Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Dua Kota Tiga Zaman: Surabaya dan Malang sejak Kolonial Sampai Kemerdekaan
Rp 55.250 Rp 65.000| ISBN | 978-602-8335-22-5 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Sejarah |
Penulis : Purnawan Basundoro
Tebal : 319 hlm
Ukuran : 15 x 23 cm
Penerbit : Ombak
Pilih Kuponmu!
- puskit001
- puskit002
- puskit003
- puskit004
Dua Kota Tiga Zaman: Surabaya dan Malang sejak Kolonial Sampai Kemerdekaan
Dua Kota Tiga Zaman karya Purnawan Basundoro ini adalah buku kedua yang diterbitkan dalam Seri Kota, Kata, dan Kuasa, menyusuli karya Abidin Kusno, Ruang Publik, Identitas, dan memori Kolektif: Jakarta Pasca-Suharto, yang tclah diterbitkan sebagai karya perdana seri ini. Jika Abidin Kusno menyoroti isu-isu kontemporer Jakarta sebagai metropolis sekaligus ibu kota negara, maka dalam terbitan Seri Kota yang kedua ini, Purnawan menyajikan potret historis dua kota besar di Jawa Timur, yakni Surabaya dan Malang, yang melingkupi tiga kurun waktu penting dalam sejarah Indonesia modern: zaman Belanda, zaman Jepang, dan zaman Kemerdekaan.
Kekuatan buku Purnawan ini terletak terutama pada pendekatannya. Penulis menyinergikan beberapa disiplin ilmu untuk menguak pelbagai sisi dan dimensi kedua kota dari masa ke masa. Dalam perbincangan dan kajiannya, pembaca dengan jelas dapat melihat bagaimana ilmu sejarah dan sosiologi, bahkan juga ekonomi-politik, secara bersama-sama dikerahkan untuk menghasilkan suatu tinjauan kritis yang unik. Ini sejalan dengan nafas seri ini, yang mengedepankan kajian interdispliner sebagai ujung tombaknya.
Buku ini tak hendak menyajikan riwayat kelahiran dua kota utama di Jawa Timur inisatu di pesisir dan satu lagi di pedalaman. Titik-berat penelusuran dan kajian Purnawan atas Surabaya dan Malang terletak pada sejarah perkembangan kedua kota dari segi urbanitas dalam rangkaian tiga zaman yang saling terkait erat tapi pada saat yang sama juga saling berkontradiksi satu sama lain. Ketiga zaman tersebut sama-sama memainkan peran penting dalam transformasi kedua kota ini. Mengikuti ulasan Purnawan, pemahaman kita akan pelbagai aspek dan faktor yang terlibat dalam pertumbuhan kedua kota dipertajam sekaligus diperluas. Saya yakin bahwa, seusai membaca buku ini, pembaca akan memiliki gambaran baru tentang kedua kota dalam benak mereka.
