamik. Wilayah ini dikenal juga sebagai negeri para Nabi, tempat diturunkannya wahyu langit, tanah yang diberkati, dan banyak sebutan lainnya. Selama hampir 4000 tahun sejarahnya, Palestina telah berulang kali menjadi rebutan dan wilayah taklukkan berbagai bangsa karena keistimewaannya. Agama Yahudi, Kristen, dan… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Secara geografis, letak Asia Barat sangat strategis karena berada di antara dua benua besar, yaitu Benua Eropa dan Benua frika. Meskipun wilayah Asia Barat merupakan hamparan gurun pasir yang luas, gersang, dan sedikit curah hujan, tetapi daerah ini sudah ramai sejak jaman kuno. Kawasan Asia Barat sebagai jalur penghubung perdagangan jalur sutra dan juga memiliki… selengkapnya
Rp 90.780 Rp 106.800Penulis : Julianto Ibrahim Tebal : xvii + 157 hlm Ukuran : 14 x 21 cm Penerbit : Pustaka Pelajar Deskripsi :
Rp 29.750 Rp 35.000Penulis : Balai Arkeologi Sumatera Selatan Tebal : 178 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Buku ini mempresentasikan hasil-hasil kajian terbaru mengenai tinggalan arkeologis dan lingkungannya di dataran tinggi jambi yang diteliti sampai tahun 2016. Ada delapan tulisan yang membahas kondisi geografis-geologis dan tinggalan arkeologis di dataran tinggi jambi. Tinggalan… selengkapnya
Rp 48.000 Rp 60.000Penulis : Siti Fatimah Tebal : 215 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Hubungan negara dan perempuan di belahan dunia ketiga, khususnya di Asia Tenggara memperlihatkan keunikan tersendiri. Karena itu, bagaimanakah persisnya bentuk hubungan tersebut bila dilihat dalam kasus “Fujinkai” di Indonesia, terutama bagaimana pemerintah Jepang mengontrol dan mengakomodir… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Penulis : Lewis Dartnell Tebal : 376 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Alvabet Deskripsi : Seorang penulis bestseller internasional menjelaskan kepada kita bagaimana bentuk bumi membentuk sejarah umat manusia. Ketika berbicara tentang sejarah, kita sering berfokus pada pemimpin besar, migrasi massal, dan perang. Tapi, bagaimana bumi menentukan nasib kita? Hampir… selengkapnya
Rp 97.750 Rp 115.000Sebagai salah satu kelas penting penghuni strata sosial masyarakat Jawa, tak dapat disangsikan bahwa priayi pernah punya peran besar dalam menentukan nasib jutaan rakyat Jawa. Kelas priayi, yang agaknya sinonim dengan pejabat, bangsawan, atau penggedhe-penggedhe lainnya, biasanya memegang kuasa atas sumber daya ekonomi dan manusia di Tanah Jawa. Dengan demikian, priayi adalah kebalikan dari mayoritas… selengkapnya
Rp 76.500 Rp 90.000Mesir, seperti disebut oleh sejarawan Yunani Herodotus, adalah hadiah Tuhan, tempat Sungai Nil mengalir menyuburkan tanahnya, membuat peradabannya berkembang maju pada era kuno yang terus bertahan hingga hari ini. Tak heran apabila bangsa-bangsa di sekitarnya melakukan invasi, membuat Mesir bak wilayah yang tak pernah sepi dari perang. Mulai dari invasi pertama oleh Hyksos, Libya, Sargon… selengkapnya
Rp 97.750 Rp 115.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.