Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Mengenal Orde Baru....
- Pemetaan Geologi: Penuntun Praktis untuk Geologist....
- Teori Kritis Jurgen Habermas....
- Etika Penulisan Karya Ilmiah....
- Tuhan Tidak Perlu Dibela....
- Mengenal Biodiversitas Mikroorganisme Indonesia un....
- Kongres Kebudayaan (1918-2003)....
- Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku den....
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Syair Romantik Melayu Klasik; Menjemput Konvensi Merebut Makna
Rp 97.580 Rp 114.800| ISBN | 978-602-72847-5-3 |
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Puisi |
Syair Romantik Melayu Klasik; Menjemput Konvensi Merebut Makna
Penulis : Maizar Karim
Tebal : xii + 224 hlm
Ukuran : 17,5 x 25 cm
Penerbit : Histokultura
Deskripsi :
Syair merupakan satu-satunya bentuk puisi naratif Melayu yang berupa naskah. Sudah cukup lama genre ini diabaikan oleh dunia pengetahuan, padahal karya ini sangat kuat kedudukannya dalam khazanah sastra Melayu. Baru sejak tahun 1960-an, masalah asal-muasal syair dibahas oleh para ahli. Pembicaraan yang intensif tentangnya, belum banyak dilakukan.
Buku ini merupakan petualangan pencarian cara terbaik untuk membuat naskah “asing” (klasik) yang berasal dari masa silam menjadi hidup dan berbicara kepada kita. Buku ini membicarakan syair yang representatif sebagai syair romantik Melayu klasik. Ia tidak hanya membicarakan konvensi dan inovasi dalam perkembangan syair, tetapi juga mendedahkan makna dan nilai-nilai budaya yang termuat dalam karya tersebut yang relevan bagi kehidupan kini. Dengan membaca buku ini, tidak hanya dapat mengenal, memahami, menghayati, dan mempelajari karya sastra masa lampau, tetapi juga dapat menggali potensi yang dimiliki dalam membentuk karakter bangsa.
Tags: histokultura, puisi
Syair Romantik Melayu Klasik; Menjemput Konvensi Merebut Makna
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 2.502 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Penulis : Daruz Armedian Tebal : 76 hlm Ukuran : Penerbit : Diva Press Dalam buku ini, saya ingin mendokumentasikan sebuah kota yang dulu pernah berjaya di masa lalu, pada zaman kerajaan, lalu kejayaan itu runtuh ketika orang-orang Alas Angin atau Eropa datang ke Nusantara. Meski tidak lengkap, setidaknya ada secuil yang bisa saya catat… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Georg Trakl Tebal : 80 hlm Ukuran : Penerbit : Diva Press Deskripsi : Cara penghayatan Trakl berjalan bagai dalam bayang cermin dan mengisi ruangnya sendiri, yang bagai ruang dalam cermin, tak bisa dimasuki. (Rainer Maria Rilke) Aku tak memahami puisi-puisi Trakl. Namun, nadanya membahagiakan saya: nada manusia yang benar-benar jenius. (Ludwig Wittgenstein)… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000Wawasan pengetahuan tentang bentuk, jenis, dan makna puisi merupakan wawasan dasar yang berguna sebagai titik tolak dalam mengembangkan kemampuan apresiasi puisi. Apresiasi puisi dimaksudkan untuk menanamkan kemampuan memahami isi puisi secara mendalam dan kritis. Pemahaman isi puisi yang tepat menjadi landasan bagi seorang pembaca untuk mengungkapkan kembali masalah, isi, pesan, suasana batin, sikap pengarang dalam… selengkapnya
Rp 38.250 Rp 45.000…proses menulis kreatif—baik prosa maupun puisi—mirip membuat bonsai, yakni memangkas, mengukur, menjinakkan, agar si pohon yang semula liar, semerawut, dan tak karuan (baca: realitas) menjadi seni yang kita sebut bonsai (baca: karya tulis). Dengan demikian, bonsai menjadi semacam miniatur, santan, perasan, merampingkan realitas menjadi sesuatu yang indah dan layak untuk dinikmati. Namun satu hal yang… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000datang dari negeri jauh, kau meminta kita berjumpa di tepi mahakam. aku ingin melihat batubara dibawa pergi, katamu. … apa yang paling menyedihkan sejak aku hidup di tempat ini? apa yang paling menyedihkan selain tahu ada yang diambil tetapi kita tidak melihatnya? – Di Tepi Mahakam Dahri Dahlan dalam buku ini seperti hendak berteriak dengan… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Adonis Tebal : 224 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : Antologi puisi yang berjudul Panggung dan Cermin ini merupakan panggung puitik yang dibangun oleh Adonis untuk menghadirkan kembali peristiwa masa.lalu dan tokoh-tokoh lintas zaman sebagai cermin, seperti Orpheus, Husain bin Ali, dan Al Ma’ari. Cermin dalam… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Penulis : Virginia Woolf Tebal : 84 hlm Ukuran : 14 x 20 cm Penerbit : Basabasi Deskripsi : Rumah yang Dihantui Sebuah Perkumpulan Senin atau Selasa Novel yang Tak Tertulis Sekumpulan Tali Biru dan Hijau Kebun-Kebun Kew Tanda di Dinding * Virginia Woolf diam-diam menulis surat perpisahan kepada suaminya, mengambil tongkatnya, lalu pergi jalan-jalan… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Penulis : Muhammad Ibraim Salim Tebal : 376 hlm Ukuran : 16 x 24 cm Penerbit : Diva Press Deskripsi : “Kemampuan Imam Syafi’i dalam bidang bahasa, sastra, dan syair benar-benar diakui oleh para pakar bahasa dan sastrawan ulung. Sebagaimana kehebatan Syafi’i di bidang fiqh, hadits, dan ushul fiqh.” (Dr. Ahmad Nahrawi Abdus Salam al-Indunisi;… selengkapnya
Rp 85.000 Rp 100.000terlentang ke arah matahari. tanah subur. mata mengerjap ditimpa sinar. menakar kedalaman, menanam benih, –terbayang bunga mekar bergetar, buah berguncang. tegalan gembur. begitu gegap kita garap. bagai gemuruh musim hujan, kita sergap- menyergap. –“terus, benam lebih dalam,” katamu menatap rindang. ya, aku paham. * Puisi-puisi dalam buku ini—sebagaimana kebanyakan tumpuan artikulasi puisi Aslan Abidin—menggarap arena… selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Dapat dikatakan bahwa karya-karya Rumi, juga para sufi yang lain, tidak lain merupakan puisi-puisi abadi dalam pemahamannya yang luas dan mendalam. Kenapa abadi? Karena karya-karya itu sebenarnya merupakan bayang-bayang langsung dari kemahaindahan Tuhan yang abadi, yang tidak mungkin lekang oleh siang, oleh malam dan oleh segala atribut apa pun yang menunjuk kepada kefanaan waktu. Jadi,… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000



Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.