Tags: kota malang, ombak, sejarah, surabaya
Dua Kota Tiga Zaman: Surabaya dan Malang sejak Kolonial Sampai Kemerdekaan
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 3.018 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Emil Leushuis Tebal : 304 hlm Ukuran : 22 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi: Kota-kota pusaka di Indonesia tidak terlepas dari sejarah masa kolonial. Setelah masa kemerdekaan, perkembangan kota yang dinamis dan terkadang kontradiktif, telah memberikan ruang interaksi antara masa lalu dan masa kini. Adalah sebuah pertanyaan… selengkapnya
Rp 127.500 Rp 150.000Proses perkembangan matematika dimulai sejak adanya peradaban Mesopotamia, Mesir, dan Yunani. Dari ketiga peradaban tersebut, Yunani-lah yang paling maju dalam hal perkembangan matematika. Peradaban Yunani yang tinggi dalam bidang matematika disebabkan karena mereka selalu mengedepankan kebebasan berpikir, rasional, dan berani untuk berubah. Namun, memasuki permulaan abad masehi, perkembangan matematika di Yunani mengalami masa suram. Ini… selengkapnya
Rp 117.130 Rp 137.800Pada bulan Juli 1946 Piet Hidskes mendaftarkan diri sebagai sukarelawan pada Depot Speciale Troopen (DST, Depot Pasukan Khusus), korps elite dari Koninklijke Nederlansch-Indisch Leger (Pasukan Hindia-Belanda) di bawah komando Kapten Westerlingyang menerima carte blanche untuk menumpas pemberontakan di Indonesia dan melakukan aksi-aksi pembersihan. Setelah mengikti pelatihan selama enam bulan, Hidskes ditempatkan di Sulawesi Selatan. Dia kemudian terlibat… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 90.000Penulis : Henry Scott Boys Tebal : 100 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Ircisod Deskripsi : Penulis buku ini, Henry Scott Boys, adalah penjelajah sekaligus pejabat kolonial Inggris. Sekitar tahun 1889, ia mengunjungi Jawa. Ia menyebut Jawa sebagai pulau harta karun paling menarik dari semua tanah jajahan Belanda. Buku ini ditulis… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Belasan tahun setelah Nabi Muhammad wafat, kaum Muslim berhasil menaklukkan pusat-pusat peradaban Timur Dekat kuno: menggulingkan Kekaisaran Persia, sebuah kekuasaan regional yang besar; mempecundangi Byzantium menjadi negara “pinggiran”; dan mencabik-cabik wilayah Kekaisaran Roma yang amat luas. Dalam masa seratus tahun, pasukan Muslim bahkan sukses mengobrak-abrik kekuasaan Dinasti China Tang di kawasan timur, hingga menekuk Spanyol… selengkapnya
Rp 93.500 Rp 110.000Buku ini berusaha untuk menelusuri sejarah komoditi Kopi Mandailing yang ditanam di wilayah Tapanuli. Wilayah Tapanuli yang dimaksud di sini adalah tempat berdiam penduduk beretnik Mandailing dan Angkola. Kopi Mandailing adalah suatu brand atau merk dagang yang dipakai untuk kopi yang berasal dari daerah Mandailing. Namun, sejak masa lalu banyak daerah-daerah lain di Tapanuli yang… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Herry Porda N.P., M. Z. Arifin Anis, Mansyur Tebal : 390 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Wilayah Kalimantan (Borneo), menyimpan banyak urban legend, ceritera lisan/folklore, legenda hingga artefak yang mengindikasikan adanya kota hilang/the lost city yang kini menjadi misteri terbalut cerita mistis. Seperti legenda dari Suku… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000Penulis : Satrio Dwicahyo, Yuanita Wahyu Pratiwi (Editor) Tebal : 208 hlm Ukuran : 15,5 x 23 cm Penerbit : UGM Press Deskripsi : Sejarah sering kali menghadirkan orang-orang besar. Padahal, peristiwa besar, misalnya kemerdekaan tidaklah lepas dari peran rakyat kebanyakan. Harapan untuk memperkaya narasi sejarah dan historiografi revolusi kemerdekaan Indonesia, terutama melihat peristiwa kemerdekaan… selengkapnya
Rp 64.600 Rp 76.000Penulis : Emalia Iragiliati Sukarni Tebal : xii + 428 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi : Siapakah di antara pemuda yang berada di balik Peristiwa Rengasdengklok? Salah satu di antara pemuda yang berperan penting dalam peristiwa tersebut bernama Sukarni atau Bung Karni. Beberapa jam setelah Peristiwa Rengasdengklok, Proklamasi Kemerdekaan… selengkapnya
Rp 68.000 Rp 80.000Penulis : Dedi Irwanto Muhammad Santun Tebal : 323 hlm Ukuran : 15 x 23 cm Penerbit : Ombak Deskripsi:
Rp 85.000 Rp 100.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.