Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan layanan pelanggan kami
Pemasaran● online 62882008193627
Redaksi● online 6282328979777
● online
- Diskon ❯ Semua buku didiskon mulai 10%
- Asli ❯ Kami menjual buku asli, dari penerbit. Tidak menjual buku bajakan, repro, kw atau ilegal lainnya
- Pengiriman ❯ Pengiriman ke seluruh Indonesia, pengiriman ke luar negeri sila WA kami
- Pembayaran ❯ Transfer Bank, Dompet Elektronik (Link Aja, Dana, Go Pay, OVO), QRIS
- Pengadaan ❯ Menerima pengadaan buku untuk perpustakaan
Para wali menjadi pemandu dan penyelesai masalah dan kadang menjadi teman dialog jenaka yang cerdas bagi masyarakat Jawa yang terhimpit masalah pelik dan menemui jalan buntu. Para wali tidak terbatas oleh Wali Sanga, tidak terbatas pada wilayah waktu silam dan di situs-situs sejarah mukim atau jalur kelana mereka dulu. Menulis karya sastra, termasuk menulis puisi,… selengkapnya
Rp 46.750 Rp 55.000bulu matamu: padang ilalang Di tengahnya sebuah sendang Kata sebuah dongeng. Dulu ada seorang musafir datang bertapa untuk membuktikan apakah benar wajah bulan bisa disentuh lewat dasar sendang Ia tak percaya, maka ia menyelam Tubuhnya tenggelam dan hilang di arus maha dalam. Arwahnya menjelma pusaran air berwarna hitam Bulu matamu: padang ilalang.
Rp 51.000 Rp 60.000Terpilihnya karya A Muttaqin (Mengerjakan Cinta) adalah atas pertimbangan; ia menggunakan metafora-metafora yang baru, banyak memuji tapi tidak menghapus jejak kesejarahan Nabi saw., bahkan menggambarkan fragmen sejarah tersebut dalam ungkapan yang berbeda dengan referensi yang pernah saya baca, seperti keunikan cara si penyair dalam menggambarkan runtuhnya Kisra dan Persia. Ia juga menggambar syamail muhammadiyah sesuai… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Selain pertanyaan retoris (rethorical question) yang kerap menyela-nyelai puisinya, ekspresi hiperbolis dan satire adalah ‘jalan ninja’ sang penyair. Orisinalitas ada pada cara ia membandingkan. Bukankah pekerjaan penyair hanya membandingkan sesuatu yang diketahui umum dengan gambaran privat yang mengeram di dalam imajinasinya sehingga ia dapat jadi hidangan bersama? Sebagai koki, Ali Zulfikar berhasil menyajikan menu baru… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Melalui puisi-puisi yang pendek, IR Zamzami seperti hendak menyuarakan suara terdalam hati seorang pencinta kepada Insan Mulia, Rasulullah saw, dengan cara yang langsung menghunjam. Tidak mendayu untuk merayu, tidak bersuji untuk memuji, alih-alih ia bergerak cepat demi langkah cergas. Pilihan demikian dipertahankan pada hampir semua karyanya di dalam buku ini. Akan tetapi, pendek atau panjang… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Sejauh ini, kita mengenal perayaan Maulid Nabi Muhammad saw. melulu berupa pembacaan kitab maulid, baik Berzanji atau Dayba’i, atau bagaimana ia dimeriahkan dengan pengajian, atau disemarakkan dengan riasan pada rumah, atau dirayakan di jalanan, juga ditingkahi aneka perlombaan. Ternyata, di tempat yang lain, ada rupa-rupa perayaan yang rancak, tapi tak terungkap. Nah, Eko Sabto kini… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Alex R Nainggolan memiliki kemampuan dalam meromantisasi keadaan dan kecermatan dalam memilih diksi. Sesekali ia berkisah seperti cerpenis, kadang bertutur seperti penghibur. Dan pada saat mendayu dalam merayu, apalagi dibumbui ratapan saat berharap, ia melampaui dua keahliannya yang lain itu. Dengan cara seperti itulah dia menyusun puisi-puisinya ini dan dipersembahkannya kepada Nabi Muhammad saw. Pada… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Arif Rahman banyak menggunakan kata arkhais di dalam puisi-puisinya, tapi tanpa memanjakan pembaca dengan daftar sarikata. Tentu saja, cara ini tidak bertujuan ornamental belaka karena cara demikian boleh jadi akan menutup visi asali jalan puitiknya: seperti melabur gapura berbata merah dengan semen dan lepa. Dengan buku ini, penyair juga terobsesi untuk mengajak pembaca kisah-kisah Nabi… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Buku ini adalah kumpulan puisi-puisi cinta yang ditulis oleh penyair (M Faizi) untuk kekasihnya yang kini telah tiada (Makkiyah). Puisi-puisi yang dimuat bukan semata-mata elegi, melainkan juga madah sebagaimana tampak pada puisi-puisi fase awal. Ada pujian, ada ratapan. Bertajuk Madah Makkiyah, buku ini dibagi menjadi empat bab. Pertama, Madah Makkiyah I: memuat 17 puisi yang… selengkapnya
Rp 51.000 Rp 60.000Puisi-puisi di dalam buku ini dihimpun dari proses penciptaan yang panjang, yaitu selama 31 tahun (1993-2024). Hal itu tertera berdasarkan datum yang disemat pada setiap akhir baris masing-masing puisi. Maka, adalah wajar jika citarasa dan gaya puisi-puisinya relatif berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Adapun tali pengikatnya adalah kenabian, yaitu puisi-puisi yang bertema nabawi…. selengkapnya
Rp 42.500 Rp 50.000Engko Pasek Tamblingan, jani jan pejah engko, mai engko nunas Wisnu engko (Kalian Pasek Tamblingan, jika kalian mati/sakit, kemarilah untuk memohon air kehidupan). (Babad Kandan Sanghyang Merta Jati lembar ke-83a) Muman mingil kai bekhel smetwat Yus yata timtom fofuso Nu manggi uwel nekwaukhu Semfat yemse takhul yen Nasa aya khwas [Jalan ke tanah leluhurku tidak… selengkapnya
Rp 102.000 Rp 120.000Mulut dan jariku memainkan suling Tapi kalah pada rohku yang melengking Ketika mataku melihat Merapi Ditandingi bayang-bayang yang menjulangi langit yang tinggi Tapi di tengah kenyataan ini Aku makin kecil makin bebal Seharkat sebutir debu yang melekat telapak sandal Mengaji Bukit Mengeja Danau merupakan buah dari program Rumah Puisi untuk mengundang sastrawan tamu. Karya ini… selengkapnya
Rp 49.300 Rp 58.000

