Beranda » Budaya » Tradisi, Agama, dan Akseptasi Modernisasi Pada Masyarakat Pedesaan Jawa (Edisi Revisi)

Tradisi, Agama, dan Akseptasi Modernisasi Pada Masyarakat Pedesaan Jawa (Edisi Revisi)

DISKON 20% ISBN: 978-979-461-997-1 Stok: Tersedia
Berat 210 gram
Kondisi Baru
Kategori Budaya
Dilihat 838 kali
Diskusi Belum ada komentar
Bagikan
Rp 56.000 Rp 70.000
Hemat Rp 14.000
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Pesan Langsung
Tradisi, Agama, dan Akseptasi Modernisasi Pada Masyarakat Pedesaan Jawa (Edisi Revisi)
Rp 56.000 Rp 70.000
Tersedia / 978-979-461-997-1
Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah:

Detail Buku Tradisi, Agama, dan Akseptasi Modernisasi Pada Masyarakat Pedesaan Jawa (Edisi Revisi)

Penulis     : Bungaran Antonius Simanjuntak

Tebal         : xxx + 194 hlm

Ukuran     : 14,5 x 21 cm

Penerbit   : Obor Indonesia

Deskripsi:

……. Yang sangat penting penulis sarankan untuk diteliti lebih dalam ialah bagaimana sebenarnya tingkat kesadaran beragama masyarakat Jawa khususnya dan masyarakat-masyarakat suku-suku bangsa lainnya di Indonesia umumnya. Pengalaman membuktikan, bahwa sejak berabad-abad masyarakat Jawa di Pulau Jawa ini telah dimasuki agama Hindu dan Buddha sehingga kita lihat peninggalan-peninggalannya berupa candi-candi Borobudur, Prambanan, mendut, Kalasan, Jago, dan sebagainya. Demikian cepatnya agama tersebut berkembang, sampai-sampai kebudayaan Hindu-Budda tersebut menjadi terakulturasi dengan tradisi asli Jawa. Akibatnya, sekarang kita kurang tahu mana sebenarnya tradisi yang asli Jawa dan mana yang datang dari luar. Penulis kira ini juga perlu diteliti. Namun, setelah masuknya agama islam yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari Gujarat, Persia, dan sebagainya, maka serta merta agama Hindu-Buddha tersebut ditinggalkan penduduk.

Menjadi persoalan bagi penulis ialah mengapa demikian cepatnya masyarakat Jawa tersebut meninggalkan agama Hindu-Buddha dan masuk ke agama islam? Mengapa peralihan itu menjadi demikian drastic dan cepat? Apakah karena sistem pemerintah feodal yang dulunya dianut oleh kerajaan-kerajaan di daerah ini, ataukah karena ada sebab-sebab lain? Suatu hal yang membayangi kecemasan penulis ialah apakah kalau datang lagi kelak dari luar “semacam kepercayaan” atau “semacam idiologi” yang menyusup ke daerah ini, maka penduduk akan serta merta pula meninggalkan agamanya masing-masing?

…….apalagi kita bahwa kesetiaan kepada agama adalah di bawah persentase kesetiaan kepada tradisi. Penulis kira bahwa situasi ini tidak hanya mencemaskan kita yang di Jawa, melainkan juga ada kemungkinannya sama dengan di daerah-daerah lain. Namun, penulis menganjurkan agar penelitian terhadap problem ini perlu dilakukan. Sampai di mana tingkat kesadaran keagamaan orang Indonesia secara umum dan suku-suku bangsa yang ada di daerah-daerah secara khusus?………

(Bungaran Atonius Simanjuntak)

 

Tags: ,

Buku Terkait
Diskusi Produk (0)

Silakan tulis komentar Anda

Alamat:

Jl. Kasongan (Agen Wahana Timur Balai Desa Bangunjiwo) Gendeng RT 15, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, DIY 55184

Kurir

Pembayaran

Chat via Whatsapp
Pustaka Kita
⚫ Online
Halo, perkenalkan saya Pustaka Kita
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja